Cedera Paling Sering Saat Lari, Ternyata Bukan Otot Robek atau Putus

Pelari mesti tahu cedera yang kerap muncul saat atau usai lari.

Diterbitkan 17 April 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cedera merupakan salah satu risiko yang muncul saat berolahraga. Mengenai cedera yang paling banyak muncul saat berolahraga jangan bayangkan robek atau putus jaringan, melainkan inflamasi atau peradangan.

"Cedera olahraga, yang paling sering ditemukan adalah inflamasi. Jadi, sebenarnya bukan robek atau putus, tapi inflamasi yang ditandai dengan nyeri, bengkak, memar," kata dokter spesialis kedokteran olahraga konsultan, Zeth Boroh.

Mengenai jaringan yang paling kerap mengalami cedera, Zeth mengatakan ada pada otot, tendon, lari.  "Pasien saya yang paling banyak cedera itu lari, mungkin karena sekarang banyak yang lari. Pas saya periksa dengan USG, ga ada robekan atau putus, tapi ada inflamasi," kata Zeth.

Ia pun mengingatkan masyarakat yang kini banyak aktif berolahraga untuk memberikan penanganan segera pada inflamasi. Bila usai olahraga merasakan nyeri, bengkak atau memar sebaiknya ditangani.

"Penanganan inflamasi sangat penting karena kalau dibiarkan kan bisa kronik atau jadi kompensasi, maksudnya, awalnya lutut kiri yang cedera terus tetap berolahraga sehingga kaki bertumpu pada kaki kanan, akhirnya lutut kanan ikutan cedera karena kelebihan beban," tutur Zeth dalam peluncuran gel 2-in-1 Thrombovoren di Jakarta pada Kamis, 17 April 2026.

 

Penanganan Inflamasi Usai Berolahraga

Zeth menambahkan pentingnya penanganan untuk inflamasi terutama dalam menangani jika cedera olahraga. Mempercepat proses inflamasi menjadi langkah guna cedera tidak memburuk dan proses penyembuhan berjalan optimal.

Penanganan inflamasi dapat dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), yang bertujuan agar proses inflamasinya cepat selesai dan tidak memperburuk keadaan, setelahnya baru akan disarankan sejumlah terapi.

“Penting untuk mempercepat proses ini juga pemberian anti-inflamasi bisa dengan oral, topikal. Jadi penanganan cedera olahraga memang seharusnya secepat mungkin, bukan hanya sekadar mempercepat proses penyembuhannya, tapi kita juga terapi supaya proses pemburukannya kita hindari,” katanya.

Gel antiinflamasi yang bisa diberikan adalah yang mengandung diclofenac diethylamine karena membantu mengurangi inflamasi dan bengkak. Lalu, yang mengandung heparin sodium untuk membantu mengurangi penggumpalan darah dan mencegah penggumpalan darah makin meluas.