Tak Cuma Mengenyangkan, Ini 5 Fakta Menarik Pisang yang Jarang Diketahui

Di balik rasanya yang sederhana, pisang menyimpan 5 fakta menarik seputar kesehatan, diet, dan sejarahnya.

Diterbitkan 06 Januari 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pisang dikenal sebagai buah bertekstur lembut yang mudah ditemukan, baik di supermarket maupun pasar tradisional. Di balik kesederhanaannya, pisang menyimpan beragam fakta menarik yang jarang diketahui banyak orang. Buah ini kaya vitamin, bermanfaat untuk kesehatan mental, dan memiliki sejarah panjang dalam peradaban manusia.

Mengutip Britannica pada Selasa, 6 Januari 2026, berikut sejumlah fakta menarik tentang pisang yang patut diketahui.

1. Membantu Meningkatkan Mood

Pisang mengandung triptofan, asam amino yang berperan dalam produksi serotonin atau 'hormon kebahagiaan'. Serotonin membantu menjaga suasana hati tetap stabil dan berperan sebagai pembawa pesan kimiawi di otak. Kadar serotonin yang rendah diketahui berkaitan dengan depresi dan kecemasan.

Manfaat ini diperkuat oleh kandungan vitamin B6 dalam pisang yang membantu mengubah triptofan menjadi serotonin. Tak heran, pisang kerap direkomendasikan sebagai camilan sehat untuk membantu meredakan stres.

2. Pisang Mentah Baik untuk Kesehatan Usus

Tak hanya pisang matang, pisang mentah juga memiliki manfaat kesehatan, terutama untuk pencernaan. Beberapa jenis pisang mentah yang bisa dikonsumsi antara lain pisang raja, pisang kepok, pisang ambon, pisang mas, dan pisang uli.

Pisang mentah mengandung pati resisten, sejenis serat yang berfungsi sebagai prebiotik. Pati ini tidak dicerna di usus kecil, melainkan difermentasi di usus besar menjadi asam lemak rantai pendek yang baik untuk kesehatan sel usus. Kandungan ini membantu mengatasi diare, sembelit, serta mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam pencernaan.

Reporter: Nurul Azzahra

 

3. Menambah Energi Tanpa Kafein

Meski tidak mengandung kafein, pisang mampu memberikan dorongan energi secara alami. Kandungan kalium dan magnesium membantu relaksasi otot, sementara gula alami dan serat membuat energi dilepaskan secara bertahap.

Kombinasi ini membantu mencegah penurunan gula darah yang bisa memicu rasa lelah dan lesu. Tak heran jika banyak atlet menjadikan pisang sebagai camilan sebelum atau sesudah berolahraga.

 

4. Pisang Bukan Termasuk Pohon

Istilah 'pohon pisang' sebenarnya kurang tepat. Pisang termasuk dalam kelompok tanaman herba raksasa dari famili Musaceae. Bagian yang tampak seperti batang sejatinya adalah kumpulan pelepah daun yang saling melilit, dikenal sebagai batang semu.

Tanaman pisang tumbuh subur di daerah tropis dan menjadi salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi di wilayah tersebut.

5. Salah Satu Buah Tertua di Dunia

Berdasarkan temuan arkeologi, pisang diperkirakan pertama kali dibudidayakan di Asia Tenggara, khususnya di wilayah Semenanjung Malaya dan Papua Nugini. Para pelaut Austronesia kemudian membawa pisang ke India, Afrika, dan Kepulauan Pasifik sekitar 1000 tahun sebelum masehi. Pada abad ke-19, pisang mulai dikenal luas di pasar Amerika.

Pisang untuk Diet

Pisang juga kerap dipilih sebagai buah pendukung diet. Kandungan seratnya membantu mengontrol nafsu makan dan mengurangi asupan kalori. Pisang berkulit hijau dinilai efektif untuk menurunkan berat badan karena rendah gula dan kaya pati resisten yang membuat kenyang lebih lama.

Bagi yang kurang menyukai rasa pisang mentah, pisang berkulit kuning bisa menjadi alternatif. Namun, sebaiknya hindari pisang yang terlalu matang, ditandai dengan banyak bintik cokelat, karena kandungan gulanya lebih tinggi.

Beberapa jenis pisang yang cocok untuk diet antara lain pisang Lampung, pisang raja, dan pisang kepok.