Spektrum Penyakit Ginjal Luas, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Sebelum Gejala Muncul

Deteksi dini dan penanganan masalah ginjal kian berkembang, penyakit seperti kanker dapat ditemukan jauh sebelum gejala muncul.

Diterbitkan 10 April 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyakit ginjal memiliki spektrum yang luas, mulai dari batu ginjal, penyakit ginjal kronis, hingga gagal ginjal dan kanker. Maka dari itu, perlu pendekatan perawatan yang lebih terintegrasi untuk mengatasinya.

Hampir separuh kasus kanker ginjal di Indonesia baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Jika sudah memasuki stadium ini, maka pilihan pengobatan menjadi sangat terbatas. Meski teknologi diagnostik telah tersedia, tapi kesadaran masyarakat soal pentingnya kesehatan ginjal masih rendah.

Maka dari itu, dokter spesialis onkologi medis, Tanujaa Rajasekaran memaparkan bahwa saat ini tren penanganan masalah ginjal semakin bergeser. Dari sekadar pengobatan yang bersifat reaktif menuju pencegahan dan deteksi dini. Termasuk melalui perubahan gaya hidup dan penggunaan teknologi diagnostik yang lebih canggih.

Berbagai kemajuan medis terkini telah memungkinkan pendeteksian risiko kanker bahkan sebelum gejalanya muncul. Beberapa inovasi tersebut meliputi tes genetik atau tes berbasis DNA, serta tes Multi-Cancer Early Detection (MCED) yang mampu melacak sinyal kanker di dalam darah jauh sebelum gejala fisik timbul. Inovasi ini memungkinkan dilakukannya intervensi medis yang jauh lebih awal, terutama bagi mereka yang tergolong berisiko tinggi terhadap penyakit kanker.

"Apabila terdeteksi sejak dini, kanker ginjal sangat bisa diobati dan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pemeriksaan berkala dan pencitraan medis (imaging) yang tepat saat gejala atau faktor risiko muncul," ujar Tanujaa dalam keterangannya dikutip pada Kamis (9/4/2026).

"Melalui skrining genetik dan tes DNA seperti MCED, kita tidak hanya dapat mendeteksi risiko kanker jauh lebih awal, tetapi juga merancang program pengobatan presisi yang secara spesifik menargetkan mutasi sel tumor pada masing-masing pasien,” tambahnya.

Perkembangan Pengobatan Kanker yang Sudah Metastasis

Meskipun diagnosis kanker ginjal bisa terasa menakutkan, hasil pengobatannya saat ini jauh lebih baik. Banyak kasus kanker stadium awal dapat disembuhkan dan dapat dikendalikan secara efektif dengan terapi inovatif seperti imunoterapi.

Bahkan, untuk kasus kanker ginjal yang sudah menyebar (metastasis), metode pengobatannya telah berkembang sangat pesat. Imunoterapi modern dan terapi target telah memperluas opsi perawatan pada kasus pasien tertentu. Pengobatan ini memberikan peluang remisi jangka panjang hingga kesembuhan total.

Pengobatan yang Lebih Dipersonalisasi

Metode pengobatan penyakit ginjal juga telah berkembang pesat. Kini, perawatan tidak lagi menggunakan pendekatan one-size-fits-all (satu metode untuk semua pasien). Sebaliknya, penanganan medis semakin disesuaikan dengan kondisi spesifik masing-masing pasien dan khusus pada kasus kanker, pengobatan juga diarahkan berdasarkan profil genetik dari tumor tersebut.

Pendekatan ini tercermin melalui beragam pilihan pengobatan yang secara spesifik menangani berbagai jenis dan stadium penyakit ginjal, yakni:

Penanganan Batu Ginjal & Penyakit Ginjal Kronis (CKD)

Mengedepankan prosedur invasif minimal, seperti Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) untuk mengatasi batu ginjal. Ini dipadukan dengan manajemen medis terpadu guna memperlambat perburukan penyakit ginjal kronis (CKD).

Perawatan Gagal Ginjal & Transplantasi

Layanan dialisis (cuci darah) mutakhir serta program transplantasi ginjal komprehensif yang didukung oleh edukasi keamanan pangan (food safety) dan manajemen diet ketat pasca-operasi.

Pengobatan Presisi untuk Kanker

Penerapan Terapi Target (Targeted Therapy) dan Imunoterapi yang dirancang khusus berdasarkan profil DNA tumor pasien. Metode ini dapat dikombinasikan dengan operasi bedah robotik (nephron-sparing surgery) yang mampu mengangkat kanker sekaligus mempertahankan fungsi jaringan ginjal yang masih sehat.

“Pendekatan kami terhadap penyakit ginjal mencakup seluruh spektrum kondisi organ tersebut, tidak hanya terpaku pada satu diagnosis saja. Kami menyadari bahwa spektrum gangguan ginjal membutuhkan penanganan yang sangat terintegrasi, di mana skrining awal memegang peran yang krusial," ujar dokter spesialis nefrologi di Mount Elizabeth Novena Hospital, Lye Wai Choong dalam keterangan yang sama.