[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: TB di Pasar Senen

Edukasi tuberkulosis di Pasar Senen bahas gejala, diagnosis, terapi, dan resistensi obat. Peran aktif warga penting tekan penyebaran TB.

Diterbitkan 13 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pada weekend di hari Sabtu, 11 April 2026 ini, saya menyampaikan ceramah Tuberkulosis di kawasan Pasar Senen. Acara diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran yang tergabung dalam Asian Medical Student Association (AMSA) dari FKUI. Peserta mulai dari anak-anak, remaja, ibu dan bapak, sampai ibu yang berusia 88 tahun yang masih sangat aktif.

Kegiatan dilakukan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Pasar Senen, jadi tepat di tengah kawasan permukiman yang cukup padat penduduk.

Ada lima hal yang saya sampaikan. Pertama, tentang penyebab dan penularan tuberkulosis; kedua, bagaimana TB diketahui dan didiagnosis; ketiga, tentang obat TB meliputi jenis, lama, dan kepatuhannya; keempat, resistensi Obat Anti TB (OAT); dan kelima, tentang pentingnya peran serta masyarakat dalam penanganan tuberkulosis.

Para peserta sangat antusias, sesuatu yang selalu menggembirakan saya kalau langsung berinteraksi dengan masyarakat di lapangan. Pertanyaan yang diajukan antara lain "keluhan" kenapa ceramah saya tidak menyinggung tentang cuci tangan, apakah vaksin efektif, apa makanan yang tepat bagi pasien TB, dll.

Antusiasme masyarakat grass root level harus terus dijaga dan dipelihara karena merupakan modal dasar penting pengendalian TB di negara kita.

Prof Tjandra Yoga Aditama

Dosen Fakultas Kedokteran sejak 1988, hampir 40 tahun lamanya