Eric Dane Berjuang Lawan ALS, Kenali Penyakit yang Menyerang Otot Perlahan

Eric Dane berjuang melawan ALS, penyakit saraf progresif yang menyerang otot perlahan. Kenali gejala, penyebab, dan faktanya.

Diterbitkan 20 Februari 2026, 13:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Eric Dane meninggal dunia 10 bulan setelah didiagnosis menderita ALS, sebuah kondisi serius yang mengubah hidupnya secara drastis. Lalu, apa itu penyakit ALS? ALS merupakan singkatan dari amyotrophic lateral sclerosis, yaitu penyakit saraf progresif yang menyerang sel saraf motorik di otak dan sumsum tulang belakang. Sel saraf motorik ini berfungsi mengirimkan sinyal dari otak ke otot untuk menghasilkan gerakan. 

Ketika sel saraf tersebut rusak dan mati, otot tidak lagi menerima sinyal untuk bergerak. Akibatnya, penderita secara bertahap kehilangan kemampuan menggerakkan tubuh. Kondisi ini bisa dimulai dari kelemahan ringan pada tangan atau kaki, lalu berkembang menjadi kelumpuhan. 

ALS yang diderita Eric Dane juga dikenal sebagai Lou Gehrig’s disease. Penyakit ini tergolong gangguan saraf yang sangat serius karena hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya.

Penanganan yang ada hanya bertujuan memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga kualitas hidup pasien, seperti dikutip hopkinsmedicine.org pada Jumat, 20 Februari 2026.

ALS adalah Penyakit yang Menyerang Otot

ALS merusak neuron motorik, yaitu sel saraf yang mengatur gerakan otot. Ketika sel saraf ini mati, otot tidak lagi menerima sinyal untuk bergerak dan secara bertahap melemah.

Penting diketahui, ALS tidak memengaruhi indra seperti penglihatan atau pendengaran. Kemampuan berpikir dan fungsi mental juga biasanya tetap baik. Artinya, penderita tetap sadar penuh terhadap kondisi tubuhnya yang semakin melemah.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Gejala ALS biasanya muncul perlahan. Pada tahap awal, penderita mungkin hanya merasakan kelemahan di satu tangan atau kaki. Dalam beberapa minggu atau bulan, kelemahan itu menyebar. Gejala awal yang umum meliputi:

  • Kelemahan pada lengan atau kaki
  • Sering tersandung atau jatuh
  • Kedutan dan kram otot
  • Bicara menjadi pelo
  • Kesulitan menelan

Seiring perkembangan penyakit, gejala bisa semakin berat, seperti: 

  • Kesulitan bernapas
  • Suara melemah
  • Kelumpuhan

Gejala ini memburuk secara progresif karena sel saraf motorik terus mengalami kerusakan. 

Apa Penyebab Penyakit ALS?

Hingga kini, penyebab pasti ALS belum diketahui. Namun, penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki peran dalam sebagian kasus. Secara umum, ALS terbagi menjadi dua jenis: 

1. ALS Sporadik

 Jenis yang paling umum dan mencakup sekitar 90 persen kasus. Terjadi secara acak tanpa riwayat keluarga. 

2. ALS Familial

 Jenis yang diturunkan dalam keluarga akibat mutasi gen tertentu. Selain faktor genetik, para peneliti juga terus mempelajari kemungkinan faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya ALS.

Bagaimana ALS Didiagnosis?

Tidak ada satu tes khusus untuk memastikan ALS. Dokter biasanya melakukan berbagai pemeriksaan untuk menyingkirkan penyakit lain dengan gejala serupa.

Pemeriksaan yang umum dilakukan meliputi: 

  • Tes darah dan urine
  • Elektromiografi (EMG)
  • MRI
  • Pungsi lumbal dalam kondisi tertentu

Diagnosis ditegakkan berdasarkan kombinasi gejala klinis dan hasil pemeriksaan medis.

Apakah ALS Bisa Disembuhkan?

Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan ALS. Namun, beberapa obat dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga kualitas hidup pasien. Penanganan ALS biasanya mencakup: 

  • Terapi fisik
  • Terapi wicara
  • Terapi pernapasan
  • Dukungan nutrisi

Fokus utama pengobatan adalah memperlambat penurunan fungsi tubuh dan membantu pasien tetap mandiri selama mungkin.

Fakta Mematikan Tentang ALS

Sebagian besar penderita ALS mengalami perkembangan penyakit dalam waktu 3 hingga 5 tahun sejak diagnosis. Pada tahap lanjut, pasien biasanya meninggal akibat gagal napas karena otot pernapasan melemah. Namun, perjalanan penyakit bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang berkembang cepat, ada pula yang bertahan lebih lama. 

Hidup dengan ALS membutuhkan dukungan medis dan emosional yang kuat. Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting untuk membantu pasien menjalani hidup dengan kualitas terbaik yang masih bisa dipertahankan.Â