Liputan6.com, Jakarta - Grooming bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Dalam banyak kasus, proses ini berlangsung secara perlahan, dibungkus dengan perhatian, dan seringkali tidak langsung terlihat sebagai bentuk kekerasan. Perempuan, khususnya anak perempuan dan perempuan muda, berada dalam posisi yang lebih rentan terhadap pola manipulasi ini.
Pengalaman tersebut juga dibagikan oleh aktris Aurelie Moeremans melalui bukunya yang berjudul Broken Strings. Dalam unggahan di Instagram pribadinya pada 3 Januari 2026, Aurelie menuliskan kisah yang dia alami saat remaja.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku. Tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri," tulis Aurelie.
Advertisement
Dia juga menegaskan bahwa buku tersebut ditulis tanpa romantisasi dan sepenuhnya dari sudut pandang korban. Kisah Aurelie menjadi contoh bagaimana grooming bisa terjadi pada usia muda, saat seseorang belum sepenuhnya memahami batasan relasi yang sehat.
Fase Hidup yang Rentan Terhadap Grooming
Melansir dari Women’s Safety Institute pada Senin, 12 Januari 2026, anak perempuan dan perempuan muda berada pada fase kehidupan ketika mereka mencari pengakuan, koneksi, dan identitas diri.
Baik di sekolah, kampus, lingkungan pertemanan, maupun saat berada di tempat baru, mereka berpotensi bertemu dengan orang-orang yang kemudian memanfaatkan kebutuhan emosional tersebut.
Keinginan untuk didengar dan dipahami membuat mereka lebih terbuka pada seseorang yang terlihat peduli, memberi perhatian, dan menunjukkan ketertarikan pada cerita hidup mereka.
Dalam kondisi ini, manipulasi sering kali tidak terasa sebagai ancaman, melainkan sebagai bentuk kedekatan.
Peran Dunia Digital dan Kencan Online
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470347/original/029108700_1768203066-SnapInsta.to_611875706_18546847984020952_7566986263418565360_n.jpg)
Media sosial menambah risiko grooming. Banyak perempuan membagikan informasi pribadi secara daring tanpa sepenuhnya memahami bagaimana informasi tersebut dapat digunakan untuk memanipulasi atau menargetkan mereka di kemudian hari.Â
Percakapan yang dimulai dari rasa percaya dapat berkembang menjadi hubungan yang dibangun di atas identitas palsu. Kencan online juga membawa risiko serupa. Aplikasi kencan memungkinkan orang asing membangun komunikasi yang cepat dan intim dengan latar belakang yang minim.Â
Pelaku dapat membuat profil palsu, berpura-pura menjadi sosok tertentu, dan menggunakan bahasa romantis untuk membangun kepercayaan.
Dalam situasi ini, tanda bahaya sering terlewat karena kedekatan emosional terbentuk terlalu cepat atau korban merasa malu untuk melaporkan perilaku yang tidak pantas.
Advertisement
Tempat Grooming Sering Terjadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470348/original/050392300_1768203066-SnapInsta.to_612990627_18546848029020952_5204943955323687014_n.jpg)
Grooming dapat terjadi di banyak tempat yang terlihat normal dan aman. Lingkungan pendidikan seperti sekolah dan universitas bisa menjadi ruang di mana seseorang dengan posisi lebih tinggi, seperti guru, dosen, pelatih, atau senior untuk menggunakan pengaruhnya untuk membangun kontrol yang tidak pantas.
Acara sosial dan pesta, terutama yang melibatkan alkohol atau obat-obatan, juga dapat melemahkan penilaian dan memudahkan pelaku mengisolasi targetnya.
Internet, termasuk game online, aplikasi pesan, forum, media sosial, dan aplikasi kencan, menjadi tempat umum dimulainya hubungan berbasis kepercayaan yang menyesatkan.
Selain itu, perempuan yang bepergian sendiri, termasuk yang sering melakukan perjalanan untuk kerja, pendidikan, atau liburan, juga berada dalam posisi rentan.
Bandara, stasiun, hotel, dan kota yang tidak dikenal dapat menjadi tempat pelaku mendekati korban yang terlihat sendirian atau bingung, sering kali dengan kedok bantuan atau keramahan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904840/original/ACg8ocIpOuVlz_TYC8AURsgK1S-D6tL_XkxpKvghIAoKGImoQwyfZg%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4845994/original/096944800_1716946493-smiling-happy-woman-with-playful-expression-hand-with-her-husband_146671-15395.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263981/original/061969400_1782040041-063_2282521575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259732/original/038298000_1781511216-000_B7396ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5474368/original/035145600_1768473956-emosi-rieke-oneng-dpr-soroti-kisah-pilu-di-buku-aurelie-desak-pelaku-dihukum-setimpal-f35c63.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1717985/original/094435800_1506079191-aurelie_moeremans-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334219/original/040436000_1756710026-IMG_6922.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244736/original/096094500_1749214322-712bd6d1-a396-40eb-99bf-ff5678033a3f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4336602/original/058071100_1677233235-Banjir_duta_kranji-IMAM_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470265/original/073787900_1768201789-imunisasi_campak.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470047/original/078918700_1768196222-relawan_kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3275087/original/016982100_1603356419-20201022-Pemkot-Depok-Gelar-Simulasi-Vaksin-COVID-19-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5470091/original/026976200_1768197181-employees-with-safety-equipment.jpg)