Arti Gengsi Adalah Merujuk Harga Diri, Ketahui Ciri, Dampak Psikologis, dan Cara Mengatasinya

Gengsi diciptakan dari pencapaian, keahlian, karakteristik, dan perilaku yang mengagumkan.

Diperbarui 12 Juni 2025, 08:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apa arti gengsi? Memahami arti gengsi adalah bagian dari harga diri dan martabat yang dimiliki seseorang dari persepsi orang lain. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menjelaskan gengsi adalah kehormatan dan pengaruh, harga diri, serta martabat.  

Melansir dari Psychology Today, berlebihannya gengsi adalah dibentuk oleh manusia sebagai benteng terluar untuk menutupi kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. 

Seringkali, gengsi adalah topeng untuk menutupi kekurangan dalam diri seseorang, contohnya dengan kebohongan. Seseorang bisa memiliki gengsi adalah melalui sebuah pencapaian, keahlian, karakteristik, dan perilaku yang mengagumkan.

Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang gengsi, ciri, dampak, dan cara mengatasinya, Kamis (12/6/2025).

Memahami Gengsi

Gengsi adalah istilah yang merujuk pada harga diri seseorang. KBBI menjelaskan arti gengsi adalah kehormatan dan pengaruh, harga diri, serta martabat. Dicontohkan pada kalimat, “tindakannya hanya untuk menjaga gengsinya.”

Dalam jurnal berjudul Pengaruh Gaya Hidup, Prestise dan Kelompok Referensi Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Konsumen Taiwan Tea House Semarang) oleh Alvina Fajar Wibowo dan Eko Suseno Hendro Riyadi mengutip Kuenzel dan Halliday, arti gengsi adalah persepsi orang lain, pendapat yang dihargai, dihormati, dikagumi atau terkenal.

Hal yang sama diungkap oleh Atmodjo, gengsi adalah keadaan di mana seseorang merasa mempunyai kebanggaan tersendiri, pada saat mengkonsumsi barang dan jasa tertentu. Setiap orang yang normal membutuhkan penghargaan diri dan penghargaan dari lingkungannya.

“Semakin tinggi status dan kedudukan seseorang semakin tinggi pula kebutuhan prestise (gengsi) diri yang bersangkutan,” dijelaskan.

Meski demikian, gengsi berlebihan tidak pula dibenarkan. Melansir dari Psychology Today, berlebihannya gengsi adalah dibentuk oleh manusia sebagai benteng terluar untuk menutupi kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri.

Pada sebagian orang, gengsi yang terlalu tinggi atau berlebihan membuatnya terbiasa untuk berbohong. Seakan-akan keadaan baik itu nyata, padahal kenyataan yang sebenarnya tidak demikian.

Seseorang bisa memiliki gengsi adalah melalui sebuah pencapaian, keahlian, karakteristik, dan perilaku yang mengagumkan. International Encyclopedia of the Social Sciences menjelaskan kekuatan yang melekat pada seseorang bergengsi adalah berkualitas dan tidak dipaksakan.

Ciri Perilaku Gengsi

Sebuah studi oleh Prastiti dkk. (2023) dalam jurnal TRENDING – Vol 3 No 2 menegaskan bahwa “gengsi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumtif berlebihan”, terutama pada pengguna marketplace yang terbawa tekanan media sosial dan kurang kontrol diri. Ini membuktikan bahwa gengsi bukan hanya motivasi sosial biasa, tetapi bisa memicu pilihan konsumtif yang tidak rasional.

Sementara teori psikologi evolusi dalam dual strategies theory menyebut gengsi atau prestise sebagai salah satu cara mencapai status sosial—melalui keterampilan, kebaikan, atau memberi manfaat kepada orang lain. Namun hal ini bisa berubah menjadi gengsi berlebihan jika individu terlalu bergantung pada pengakuan eksternal hingga merugikan diri sendiri.

Berdasarkan riset Maung Thawnghmung (Oxford Research Encyclopedia of Asian History, 2024), orang yang terlalu mementingkan gengsi sering menunjukkan perilaku seperti pengejaran status, kecemasan sosial, dan konsumsi berlebihan. Ciri ini terkait erat dengan tekanan mempertahankan citra sosial.

10 Ciri Orang Gengsian:

  1. Mengejar barang mewah – membeli produk branded untuk menaikkan citra.
  2. Suka pamer prestasi – membagikan capaian di media sosial untuk validasi.
  3. Takut dinilai remeh – enggan tampil sederhana karena khawatir dianggap inferior.
  4. Sering membandingkan diri – membandingkan kendaraan, rumah, atau gaya hidup dengan orang lain.
  5. Kecemasan sosial tinggi – gelisah jika dianggap tidak memenuhi ekspektasi lingkungan.
  6. Cenderung sembunyikan kelemahan – menutupi kekurangan demi menjaga image.
  7. Mudah terpengaruh tren – cepat ikut hype agar tetap dianggap keren.
  8. Suka mengambil posisi unggul – memilih jabatan atau tugas agar dihargai.
  9. Mengukur harga diri dari penilaian orang lain – kebahagiaan sangat tergantung pujian publik.
  10. Sulit menolak – melakukan aktivitas yang tak disukai demi tidak bikin malu.

 

Dampak Psikologis Perilaku Gengsi

Penelitian tentang efek moral licensing dan prestise melansir dari reddit.com dan researchgate.net, menunjukkan bahwa gengsi yang berlebihan bisa memicu perilaku antisosial atau defensif, karena individu merasa harus mempertahankan citra baiknya di mata orang lain.

11 Dampak Psikologis Perilaku Gengsi:

  1. Stres kronis – tekanan untuk tampil sempurna menyebabkan kecemasan tinggi.
  2. Depresi – jika ekspektasi gengsi tak tercapai, kepercayaan diri runtuh.
  3. Konsumsi impulsif – membeli barang berlebih demi menjaga citra.
  4. Utang menumpuk – belanja berlebihan memicu masalah finansial.
  5. Perfeksionisme – takut dinilai rendah, cenderung tidak pernah puas.
  6. Hubungan rapuh – fokus gengsi mengabaikan kualitas interaksi pribadi.
  7. Burnout – upaya mempertahankan status sosial berlebihan melelahkan.
  8. Kurangnya otonomi – hidup hanya diarahkan oleh penilaian orang lain.
  9. Risiko pola narsistik – gengsi berlebihan bisa berkembang jadi pencitraan ekstrem.
  10. Perilaku defensif – sensitif terhadap kritik, cepat tersinggung.
  11. Keputusan moral terganggu – moral licensing membuat orang merasa berhak melanggar norma setelah mendapat apresiasi.

 

Cara Mengatasi Gengsi Berlebihan

Ada cara mengatasi gengsi berlebihan, tentu saja meminimalisir dampak buruknya yang dapat menghancurkan diri sendiri. Ini penjelasan cara mengatasi gengsi berlebihan yang Liputan6.com lansir dari berbagai sumber:

1. Mengakui Kelemahan Diri

Cara mengatasi gengsi berlebihan adalah mulailah mengakui kelemahan diri sendiri. Alih-alih memilih menutupinya dengan kebohongan, mulai kembangkan kemapuan diri menjadi lebih baik lagi.

2. Belajar dari Pengalaman

Cara mengatasi gengsi berlebihan adalah tak ragu untuk belajar dari pengalaman. Mulailah melakukan identifikasi kelemahan diri dan mencari jalan untuk mengatasinya dengan tepat. Sebisa mungkin hindari menutupinya dengan kebohongan

3. Menjadi Diri Sendiri

Apabila sudah memahami kelemahan diri, tetaplah menjadi diri sendiri dan jangan mencoba menjadi orang lain. Cara mengatasi gengsi berlebihan adalah tidak memaksakan diri mengikuti atau meniru orang lain, yang padahal belum tentu sesuai dengan kepribadian atau keadaan.

4. Tidak Membanding-bandingkan

Cara mengatasi gengsi berlebihan adalah tidak membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Ini berhubungan dengan pencapaian. Rasa gengsi bisa membuat seseorang merasa tidak cukup.

Mulai pahami, harga diri setiap orang bersifat subjektif dan tidak dapat dibandingkan dengan satu sama lain. Hadapi dengan rasa syukur dan menerima diri.

Cara Mengatasi Gengsi Berlebihan Selanjutnya

5. Mengelola Emosi

Cara mengatasi gengsi berlebihan adalah mulai pahami cara mengelola emosi, menang dan kalah itu hal yang lumrah. Termasuk mulai menghindari sifat keras kepala.

Keras kepala membuat seseorang merasa pendapatnya paling benar dan menolak pandangan dari orang lain. Ini membuat seseorang merasa sulit menerima kritik.

6. Mulai Menerima Kritik

Mulailah mengubah pola pikir dan menerima apa-apa yang disampaikan oleh orang lain tentang diri. Cara mengatasi gengsi berlebihan adalah menerima kritik, ini membuat seseorang lebih mudah untuk mengembangkan dirinya sendiri.

7. Meminta Maaf dan Berterimakasih

Cara mengatasi gengsi berlebihan adalah mulai membiasakan diri meminta maaf dan berterimakasih. Meminta maaf mengajarkan seseorang untuk selalu menjadi pribadi yang rendah hati.

Ini berlaku pula apabila seseorang mendapatkan bantuan dari orang lain. Selalu berupaya berterimakasih ketika sudah menerima kebaikan atau pertolongan dari orang lain.

Hal tersebut menunjukkan seseorang begitu menghargai orang lain, serta dapat memberikan emosi positif pada orang lain dan diri sendiri tanpa disadari. Itulah cara mengatasi gengsi berlebihan yang bisa dicoba.

Q&A

Apa itu gengsi?

Gengsi adalah perasaan ingin dihargai atau dipandang tinggi oleh orang lain.

Apakah gengsi selalu negatif?

Tidak selalu—bisa motivator positif, tapi berlebihan jadi problem jika mengorbankan diri atau orang lain.

Apa pemicu gengsi berlebihan?

Peer pressure, media sosial, lingkungan kompetitif.

Bagaimana cara mengurangi gengsi?

Fokus pada nilai intrinsik, kontrol diri, dan pentingkan kualitas hidup ketimbang citra

Apa perbedaan gengsi dan prestise?

Prestise sehat berdasar kapabilitas; gengsi lebih soal penampilan sosial dan pengakuan.

Bisakah gengsi hilang?

Bisa, dengan kesadaran diri, terapi, serta support sistem yang mendorong penerimaan diri.

Kapan perlu bantuan profesional?

Bila gengsi menyebabkan masalah serius seperti depresi, kecanduan belanja, atau gangguan hubungan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6