Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang yang melanda wilayah Sumatra beberapa waktu lalu meninggalkan dampak besar bagi masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Selain merusak infrastruktur, bencana tersebut juga memicu persoalan baru, yakni keterbatasan akses terhadap pangan bergizi bagi warga terdampak, khususnya anak-anak.
Kondisi ini dirasakan masyarakat di Desa Serba dan Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga kini, warga masih kesulitan memperoleh bahan pangan yang cukup dan bergizi karena akses menuju desa sempat terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.
Penyuluh Kesehatan Puskesmas Sekerak, Ersyad, mengatakan, masyarakat di desa terdampak harus menempuh perjalanan cukup jauh hanya untuk mendapatkan bahan pangan. "Dari desa Pematang Durian itu bisa lebih 1–2 jam," kata Ersyad dalam sebuah diskusi baru-baru ini.
Advertisement
Perjalanan panjang tersebut disebabkan oleh rusaknya jembatan yang menjadi akses utama menuju desa. Akibatnya, warga maupun tim bantuan harus memutar jalur yang jauh lebih panjang dibandingkan rute normal.
"Jembatan akses ke sana putus sehingga tim harus memutar arah, jadi lebih tiga kali lipat jauhnya," ujarnya.
Kondisi ini membuat distribusi pangan menjadi terbatas. Bantuan yang sampai ke masyarakat umumnya berupa makanan praktis yang mudah disimpan dan didistribusikan, seperti mi instan dan kental manis.
Padahal, konsumsi makanan tersebut secara terus-menerus tidak ideal bagi anak-anak dan balita yang sedang berada pada masa pertumbuhan.
Menurut Ersyad, tingginya konsumsi kental manis berpotensi menimbulkan masalah gizi pada anak. Kandungan gula yang tinggi dalam produk tersebut dapat memberikan rasa kenyang semu sehingga anak enggan mengonsumsi makanan bergizi lainnya.
"Jangka pendeknya bisa ke stunting. Karena konsumsi kental manis bisa menghasilkan efek kenyang yang palsu. Anak-anak nantinya bakal mengutamakan kental manis, ketimbang makan,"Â tambahnya.
Ancaman stunting ini menjadi perhatian serius, terutama di wilayah yang sedang mengalami krisis pangan akibat bencana. Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang seimbang, termasuk protein, vitamin, dan mineral untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Â
Â
Akses Masyarakat ke Sumber Protein Sangat Susah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526427/original/042317100_1773121499-WhatsApp_Image_2026-03-08_at_16.14.19.jpeg)
Ketua PC Muhammadiyah Sama Dua Aceh Selatan, Denni Taufiqurrahman, yang turut menjadi relawan di Aceh Tamiang juga mengakui bahwa akses masyarakat terhadap sumber protein masih sangat terbatas.
Denni mengatakan kondisi geografis serta kerusakan infrastruktur membuat warga kesulitan mendapatkan bahan makanan bergizi, terutama bagi anak-anak.
"Terkait kebutuhan protein, ya ala kadarnya. Apalagi saat Ramadan ini, anak-anak juga sebagian ada yang puasa, ada juga yang tidak puasa, tapi untuk kebutuhan ini masih sangat minim," ujarnya.
Selain persoalan pangan, masyarakat juga menghadapi tantangan lain yang tak kalah penting, yaitu keterbatasan akses air bersih. Kerusakan fasilitas akibat banjir bandang membuat beberapa sumber air tidak dapat digunakan secara normal.
Menurut Denni, kebutuhan air bersih menjadi salah satu hal paling mendesak bagi warga di sejumlah desa terdampak.
"Jadi sempat saya bertanya beberapa desa, kebutuhan yang paling urgent itu apa saja? Dari pihak kepala desa mengatakan fasilitas air,"Â ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir bandang tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
Oleh sebab itu, berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan pascabencana, termasuk memastikan ketersediaan pangan bergizi dan akses air bersih bagi masyarakat terdampak.
Langkah tersebut penting untuk mencegah terjadinya krisis gizi yang dapat mengancam masa depan anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441889/original/058278100_1765520069-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6713139/original/083148700_1779530253-336077.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5937973/original/077110500_1778835197-MEITU_20260515_104815663_copy_1024x683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5665074/original/029289700_1778343106-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_23.09.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574739/original/010784000_1777974452-WhatsApp_Image_2026-05-05_at_16.06.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5573500/original/080209100_1777912561-pg04-banjir-bandang-bdcd20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571621/original/003919200_1777653018-1000436013.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5438899/original/026299900_1765342537-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564277/original/075729000_1776932399-305494.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562018/original/054172600_1776772505-303584.jpg)