33 Jenis Jajanan Pasar Tradisional Khas Nusantara yang Enak dan Unik

Jenis jajan pasar tradisional dan kekinian bisa menjadi camilan di kala santai.

Diperbarui 08 Juni 2025, 11:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Jajanan pasar adalah bagian dari heritage kuliner Indonesia yang kaya akan nilai budaya, cita rasa, dan estetika lokal. Menurut penelitian oleh Astuningtyas (2017) dalam jurnal etnomatematika, jajanan pasar mencakup berbagai manisan tradisional yang awalnya hanya dijual di pasar tradisional, dan keberadaannya tetap populer karena harga terjangkau, rasa otentik, dan keberagaman tekstur serta bentuk.

Selain nilai budaya, studi oleh Enggriani et al. di Tourism Research Journal (Jabodetabek, 2023) yang dipublikasikan semanticscholar.org menegaskan bahwa jajanan pasar juga menjadi daya tarik wisata kuliner, mendukung pelestarian resep turun-temurun, serta meningkatkan pendapatan pedagang lokal karena inovasi menu dan perhatian terhadap kebersihan.

Penelitian lebih lanjut dari SEIKO : Journal of Management & Business (2024) menunjukkan bahwa generasi muda (Gen Z) tetap memilih jajanan pasar sebagai pilihan camilan utama berdasarkan kualitas—rasa, bahan baku, dan tampilan—serta kesesuaian harga dengan anggaran mahasiswa.

Hal ini menggambarkan bahwa jajanan pasar tak hanya sekadar makanan ringan, tetapi juga sebuah industri kreatif dan budaya yang dinamis, di mana kualitas produk dan inovasi memainkan peran penting dalam menjaga relevansi di era modern. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (8/6/2025) tentang jajanan pasar.

Jajanan Pasar

Jajanan pasar tumbuh seiring perkembangan pasar tradisional sebagai pusat distribusi bahan pangan lokal. Dokumen etnologis dari repository USD menyebutkan bahwa mulai zaman dahulu, kue basah menjadi camilan masyarakat dan dijual di pasar, lalu menyebar sebagai simbol budaya kedaerahan.

Sedangkan penelitian Astuningtyas (2017) menunjukkan jajanan pasar menjadi bagian dari pembelajaran budaya dan matematika masyarakat, memperkuat identitas sosial melalui bentuk, warna, dan pola tradisional.

Onde-Onde

Onde-onde terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen. Onde-onde berasal dari Tiongkok yang kemudian menyebar ke Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.

Putu

Kue putu termasuk jenis jajan pasar yang unik. Kue ini biasa dijual dengan gerobak dengan bunyi yang khas. Kue putu terbuat dari butiran kasar tepung beras, parutan kelapa yang dimasak di dalam tabung bambu kecil dan diisi dengan gula merah.

Lemper

Lemper merupakan salah satu jenis jajan pasar yang populer hampir di seluruh Indonesia. Lemper merupakan camilan ketan beras dengan isi ayam atau abon, yang dibalut dengan daun pisang.

Carabikang

Carabikang terbuat dari tepung beras debfab rasa manis dan memiliki tekstur lembut dan berserat. Carabikang bisa dijumpai di pasar tradisional. Kue ini berbentuk seperti bunga merekah dengan warna yang cantik.

Serabi

Serabi termasuk kue basah yang khas di Indonesia. Ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis yang menggunakan kinca (gula merah cair) dan serabi asin dengan atau tanpa taburan oncom yang telah dibumbui di atasnya. Jenis serabi lainnya yang berasal dari Solo terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan dan dipanggang di atas arang mirip panekuk.

Lumpia

Lumpia merupakan jenis jajan pasar populer yang berasal dari Semarang. Lumpia adalah jajanan yang terdiri dari kulit dan isian. Gorengan satu ini biasanya memiliki isian rebung, dan memiliki dua varian yaitu lumpia basah dan lumpia kering.

Klepon

Klepon terbuat dari tepung beras ketan yang dibentuk seperti bola-bola kecil dan diisi dengan gula merah lalu direbus dalam air mendidih. Klepon yang sudah masak lalu digelindingkan di atas parutan kelapa agar melekat.

Pastel

Jenis jajanan pasar berikutnya adalah pastel. Pastel memiliki rasa yang gurih dan renyah, sehingga banyak orang menyukainya. Apalagi, isi dari pastel bisa dibuat beragam. Ada yang isinya sayuran, ada pula yang diisi dengan tambahan telur atau daging. Menyantapnya dengan cabe rawit begitu nikmat.

Apem

Apem merupakan jenis jajan pasar yang terbuat dari tepung beras dan campuran telur, santan, gula dan tape serta sedikit garam. Adonan apem dibakar atau dikukus dan memilki rasa manis khas tape. Kue apem diyakini dibawa Ki Ageng Gribig yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya. Kue apem bahkan masuk dalam kekayaan budaya Jawa.

Cucur

Kue cucur termasuk jenis jajan pasar yang banyak ditemui di tempat jajanan pasar. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras dan gula aren yang digoreng. Kue ini tebal menggembung seperti gunung di bagian tengah dan tipis di pinggirannya. Di Indonesia, khususnya Jakarta, makanan ini termasuk makanan adat artinya pada upacara-upacara adat budaya Betawi.

Bakwan

Bakwan merupakan gorengan yang mungkin bisa ditemukan di mana saja. Jenis jajan pasar yang biasanya berbentuk mangkok ini terdiri dari adonan tepung berisi sayuran dengan rasa yang begitu lezat. Apa alagi jika ditambahkan dengan cabai rawit atau saus sambal.

Bolu kukus

Kue basah yang banyak ditemukan selanjutnya adalah bolu kukus. Kue ini terbuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, susu, soda, dan perisa tambahan seperti vanila atau cokelat. Bolu kukus memiliki tampilan mirip cupcake dengan kue yang merekah dan lembut ketika masuk ke dalam mulut.

Jajanan Pasar Selanjutnya

Di Jabodetabek, jajanan pasar sangat memengaruhi perkembangan UMKM dan sektor pariwisata kuliner. Penelitian Enggriani et al. (2023) mengungkapkan bahwa jajanan pasar bukan hanya fungsi kuliner, tapi juga sebagai atraksi wisata dan penggerak ekonomi lokal—terutama setelah inovasi dan pengelolaan kebersihan diterapkan.

Risoles

Risoles merupakan salah satu jenis jajan pasar yang tak kalah banyak digemari. Risoles merupakan jajanan yang dibalut tepung panir, yang biasanya berisi sayuran. Namun, sekarang ini sudah banyak variasinya, yaitu dengan topping modern seperti keju, mayonaise, smoked beef, dan lain-lain.

Dadar gulung

Dadar gulung merupakan kue basah yang terdiri dari kulit dadar tipis terbuat dari tepung. Kulit ini kemudian diisi dengan parutan kelapa yang telah dicampur dengan gula jawa. Isi kemudian digulung bersama kulit. Kulit dadar gulung biasanya berwarna hijau karena diberi pewarna daun suji.

Cente manis

Cente manis merupakan kue khas Betawi yang terbuat dari hunkwe. Jenis jajan pasar ini biasanya dibungkus dengan plastik atau dicetak dengan cetakan berbentuk bunga. Kue cente manis juga biasanya ditambahkan campuran sagu mutiara yang memberi tampilan yang cantik.

Klapertaart

Klappertart merupakan kue khas Manado yang sangat populer. Kue ini berbahan dasar kelapa, tepung terigu, susu, mentega dan telur. Klappertart termasuk ikon kuliner di Sulawesi Utara. Klappertart tersedia dalam bentuk padat yang dipanggang atau lembut menyerupai custard.

Kue ku

Kue ku atau juga dikenal sebagai kue kura-kura merah termasuk jajanan yang paling sering ditemukan di pasaran. Kue ini berbentu bulat atau oval dengan motif menyerupai cangkang kura-kura. Kue ku terbuat dari kulit ketan yang lengket dan lembut dengan isian manis di tengahnya. Isi kue ku biasanya kacang hijau atau kacang tanah dan gula.

Wingko

Wingko babat terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan kelapa parut muda dan gula pasir. Wingko biasanya berbentuk bundar biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko babat punya tekstur yang kenyal dan halus. Camilan ini punya rasa manis yang legit. Wingko babat yang terkenal di Lamongan adalah Wingko Babat Loe Lan Ing.

Cenil

Cenil dibuat dari tepung singkong/tapioka, dibentuk dadu berwarna, diselimuti kelapa parut, dan disajikan dengan siraman gula cair. Studi sejarah makanan menunjukkan cenil telah ada sejak era Mataram dan punya makna gotong-royong, jadi camilan warna-warni penuh nuansa budaya.

Kue Lumpur

Kue lumpur terbuat dari santan, kentang, tepung terigu, dan telur. Sebagai pewangi digunakan vanila dan sering kali diberi hiasan kismis dan kelapa muda iris di permukaannya. Kue lumpur terinspirasi dari kue khas Portugis yang disebut pasteis de nata.

Getuk

Jenis jajan pasar getuk ini terbuat dari bahan singkong rebus. Biasanya, getuk yang paling populer adalah getuk lindri. Bentuknya seperti mi yang dipadatkan dan dipotong kotak-kotak memanjang. Getuk lindri disajikan dengan parutan kelapa yang gurih dan sedikit gula pasir.

Nagasari

Nagasari terbuat dari tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula yang diisi pisang. Pisang yang biasa digunakan sebagai isi adalah pisang jenis pisang raja. Kue ini biasanya dibalut dengan daun pisang lalu dikukus.

Kue talam

Kue talam umumnya dibuat dengan bahan baku tepung-tepungan seperti tepung beras, tepung singkong (tapioka), tepung terigu atau tepung sagu. Kue talam biasanya berlapis. Tepung beras, tapioka, dan gula merah dubuat adonan dan direbus lalu dicurahkan sehingga membentuk 4 lapisan. Kemudian tepung maizena & santan direbus dan dicurah pada lapisan paling atas. Sedangkan garam & daun pandan merupakan pelengkap dalam setiap adonan.

Gemblong

Gemblong adalah salah satu macam-macam kue basah tradisional yang banyak ditemukan dalam jajanan pasar. Kue ini terbuat dari adonan tepung beras ketan putih yang diuleni hingga kalis dan dibentuk bulat seperti bola. Adonan kemudian dibentuk bulat dan digoreng, setelah dingin dilapisi dengan larutan gula aren.

Panada

Selain Klappertart, Sulawesi Utara juga punya Panada sebagai camilan. Kue dengan bentuk mirip paste ini berisi suwiran ikan cakalang dimasak dengan bawang merah, daun jeruk, kemangi, cabe merah, daun bawang. Panada sudah ada di Minahasa sejak bangsa Spanyol memasuki wilayah ini.

Arem‑Arem

Arem-arem terdiri dari nasi yang dimasak dengan santan, dibungkus daun pisang, dan diberi isian sayur, tempe, atau abon. Makanan ini salah satu varian lontong isi yang umum ditemukan di pasar dan upacara tradisional, menawarkan alternatif gurih yang mudah dikemas dan dikonsumsi.

Jajanan Pasar

Menurut Retno Agung Kartiko (2019) yang dipublikasikan repo.poltekkesdepkes-sby.ac.id, kualitas jajanan pasar dapat ditinjau dari aspek fisik, kimia, dan mikrobiologis. Penelitian di Pasar Maospati (Magetan) menemukan bahwa banyak jajanan tradisional menggunakan bahan alami, namun perlu perhatian lebih terhadap kebersihan proses produksi agar tetap aman dikonsumsi.

Pukis

Kue pukis terbuat dari adonan telur, gula pasir, tepung terigu, ragi dan santan. Adonan itu kemudian dituangkan ke dalam cetakan setengah bulan serta dipanggang di atas api. Pukis biasanya diberi taburan cokelat, keju, sukade, atau selai.

Kue pancong

Kue pancong juga dikenal dengan nama bandros. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, kelapa parut, daun suji dan santan. Kue ini biasanya dihidangkan dengan taburan gula pasir. Bentuk kue ini mirip dengan kue pukis karena memang dicetak pada cetakan yang serupa.

Bolu kukus

Kue basah yang banyak ditemukan selanjutnya adalah bolu kukus. Kue ini terbuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, susu, soda, dan perisa tambahan seperti vanila atau cokelat. Bolu kukus memiliki tampilan mirip cupcake dengan kue yang merekah dan lembut ketika masuk ke dalam mulut.

Kue cubit

Kue cubit terbuat dari campuran susu dan tepung terigu. Kue ini sangat terkenal di Jakata dan sekitaranya. Dinamakan kue cubit karena ketika kue matang, kue ini diambil dengan alat penjepit yang akan terlihat seperti dicubit.

Kue sus

Kue sus adalah kue berbentuk bundar dengan rongga berisi fla, custard, atau daging. Kue sus dengan isi vla atau custard disajikan setelah didinginkan di lemari es, karena vla atau custard yang berbahan baku susu mudah menjadi basi. Kue ini banyak dihidangkan bersama jajanan pasar lainnya.

Lapis legit

Lapis legit atau spekuk adalah salah satu jenis kue basah tradisional dari Indonesia. Kue ini pertama kali dikembangkan pada masa kolonial Belanda di Indonesia yang terinspirasi dari kue lapis Eropa. Kue ini memiliki rasa kaya rempah karena terbuat dari campuran kapulaga, kayu manis, cengkih, bunga pala, dan adas manis.

Wajik

Wajik—berbahan ketan, gula kelapa, dan santan—merupakan jajanan semi-basah bentuk wajik (belah ketupat). Dalam Journal of Ethnic Foods (2024) dijelaskan wajik memiliki tekstur kenyal, alami sebagai konsep pangan pengawet alami, dan punya nilai ritual sebagai bagian dari selametan Jawa

Q&A

Apa definisi jajanan pasar?

Jajanan pasar adalah camilan tradisional dari kue basah, manisan, dan gorengan yang umumnya dijual di pasar tradisional sebagai bagian warisan budaya local.

Apa bedanya jajanan pasar dengan camilan modern?

Jajanan pasar dibuat dari resep tradisional, bahan lokal alami, disiapkan secara manual, dan merefleksikan budaya, berbeda dengan camilan modern yang lebih diproduksi massal dan memakai bahan sintetis.

Mengapa jajanan pasar penting bagi UMKM?

Karena pasarnya stabil, mudah diproduksi oleh UMKM kecil, memiliki potensi ekonomi besar (terutama jika dikemas dan dipromosikan sebagai wisata kuliner).

Bagaimana kebersihan dan kualitasnya dijamin?

Penelitian Kartiko (Magetan) menyoroti pentingnya kontrol aspek fisik, kimia, dan mikrobiologis dalam jajanan pasar agar aman dikonsumsi.

Kenapa jajanan pasar diminati generasi muda?

Generasi Z menyukai jajanan pasar karena rasanya autentik, tampilannya menarik, dan harga sesuai kantong mahasiswa.

Apa peran jajanan pasar dalam pelestarian budaya?

Alternatif ini menjaga resep lokal tetap hidup, menyampaikan identitas daerah, dan jadi sarana belajar budaya maupun sejarah pangan.

Bagaimana cara mengikuti tren kekinian dengan jajanan pasar?

Banyak produsen menginovasi rasa (matcha, cokelat), kemasan modern, dan branding Instagramable, sambil menjaga akar tradisional dan bahan asli.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6