5 Kebiasaan Sederhana yang Bantu Jantung Lebih Sehat, Penting Dilakukan Setiap Hari

Terdapat beberapa kebiasaan sederhana untuk menyehatkan jantung diantaranya, aktif bergerak, menjaga metabolisme dan lainnya.

Diterbitkan 13 Maret 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ternyata kebiasaan sederhana seperti mengerakkan tubuh setiap hari, menjaga metabolisme tubuh, dan mengonsumsi makanan antiinflamasi bagus untuk kesehatan sistem kardiovaskular termasuk jantung.

Sistem kardiovaskular merupakan bagian penting dari tubuh manusia. Sistem ini terdiri dari jantung, pembuluh darah, serta darah yang bekerja bersama sebagai jaringan transportasi bagi tubuh.

Melalui sistem tersebut, oksigen, nutrisi, hormon, dan sel kekebalan tubuh bisa didistribusikan ke berbagai organ dan jaringan.

Ahli bedah plastik, Terry Dubrow mengatakan, kesehatan sistem kardiovaskular sangat berpengaruh pada fungsi tubuh secara keseluruhan.

“Semua organ tubuh bekerja sama untuk mengedarkan oksigen, nutrisi, hormon, dan sel kekebalan ke setiap organ serta jaringan, jantung adalah pompa, sedangkan arteri dan vena adalah jalan raya dan darah muatannya,” ucapnya melansir dari Real Simple pada Jumat, 13 Maret 2026.

Ia juga menambahkan bahwa ketika sistem kardiovaskular berada dalam kondisi baik, berbagai fungsi tubuh akan ikut bekerja optimal.

“Ketika sistem kardiovaskular sehat, otak berfungsi lebih baik, otot bekerja lebih baik, kulit terlihat lebih segar, dan energi tetap stabil,” lanjutnya.

Namun, sejumlah faktor dapat merusak kesehatan jantung, seperti stres kronis tanpa pemulihan, gaya hidup kurang aktif, konsumsi makanan olahan berlebihan, pola makan tinggi gula, kebiasaan merokok, serta kurang tidur.

Kondisi tersebut dapat memicu masalah serius seperti serangan jantung, stroke, hingga penurunan fungsi kognitif.

Para ahli menilai bahwa perubahan gaya hidup sederhana dapat membantu menjaga kesehatan jantung, 5 kegiatan ini bisa Anda terapkan dalam keseharian.

1. Lebih Aktif Bergerak

Aktivitas fisik secara rutin dapat memperkuat jantung serta meningkatkan kesehatan pembuluh darah. Olahraga tidak harus berat, bahkan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki secara konsisten sudah memberikan manfaat bagi tubuh.

“Anda tidak perlu berlatih untuk maraton, tetapi aktivitas aerobik yang konsisten seperti berjalan cepat 30 menit sehari dapat memperkuat otot jantung, meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi peradangan,” ujar Dubrow.

Ia juga menegaskan bahwa jantung adalah otot yang dapat beradaptasi dengan tuntutan aktivitas fisik.

Dokter naturoterapi, Trevor Cates menyatakan latihan kekuatan juga dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan tubuh. “Ini juga mendukung kesehatan metabolisme yang sangat terkait dengan kesehatan kardiovaskular,” jelasnya.

2. Menjaga Metabolisme Tetap Sehat

Kesehatan metabolisme memiliki kaitan erat dengan kesehatan jantung. Hal ini karena pengendalian kadar gula darah, kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, serta trigliserida.

Menurut Dubrow, lemak visceral berlebih dan resistensi insulin dapat merusak bagian dalam pembuluh darah.

“Kelebihan lemak visceral dan resistensi insulin secara langsung merusak lapisan dalam pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak,” jelasnya.

Kerusakan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika tidak dikendalikan dengan baik.

3. Mengonsumsi Makanan Anti-Inflamasi

Mengonsumsi sayuran berwarna, serat, lemak omega-3, serta protein berkualitas dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.

“Pola makan yang kaya sayuran berwarna, serat, lemak omega-3, dan protein bersih, membantu mengurangi peradangan sistemik dan mendukung keseimbangan kolesterol yang sehat,” kata Cates.

Ia juga menegaskan bahwa peradangan kronis merupakan salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya penyakit kardiovaskular.

“Peradangan kronis adalah salah satu pendorong utama penyakit kardiovaskular, sehingga menurunkannya melalui nutrisi merupakan langkah pencegahan yang ampuh,” tambahnya.

4. Menghindari Kebiasaan Merokok

Kebiasaan merokok dapat merusak endotelium, yaitu lapisan sel tipis yang melapisi pembuluh darah. “Merokok merusak endotelium secara seketika,” jelas Dubrow.

Endotelium memiliki peran penting dalam mengatur tekanan darah, proses pembekuan darah, serta respons sistem kekebalan tubuh. Kerusakan pada lapisan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Menjaga kesehatan jantung tidak selalu memerlukan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu memperbaiki kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko penyakit serius di masa depan.

 

5. Memprioritaskan Tidur dan Mengelola Stres

Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon stres dalam tubuh.

“Tidur yang buruk dan stres kronis meningkatkan kortisol dan aktivitas saraf simpatik, yang meningkatkan tekanan darah dan memicu peradangan pada pembuluh darah,” tutur Dubrow.

Ia menambahkan tidur berkualitas merupakan waktu bagi sistem kardiovaskular untuk memperbaiki diri.

“Tidur berkualitas adalah saat sistem kardiovaskular melakukan reset dan memperbaiki dirinya sendiri,” jelasnya.

Cara untuk membantu mengurangi stres, beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan.

“Praktik seperti latihan pernapasan, tidur yang memulihkan, dan hubungan sosial yang bermakna membantu mengatur sistem saraf, yang pada akhirnya melindungi jantung,” ungkap Cates.