Liputan6.com, Jakarta - Mengonsumsi makanan bekas gigitan tikus dapat memicu masalah kesehatan serius. Menurut epidemiolog dr. Dicky Budiman, Ph.D., tikus adalah hewan yang membawa berbagai patogen termasuk virus, bakteri, dan jamur.
“Ingat tikus itu adalah reservoir (pembawa) berbagai patogen (virus, bakteri, jamur) dan kontaminasi bisa melalui urine tikusnya, kotoran, air liur, atau kontak permukaan tubuh yang disebut fur contamination karena tubuhnya kan ada bulunya juga,” kata Dicky kepada Health Liputan6.com saat dihubungi pada Rabu (1/4/2026).
Dia menambahkan, risiko penyakit utama yang bisa timbul akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi tikus adalah infeksi bakteri leptospirosis. Infeksi ini ditularkan melalui urine tikus.
Advertisement
“Ini bisa menyebabkan gagal ginjal bahkan kematian,” kata Dicky.
Selain itu, ada pula risiko salmonellosis yang berisiko buruk pada anak dan lanjut usia (lansia) karena dapat memicu diare berat.
“Kemudian infeksi hantavirus, ini yang bisa menyebabkan sindrom penyakit paru berat yang fatalitas atau kematiannya juga tinggi,” jelasnya.
Selain infeksi bakteri, tikus juga bisa memicu kontaminasi parasit. Bisa dalam bentuk cacing atau telur cacing yang biasanya terbawa oleh kotoran tikus.
“Hal lain yang juga bisa terjadi, risiko toksikologis karena kontaminasi mikroba ini dapat menghasilkan enterotoksin yang berbahaya meskipun makanan sudah dipanaskan,” jelas Dicky.
Kontak Singkat Tikus dengan Wadah Makanan Tetap Berbahaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5417253/original/039411000_1763526054-tikus__8_.jpg)
Dicky menggarisbawahi, meski tikus tidak kencing atau buang kotoran, tapi konsumsi makanan yang terkontaminasi tikus tetap berbahaya.
“Ini tetap berbahaya karena tikus ini membawa mikroba penyebab penyakit itu pada bulunya, pada kakinya, dan air liur atau salivanya. Jadi kontaminasi ini dapat terjadi hanya dengan tikus berjalan di atas makanan atau kontak singkat dengan wadah makanan,” paparnya.
“Dan ingat, beberapa patogen seperti salmonella itu punya karakter low infection dose, artinya jumlah sedikit saja sudah cukup menyebabkan infeksi. Dan dalam perspektif epidemiologi, kehadiran tikus di area makanan itu menandakan kondisi tidak layak konsumsi tanpa perlu bukti kontaminasi visual,” pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543327/original/047254100_1775021947-tikus.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8720573/original/001388100_1782813946-gerd__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5141782/original/020810500_1740383769-WhatsApp_Image_2025-02-24_at_14.47.59.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 5 Hal WHO dan Tata Kelola Makanan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/1ZCF5oADAvg6kBUJTGlPlUPgspI=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084737/original/098655100_1736341673-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3140977/original/007745700_1591000343-20200601-Protokol-Kesehatan-Penerapan-New-Normal-di-Pusat-Perbelanjaan-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259730/original/095539900_1781511055-Gemini_Generated_Image_v7z98rv7z98rv7z9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4273038/original/065679800_1672045767-Musim_Penghujan__Produksi_Ikan_Asin_Alami_Penurunan-merdeka-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8255939/original/037679400_1781132435-Denny_Sumargo.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8227170/original/018759600_1781087404-Gemini_Generated_Image_8mek1i8mek1i8mek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545159/original/051884000_1775128207-Daun_Bawang.jpg)