Liputan6.com, Jakarta Mengerjakan sholat fardhu secara jamak takhir merupakan salah satu bentuk rukhsah atau keringanan dalam menjalankan suatu ibadah dalam agama Islam. Sebagai contoh, ketika dalam perjalanan selepas ashar, dan baru sampai di tujuan pada waktu isya, kita diperbolehkan untuk menjalankan sholat jamak takhir maghrib isya. Dilansir dari laman kemenag.go.id, keringanan ini diberikan kepada musafir, yakni orang yang melakukan perjalanan jauh minimal sekitar 82 kilometer.
Salah satu hal terpenting untuk dapat menjalankan kedua sholat tersebut di waktu isya adalah dengan mengetahui bacaan niat jamak takhir maghrib isya. Mengetahui niat jamak takhir maghrib isya sangat penting, karena niat adalah hal yang membedakan suatu bentuk ibadah dengan ibadah yang lainnya.
Advertisement
Di samping memahami niat jamak takhir maghrib isya, kita juga perlu mengetahui tata cara menjalankan sholat jamak takhir maghrib isya. Selain dapat dijamak, bentuk keringanan lain dalam ibadah adalah qasar, Qasar sendiri adalah bentuk rukhsah dalam agama Islam yang memperbolehkan untuk meringkas sholat dengan jumlah empat rakaat menjadi dua rakaat.
Untuk memahami bagaimana niat jamak takhir maghrib isya, serta bagaimana tata cara jika dengan qasar, berikut penjelasan selengkapnya seperti yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (16/6/2025).
Niat Jamak Takhir Maghrib Isya
Niat merupakan hal yang penting dalam berbagai bentuk ibadah dalam agama Islam. Sebab, niat adalah sesuatu yang membedakan suatu perbuatan bernilai ibadah atau tidak. Niat pula yang membedakan suatu jenis ibadah dengan ibadah lainnya.
Jika kita ingin mengerjakan sholat jamak takhir maghrib isya, tentu penting bagi kita untuk membaca niat jamak takhir maghrib isya. Selain untuk membedakan sholat tersebut dengan sholat lainnya, niat juga merupakan salah satu rukun dari sholat. Tanpa niat, sholat tidak akan sah.
Berikut bacaan niat jamak takhir maghrib isya adalah sebagai berikut dari laman kemenag.go.id,
أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا بِالعِشَاءِ جَمْعَ تأخِيْرٍلِلهِ تَعَالَى
Ushollii fardlozh maghribi salasa raka'aatin majmuu'an bingis 'isyaa'i Jam'a ta-khiirinin lillaahi ta'aalaa.
Artinya: “Saya niat shalat fardhu Maghrib tiga rakaat dijamak bersama Isya dengan jamak takhir karena Allah Ta’ala.”
Advertisement
Niat Jamak Takhir Qasar Maghrib Isya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3992315/original/063152400_1649689564-pexels-michael-burrows-7129609.jpg)
Selain bisa dijamak, sholat maghrib dan isya bisa juga dilakukan dengan cara jamak dan qasar. Sholat jamak takhir sendiri merupakan bentuk keringanan dalam menjalankan ibadah dalam Islam dengan cara menggabungkan salat yang waktunya sudah terlewat dengan salat yang sedang masuk waktunya.
Sedangkan qasar adalah bentuk keringanan dengan cara meringkas sholat yang berjumlah empat rakaat menjadi dua rakaat. Lalu jika melaksanakan sholat masghrib dan isya secara jamak dan qasar, makan bisa dilakukan dengan cara melaksanakan sholat tetap dengan tiga rakaat, dan sholat isya cukup dengan dua rakaat.
Adapun bacaan niat jamak takhir qasar maghrib isya adalah sebagai berikut,
أُصَلِّيْ فَرْضَ الْعِشَاءِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَجْمُوْعًا بِالْمَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ قَصْرَا للهِ تَعَالَى
'usaliy fard aleisha' rakaeatayn mustaqbil alqiblat majmuean bialmaghrib jame takhir qasra llh taealaa
Artinya: “Sengaja aku shalat ‘isya empat raka’at menghadap kiblat, dijamak takhir qashar dengan maghrib karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib Isya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2707768/original/015139900_1547813879-sholat_jamak.jpg)
Setelah membaca niat jamak takhir maghrib isya, langsung saja melaksanakan sholat maghirb di waktu isya sebanyak tiga rakaat. Setelah salam, langsung dilanjutkan dengan melaksanakan sholat isya.
Namun sebelum itu membaca niat terlebhi dahulu. Adapun bacaan niatnya adalah sebagai berikut:
“Ushollii fardlozh ‘isyaa’i arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al magribi Jam’a ta-khiirinin adaa-an lillaahi ta’aalaa.”
Artinya: Aku berniat sholat isya’ empat rakaat yang dijama’ dengan maghrib, dengan jama’ takhir, fardhu karena Allah Ta’aala.
Tata Cara Jamak Takhir Qasar Maghrib Isya
Sedangkan tata cara untuk melaksanakan jamak takhir qasar, kita bisa melaksanakan sholat maghrib tiga rakaat di waktu sholat isya sebanyak tiga rakaat. Baru setelah salam dilanjutkan dengan sholat isya sebanyak dua rakaat.
Namun sebelum itu membaca niat sholat isya secara qasar. Adapun bacaan niat sholat qasar isya adalah sebagai berikut,
"Ushallii fardhal 'isyaai rak'ataini qasran majmuu'an illa maghribi lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Saya niat sholat fardhu Isya dua rakaat secara qashar dikumpulkan pada sholat Maghrib karena Allah."
Advertisement
Syarat Sholat Jamak Qasar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3178960/original/090517000_1594699691-shutterstock_757680502.jpg)
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jamak dan qasar merupakan salah satu bentuk keringanan atau rukhsah dalam menjalankan ibadah dalam agama Islam. Dalam buku 'Panduan Musafir' terbitan Giliran Timur Books, dijelaskan bahwa terdapat beberapa syarat utama agar pelaksanaan sholat jamak takhir Maghrib dan Isya dapat dianggap sah secara syariat. Berikut adalah syarat-syaratnya:
1. Niat Jamak Takhir Harus Dilakukan di Waktu Sholat Pertama
Syarat pertama adalah niat untuk menggabungkan dua sholat (Maghrib dan Isya) dilakukan pada waktu sholat pertama, yakni Maghrib. Meskipun pelaksanaannya dilakukan nanti di waktu Isya, namun niat ini penting sebagai bentuk kesiapan dan kesadaran dalam beribadah. Niat ini bisa diucapkan secara lisan ataupun cukup dalam hati, asalkan dilakukan sebelum waktu Maghrib berakhir.
2. Kondisi Safar atau Keadaan Tertentu yang Menyulitkan
Sholat jamak takhir diperbolehkan bagi orang yang sedang dalam perjalanan jauh (safar), sesuai batas minimal safar yang umumnya dipahami sekitar 82 km. Selain safar, orang yang berada dalam kondisi sulit seperti sakit, hujan lebat, atau berada di tempat yang membahayakan keselamatan juga diperbolehkan menjamak sholat. Inti dari syarat ini adalah bahwa seseorang benar-benar tidak memungkinkan untuk melaksanakan sholat di waktu masing-masing karena adanya uzur syar’i (alasan yang dibenarkan agama).
3. Masih dalam Keadaan Safar Ketika Masuk Waktu Sholat Kedua
Syarat berikutnya adalah ketika waktu sholat kedua (Isya) tiba, orang yang bersangkutan masih berada dalam kondisi safar atau keadaan darurat yang membolehkan jamak. Hal ini menunjukkan bahwa jamak takhir hanya sah dilakukan selama seseorang belum kembali ke kondisi normal (tidak dalam perjalanan atau tidak dalam keadaan darurat). Jika seseorang sudah kembali ke rumah atau tempat menetap sebelum masuk waktu Isya, maka tidak lagi boleh menjamak sholat tersebut.
4. Boleh Dikerjakan dengan Jeda Waktu (Tidak Wajib Muwalat)
Berbeda dengan sholat jamak taqdim yang mengharuskan pelaksanaan dua sholat secara berurutan tanpa jeda (muwalat), sholat jamak takhir tidak mewajibkan pelaksanaan langsung antara Maghrib dan Isya. Artinya, seseorang boleh mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu, kemudian beristirahat sejenak sebelum melanjutkan sholat Isya. Namun demikian, tetap dianjurkan untuk menyelesaikan keduanya dalam waktu Isya sebagai bentuk kehati-hatian dalam ibadah.
FAQ Seputar Sholat Jamak Takhir
1. Apa itu Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya?
Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya adalah pelaksanaan dua sholat fardhu, Maghrib dan Isya, yang digabungkan dan dikerjakan di waktu Isya. Ini merupakan bentuk keringanan (rukhsah) dalam syariat Islam bagi seseorang yang mengalami kondisi khusus seperti safar (perjalanan jauh), hujan, sakit, atau keadaan darurat lainnya yang menyulitkan pelaksanaan sholat pada waktunya.
2. Apa saja syarat sah melaksanakan Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya?
Menurut Panduan Musafir terbitan Giliran Timur Books, syarat-syaratnya adalah:
- Niat di waktu sholat pertama (Maghrib) untuk menggabungkan sholat hingga waktu Isya.
- Kondisi safar atau keadaan mendesak (sakit, hujan lebat, rasa takut).
- Masih dalam kondisi safar atau keadaan darurat ketika masuk waktu Isya.
- Tidak wajib dikerjakan secara langsung tanpa jeda; boleh ada jarak waktu antar sholat Maghrib dan Isya dalam satu waktu Isya.
3. Dalam kondisi apa saja Sholat Jamak Takhir diperbolehkan?
Mengacu pada Panduan Sholat Rasulullah 2 karya Imam Abu Wafa, sholat jamak takhir diperbolehkan dalam kondisi:
- Hujan deras atau cuaca buruk.
- Perjalanan jauh (safar), baik untuk dinas maupun pribadi.
- Sakit atau kondisi tubuh lemah yang menyulitkan sholat tepat waktu.
- Rasa takut atau ancaman keamanan, seperti konflik atau bahaya lain.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051591/original/000650000_1657289366-IMG_20220526_150737_149.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3449235/original/059554400_1620241444-000_99C2KT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3235896/original/046311000_1777366243-pp.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860530/original/010220100_1777609466-pp.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)