Indonesia Kekurangan Dokter, Prabowo Umumkan Kampus Kedokteran Gratis Dibiayai Negara

Indonesia kekurangan dokter. Prabowo umumkan pembukaan kampus kedokteran gratis yang dibiayai negara untuk pemerataan tenaga kesehatan.

Diterbitkan 12 Januari 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi krisis tenaga kesehatan nasional dengan menyiapkan kampus-kampus kedokteran gratis yang dibiayai sepenuhnya oleh negara. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dokter dan dokter gigi yang hingga kini masih jauh dari ideal.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin. Dalam kesempatan itu, Presiden menyoroti masih minimnya jumlah tenaga medis di Indonesia, sementara kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terus meningkat.

"Kita kekurangan dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi. Tidak bisa hanya dengan bicara, dengan memfitnah, menghardik, mengejek, tidak bisa," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia saat ini menghadapi kekurangan ratusan ribu dokter. Kondisi tersebut dinilai sebagai persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan hanya melalui wacana atau perdebatan publik. Dibutuhkan kebijakan nyata dan keberanian negara untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya.

Presiden menilai perluasan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran, menjadi solusi paling konkret untuk menjawab tantangan tersebut.

Oleh sebab itu, pemerintah berencana membuka kampus-kampus kedokteran dalam waktu dekat sebagai bagian dari investasi jangka panjang sumber daya manusia.

"Kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik, dan yang sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara," tambahnya dikutip Antara pada Senin, 12 Januari 2025.

 

 

Prabowo Ingin Anak Tukang Pemulung Jadi Dokter

Dia, menegaskan, kebijakan pendidikan gratis ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Pemerintah ingin memastikan bahwa latar belakang ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk mengenyam pendidikan tinggi, termasuk di bidang strategis seperti kesehatan.

“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya," kata Prabowo.

 

Negara Harus Berani Berinvestasi

Presiden juga menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan besar. Menurutnya, negara harus berani berinvestasi pada generasi muda agar Indonesia memiliki tenaga profesional yang cukup dan berkualitas di masa depan.

Langkah pembukaan kampus kedokteran gratis ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan tenaga kesehatan, khususnya di daerah-daerah yang selama ini masih kekurangan dokter dan dokter gigi.

Selain meningkatkan akses layanan kesehatan, kebijakan ini juga dinilai mampu memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.

Prabowo menyatakan tekadnya untuk membuktikan bahwa negara benar-benar hadir bagi rakyat.

Dia ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi bangsa.

"Saya akan bangga melihat itu. Sekali lagi, kita harus berani. Siapa berani, dia menang," pungkasnya.