Hari Gizi Nasional 2026, Ketahui Penyebab Diet Gagal Capai Berat Badan Ideal

Pada peringatan Hari Gizi Nasional 2026, ketahui penyebab seseorang gagal capai berat badan yang diinginkan meski sudah diet.

Diterbitkan 25 Januari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hari Gizi Nasional jatuh setipa tanggal 25 Januari atau tepat pada hari ini. Jika bicara gizi, salah satu bahasan adalah mengenai diet atau pola makan. Ada sebagian orang yang sudah menjalankan diet tapi gagal capai berat badan yang diinginkan.

Dokter spesialis gizi klinik Imelda Goretti dari Eka Hospital Cibubur mengungkapkan bahwa hal ada beberapa faktor yang membuat diet tak juga capai berat adan yang diinginkan. Mulai dari porsi makan yang masih berlebihan dan kurang tidur.

1. Pola Makan Masih Berlebih Tanpa Disadari

Mungkin Anda merasa sudah mengatur pola makan tapi bisa jadi asupan kalori yang masuk ke tubuh masih berlebihan. Mungkin Anda sudah mengurangi porsi makan utama, tapi tidak sdaar camilan yang dikonsumsi banyak.

"Ada baiknya memperhatikan jenis dan porsi cemilan Anda," kata Imelda dalam pesan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

Ia juga mengingatkan bagi yang sedang diet menurunkan berat badan untuk menghindari makanan:

  • Tinggi karbohidrat
  • Tinggi gula
  • Tinggi kalori
  • Makanan digoreng
  • Ultra processed food.

"Makanan-makanan tersebut cenderung membuat berat badan Anda naik," kata Imelda.

 

2. Kurang Protein dan Serat

Protein adalah salah satu nutrisi yang penting untuk dikonsumsi jika Anda ingin menurunkan berat badan.

"Protein dapat membantu membuat Anda merasa kenyang lebih lama karena kemampuannya untuk mengatur hormon ghrelin, hormon yang memberikan sinyal lapar ke tubuh," tutur Imelda.

Selain protein mengonsumsi makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan membantu mengurangi berat badan. Makanan berserat dapat membantu pencernaan Anda merasa kenyang lebih lama.

Keuntungan lain mengonsumsi makanan berprotein tinggi dan berserat adalah menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko diabetes.

 

3. Kurang Tidur

Faktor ini mungkin yang Anda tidak sangka-sangka. Betul, tidur bisa memengaruhi berat badan.Imelda mengatakan ketika seseorang kurang tidur, tubuh akan mengalami ketidakseimbangan hormon.

"Hormon ghrelin (pemicu lapar) akan meningkat, sementara hormon leptin (pemicu rasa kenyang) justru menurun. Akibatnya, keesokan harinya Anda akan cenderung mencari makanan tinggi lemak dan gula untuk mencari energi instan," katanya.

4. Stres Kronis

Stres kronis memicu produksi hormon kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dalam waktu lama memberikan sinyal pada tubuh untuk menyimpan lemak, terutama di area perut.

"Stres juga sering memicu emotional eating, di mana seseorang makan bukan karena lapar fisik, melainkan untuk meredakan emosi," katanya.

Imelda pun menekankan tanpa manajemen stres dan tidur yang cukup (7-8 jam), diet seketat apa pun akan sulit membuahkan hasil optimal.

 

Tips Diet Sehat untuk Capai Berat Badan Ideal

Supaya diet Anda lebih efektif dan lebih sehat. Cobalah beberapa tips berikut ini:

1. Terapkan panduan Isi Piringku

Pastikan porsi makan Anda terdiri dari setengah piring buah dan sayur, seperempat karbohidrat kompleks, dan seperempat protein berkualitas.

2. Variasi karbohidrat

Ganti nasi putih dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau gandum yang memiliki indeks glikemik lebih rendah dan serat lebih tinggi.

3. Protein berkualitas

Prioritaskan protein hewani (ikan, telur, ayam tanpa kulit) dan nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) untuk menjaga metabolisme tetap aktif.

3. Cukupi cairan

Minumlah air putih minimal 2 liter sehari. Kadang kala, otak sering salah mengartikan rasa haus sebagai rasa lapar.

4. Batasi GGL (Gula, Garam, Lemak)

Kurangi makanan cepat saji, minuman kemasan, dan penggunaan minyak goreng yang berlebihan dalam pengolahan makanan harian.

Jika memang sudah berusaha tapi tak kunjung berhasil, sebaiknya berkonsultasi dengan pakarnya. Hal ini lantaran tiap tubuh memiliki kebutuhan kalori dan metabolisme yang berbeda-beda.

"Diet yang berhasil bagi orang lain belum tentu cocok untuk Anda," tutup Imelda.

Â