25 Tahun, Pria Autis Dikekang Ibunya, Tak Boleh Gaul

Seorang pria penyandang autisme, dipaksa untuk berpisah dari ibunya yang kasar, untuk tinggal dan dirawat oleh negara.

Diterbitkan 10 September 2013, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Seorang pria penyandang autisme, dipaksa berpisah dari ibunya yang kasar, untuk tinggal dan dirawat oleh negara. Sayang, pria 25 tahun berinisial WMA ini menolak ajakan itu.

Meskipun WMA tinggal dan hidup serumah dengan ibu yang selalu menghina dan membuat mentalnya berantakan, tapi ia tetap ingin tinggal bersama wanita itu, dan tidak ingin berpisah sama sekali.

Menurut laporan yang diterima oleh pihak kejaksaan, WMA jarang diizinkan untuk keluar rumah oleh ibunya, yang diidentifikasi bernama MA.

Selain menyandang autisme, WMA juga tidak memiliki keterampilan sosial yang mumpuni, dan tidak dapat merawat dirinya sendiri karena mengalami gangguan perkembangannya.

Sebenarnya, pemerintah sudah sejak dulu ingin memberikan bantuan kepada MA dan anaknya. Hanya saja, MA selalu menolak setiap pemberian dari pemerintah itu.

MA mengatakan kepada pengadilan, bahwa ia akan bunuh diri bila WMA dirampas dari hidupnya, dan dibiarkan hidup bersama orang lain.

Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (10/9/2013), seorang hakim telah memerintahkan keduanya untuk berpisah selama 2 minggu, untuk memberikan pembekalan mengenai pendidikan dasar kepada WMA.

Akhirnya, WMA diizinkan oleh ibunya untuk mengikuti pelatihan itu, dan WMA pun akhirnya dapat belajar membuat roti, dan menikmati berinteraksi dengan penduduk lain, selama kunjungan singkat di sebuah rumah perawatan.

(Adt/Igw/*)