Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat, Lengkap Niat dan Waktu Terbaik Menjalankannya

Tata cara sholat dhuha sama dengan sholat sunnah pada umumnya yakni diawali dengan niat dan diakhiri salam.

Diperbarui 13 Juni 2025, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholat Dhuha adalah salah satu sholat sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan, terutama dalam hal menarik rezeki dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pelaksanaannya yang fleksibel dan ringan menjadikan tata cara sholat Dhuha 2 rakaat sangat sesuai diamalkan oleh siapa pun yang ingin memulai hari dengan keberkahan.

Dalam Islam, tata cara sholat Dhuha 2 rakaat ini bisa dilakukan mulai dari matahari setinggi tombak atau sekitar pukul 07.00 hingga sebelum masuk waktu dzuhur, dengan waktu terbaik antara pukul 08.00 hingga 10.00 pagi.

Menurut kitab Fiqh Sunnah oleh Sayyid Sabiq, disebutkan bahwa sholat Dhuha minimal dilakukan dua rakaat dan maksimal delapan rakaat, dengan salam setiap dua rakaat. Selain itu, dalam Buku Saku: Panduan Shalat Sunnah Rawatib yang diterbitkan oleh Pustaka Ibnu Umar, dijelaskan bahwa sholat Dhuha adalah bentuk sedekah bagi seluruh persendian manusia setiap hari, sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat Muslim,

“Pada tiap-tiap pagi, tiap-tiap ruas tulang dari kalian harus disedekahi… dan dua rakaat Dhuha mencukupi semua itu.”

Berikut ini Liputan6.com ulas selengkapnya, Jum’at (13/6/2025).

Niat Sholat Dhuha

Mengucapkan niat sholat dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunnah menurut madzhab Syafi’i dan Hambali. Fungsi dari mengucap niat sholat dhuha sendiri adalah untuk mengingatkan hati sehingga lebih mantap dan khusyu’ dalam menjalankan sholatnya. Membaca niat ini termasuk dalam tata cara sholat dhuha 2 rakaat.

Selain itu, niat sholat dhuha cukup dilafalkan di dalam hati saja. Karena mengucap niat sholat dhuha adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan) dan bid'ah (tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Terlepas dari perbedaan tersebut, bacaan niat sholat dhuha pada umumnya adalah:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushalli sunnatadh Dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah taala."

 

Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

Berikut tata cara sholat dhuha 2 rakaat yang benar, antara lain:

1. Niat sholat dhuha, seperti yang sudah dilafalkan di atas.

2. Takbirotul Ihram, sambil membaca “Allahu Akbar”

3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)

Berikut bacaan doa Iftitah : “Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila. Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.”

4. Membaca surat Al-Fatihah

Berikut bacaan surat Al-Fatihah: “Bismillahir-rahmanir-rahim, Al-hamdu lillahi rabbil-'alamin, Ar-rahmanir-rahim, Maliki yaumid-din, Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, Ihdinas-siratal-mustaqim, Siratallazina an'amta 'alaihim gairil-magdubi 'alaihim wa lad-dallin.”

5. Membaca surat Ad-Dhuha

Berikut bacaan surat Ad-Dhuha: “Wad duhaa,  Wal laili iza sajaa, Ma wad da'aka rabbuka wa ma qalaa, Walal-aakhiratu Khairul laka minal-uula, Wa la sawfa y'utiika rabbuka fatardha, Alam yajidka yatiiman fa aawaa, Wa wa jadaka dhallaan fahada, Wa wa jadaka 'aa-ilan ga aghnaa, Fa am mal yatiima fala taqhar, Wa am mas saa-ila fala tanhar, Wa amma bi ni'mati rabbika fa haddis.”

6. Rukuk dengan tuma'ninah

Doa rukuk: “Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)

7. I'tidal dengan tuma’ninah

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

“Sami’allaahu liman hamidah.”

“Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.”

8. Sujud dengan tuma’ninah

Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas sholat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua sujud dan membaca:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

10. Sujud kedua dengan tuma’ninah

Selesai melakukan duduk diantara dua sujud, lalu sujud kedua dengan meletakkan dahi di alas sholat. Ketika turun ke sujud kedua sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

11. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

12. Membaca surat Al-Fatihah

13. Membaca surat As-Syams

Bacaan surat As-Syams: “Wasy-syamsi wa ḍuḥāhā, Wal-qamari iżā talāhā, Wan-nahāri iżā jallāhā, Wal-laili iżā yagsyāhā, Was-samā'i wa mā banāhā, Wal-arḍi wa mā ṭaḥāhā, Wa nafsiw wa mā sawwāhā, Fa al-hamahā fujụrahā wa taqwāhā, Qad aflaḥa man zakkāhā, Wa qad khāba man dassāhā, Każżabaṡ ṡamụdu biṭagwāhā, Iżimba'aṡa asyqāhā, Fa qāla lahum rasụlullāhi nāqatallāhi wa suqyāhā, Fa każżabụhu fa 'aqarụhā fa damdama 'alaihim rabbuhum biżambihim fa sawwāhā, Wa lā yakhāfu 'uqbāhā. ”

14. Rukuk dengan tuma'ninah

15. I'tidal dengan tuma'ninah

16. Sujud dengan tuma'ninah

17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

18. Sujud kedua dengan tuma'ninah

19. Tasyahud Akhir dengan tuma'ninah

Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) serta membaca:

“Attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayy1baatu lillaah. Assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. Assalaamualainaa wa’alaa 'ibaadillaahish shaalihhn. Asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. Allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. Wa alaa aali sayyidinaa muhammad. Kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. Wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. Kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. Wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”

20. Salam

21. Membaca doa setelah sholat dhuha

Doa Setelah Sholat Dhuha

Tata cara sholat dhuha 2 rakaat yang terakhir adalah membaca doa setelah sholat dhuha. Sebenarnya tidak ada doa khusus atau hadis yang sahih dari Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam mengenai bacaan doa setelah selesai sholat dhuha. Namun, ada satu doa setelah sholat dhuha yang biasanya dipanjatkan yaitu:

اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

Arab-latin: Allahumma innad Dhuhaa Dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. Allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu'siron fayassirhu, wainkaana harooman fathohhirhu, wainkaana ba'iidan faqorribhu, bihaqqi Dhuhaaika, wabahaaika, wajaamalika, waquwwatika, waqudrotika, aatini maa'ataita 'ibaadakash-sholihiin.

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya waktu Dhuha adalah Dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah apabila rezekiku berada di langit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq Dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang saleh."

 

Waktu Terbaik Menjalankan Sholat Dhuha

Setelah mengetahui tata cara sholat dhuha 2 rakaat dan doa setelah sholat, alangkah lebih baik apabila anda juga mengetahui waktu terbaik untuk menjalankan sholat dhuha. Waktu sholat dhuha sendiri terbagi menjadi dua bagian:

1. Awal Waktu Sholat Dhuha

Untuk awal waktu sholat dhuha ini dimulai 20 menit setelah Matahari terbit. Ini sesuai dengan keterangan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin ‘Abasah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (HR. Muslim)

2. Akhir Waktu Sholat Dhuha

Akhir waktu sholat dhuha ini adalah 15 menit sebelum masuk waktu sholat zhuhur. Namun waktu terbaik atau utama mengerjakan sholat dhuha adalah di waktu yang akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang semakin panas. Itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam. Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan sholat dhuha (di awal pagi). Dia berkata,

“Tidakkah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sholat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)

Keutamaan Sholat Dhuha

1. Sebagai Sedekah untuk Seluruh Persendian

Sholat Dhuha dianggap sebagai bentuk sedekah untuk setiap sendi tubuh manusia yang digunakan setiap hari. Rasulullah SAW bersabda:

“Di setiap persendian manusia diwajibkan sedekah setiap harinya. Menegakkan keadilan antara dua orang adalah sedekah, menolong seseorang menaikkan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah... dan dua rakaat yang dilakukan pada waktu Dhuha mencukupi semuanya.” (HR. Muslim no. 720)

2. Membuka Pintu Rezeki

Sholat Dhuha diyakini sebagai salah satu sebab datangnya rezeki yang luas dan berkah. Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman:

“Wahai anak Adam, sholatlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang (waktu Dhuha), niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu hingga akhir hari.” (HR. Tirmidzi no. 475, hasan sahih)

3. Dicatat Sebagai Ahli Ibadah

Orang yang rutin sholat Dhuha termasuk dalam golongan orang yang kembali kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam ibadah. Dari Abu Darda’ RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi no. 475)

4. Menghapus Dosa-Dosa Kecil

Sholat Dhuha menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil, sebagai bentuk taubat dan pendekatan diri kepada Allah. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata:

"Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku tiga perkara, yakni berpuasa tiga hari tiap bulan, dua rakaat Dhuha, dan sholat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari no. 1178 dan Muslim no. 721)

5. Dicintai oleh Rasulullah SAW

Rasulullah SAW menjadikan sholat Dhuha sebagai amalan tetap yang beliau wasiatkan kepada para sahabat terdekatnya. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata:

"Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat Dhuha dan menyuruh kami untuk senantiasa menjaganya." (HR. Bukhari dan Muslim)

QnA tentang Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

Q: Apa itu sholat Dhuha?

A: Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu pagi setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu dzuhur. Sholat ini memiliki banyak keutamaan, salah satunya sebagai bentuk sedekah bagi seluruh persendian tubuh.

Q: Berapa rakaat minimal dan maksimal sholat Dhuha?

A: Minimal sholat Dhuha adalah 2 rakaat, dan maksimalnya bisa 8 rakaat, dikerjakan dua rakaat-dua rakaat (dengan salam setiap dua rakaat).

Q: Apakah sholat Dhuha harus dilakukan setiap hari?

A: Tidak wajib dilakukan setiap hari, tetapi sangat dianjurkan untuk rutin dikerjakan karena manfaat dan pahalanya yang besar. Bahkan Rasulullah SAW mewasiatkan kepada sahabat Abu Hurairah agar tidak meninggalkan sholat Dhuha.

Q: Apa surah pendek yang dianjurkan dalam sholat Dhuha 2 rakaat?

A: Tidak ada surah wajib, namun disunnahkan membaca surat seperti Ad-Dhuha atau Asy-Syams karena memiliki makna yang selaras dengan waktu Dhuha.

Q: Apa keutamaan sholat Dhuha 2 rakaat?

A: Keutamaannya antara lain sebagai sedekah untuk seluruh persendian, mendatangkan rezeki, dan menjadi penghapus dosa-dosa kecil. Rasulullah SAW bersabda bahwa:

"Dua rakaat Dhuha dapat mencukupi kewajiban sedekah tiap persendian tubuh," (HR. Muslim).

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6