Sukses

Cara Bedakan Batik Tulis dan `Printing`

Batik kini sudah mengikuti perkembangan zaman, tidak hanya dipakai oleh orang dewasa untuk acara formal, tetapi juga anak muda.

Karena itu, para desainer berusaha menampilkan model batik sesuai dengan kebutuhan. "Kini sudah banyak sekali desainer Indonesia yang mengikuti perkembangan mode sehingga batik hadir dengan motif dan bentuk yang beraneka ragam. Namun hati-hati karena ada juga yang tidak menggunakan batik asli," kata Pecinta Batik dan Penulis Buku Gaya Batik Ibu Bekerja, Anna Octavian, Senin (4/11/2013).

Kepopuleran batik membuat banyak perajin memproduksi tak hanya batik tulis, melainkan batik cetak. Selain untuk mengejar banyaknya produksi, juga kecepatan waktu produksi. Tapi bila Anda tetap ingin memilih batik tulis, berikut cara bedakan antara batik tulis dan batilk cetak:


1. Perhatikan Warna Batik

Batik yang asli memiliki warna yang natural, sedangkan tekstil bermotif batik warnanya sintetik, tidak alami dan buram.

Melihat pekerjaannya yang menggunakan tangan, motif batik asli akan terlihat tidak beraturan. Berbeda yang menggunakan mesin, motifnya lebih beraturan atau rapi namun menghilangkan nilai seni batik.

2. Rasakan Teksturnya

Batik yang asli bila dipegang, kainnya akan mudah jatuh, tidak kaku serta teskturnya lembut. Sedangkan yang tidak asli bila dipegang kainnya kaku serta memiliki tekstur yang relatif kasar.

Hal ini disebabkan sifat pewarna yang hanya menempel pada lapisan luar kain, tidak meresap pada kain seperti halnya batik yang asli.

3. Aroma Khas

Batik memiliki aroma yang khas seperti bau lilin. Sedangkan tekstil bermotif batik mengeluarkan bau minyak yang kuat. Batik asli, sisi dalamnya memiliki motif dan warna yang hampir sama dengan sisi luarnya sedangkan tekstil bermotif batik, bila diperhatikan motif dan warna sisi dalam berbeda jauh dengan sisi luarnya.

4. Harga

"Memang yang sudah paling pasti itu melihat harga dan tempat penjualannya, selain ada beberapa yang diperhatikan batik asli dijual lebih mahal," kata Anna.

Harga mahal karena proses pengerjaannya masih bersifat tradisional. Anna juga menyarankan sebaiknya membeli batik di tempat yang sudah dipasti keasliannya.

(Mia/Abd)