Merasa Cemas saat di Ruang Tunggu? Ini Cara Mengatasinya

Ruang tunggu menjadi tempat yang dihindari orang banyak karena sering menyebabkan rasa cemas berlebih. Simak beberapa tips untuk mengurangi kecemasan akibat menunggu lama.

Diterbitkan 05 Januari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ruang tunggu menjadi tempat yang kerap dihindari sebagian besar orang. Hal ini karena tidak ada yang bisa dilakukan di ruang tunggu selain duduk dan berdiam diri. Situasi ini tentunya membangun tekanan sehingga orang-orang bisa mengalami kecemasan.

Melansir Healthline pada Sabtu, 3 Januari 2026, kecemasan akibat menunggu sangat umum terjadi di rumah sakit. Meski begitu, penyebabnya sangat beragam dan banyak orang yang mengalaminya.

Menunggu dapat menyebabkan perasaan gugup, rasa tidak nyaman pada tubuh, hingga keinginan untuk melarikan diri dari lokasi tersebut. Oleh karena itu, Anda mungkin perlu bantuan alat sensorik atau teknik menenangkan diri agar kecemasan mereda.

Kunci dari menghilangkan cemas adalah mengalihkan fokus. Mainan fidget, buku sketsa, latihan pernapasan, hingga afirmasi diri mungkin menjadi solusi yang tepat bagi Anda saat duduk di ruang tunggu.

Sementara itu, Anda juga bisa mengurangi tekanan suasana ketika sedang menunggu sesuatu. Menurut para ahli, membawa seseorang, barang, melatih visualisasi, hingga memandangi alam dapat meredakan rasa cemas dan bosan saat Anda berada di ruang tunggu.

 

Ajak Orang yang Anda Percaya

Memiliki anggota keluarga atau teman yang dapat dipercaya mampu mengurangi rasa kesepian dan perasaan terjebak. Kehadiran mereka tidak hanya menenangkan, tapi juga membantu ketika Anda harus pergi dari tempat duduk.

Misalnya, Anda harus pergi ke toilet atau sekadar mencari udara segar. Orang tersebut tentunya akan menjaga tempat duduk dan bersiap jika nama Anda dipanggil untuk keperluan tertentu.

Ketiadaan pendamping saat menunggu sesuatu seringkali mengkhawatirkan. Jika tidak ada siapapun yang bisa diajak, cukup berikan catatan kepada resepsionis ketika Anda harus beranjak dari tempat duduk Anda. Hal ini juga penting saat Anda membuat janji temu medis.

 

Bawa Sesuatu untuk Digunakan

Mengalihkan perhatian Anda dapat mengurangi rasa cemas. Kegiatan seperti membaca buku, menggambar, atau mengunyah permen karet dinilai bisa mengurangi detak jantung. Sehingga Anda merasa lebih tenang dan jauh dari kata bosan.

Sementara itu, mendengarkan musik juga bisa membantu. Akan tetapi, bagi sebagian orang musik dapat menambah tekanan pada otak. Oleh karena itu, Anda bisa gunakan penyumbat telinga atau peredam bising. Jika perlu, beritahu petugas sekitar untuk memberikan isyarat visual untuk memanggil Anda.

 

Melatih Visualisasi

Menunggu dengan rasa bosan membuat waktu terasa lebih lambat dari biasanya. Meski begitu, Anda harus selalu ingat bahwa hal ini tidak akan berlangsung selamanya. Momen penuh rasa tidak nyaman ini akan berlalu.

Oleh karena itu, latih pikiran Anda dengan membayangkan hal-hal baik yang akan terjadi setelah Anda lama menunggu.

Tarik napas sedalam mungkin lalu bayangkan Anda berada di tempat favorit Anda. Rasa nyaman dan tenang perlahan muncul menggantikan rasa cemas an bosan. Anda akan merasa lebih lega selagi masih berada di ruang tunggu.

 

Latihan Pernapasan

Teknik pernapasan merupakan hal yang sangat direkomendasikan saat Anda cemas. Namun, jika ini pertama kalinya, latihan pernapasan bisa terasa menegangkan.

Sebaiknya, melatih teknik pernapasan selama beberapa hari sebelum menginjakkan kaki di ruang tunggu. Setelahnya, Anda akan merasa lebih percaya diri dan latihan ini bisa menenangkan tubuh serta pikiran ketika menunggu.

 

Afirmasi Diri

Kunci dari ketenangan adalah rasa welas asih terhadap diri sendiri. Hal ini tidak hanya dilakukan dengan mengatur napas, tapi juga menerapkan afirmasi dalam diri.

Bicaralah pada diri sendiri tentang hal-hal yang positif. Tips ini merupakan cara yang manjur untuk mengatasi stres, dan mengurangi rasa cemas lebih mudah.

Daripada berpikir tentang rasa gugup yang dialami, Anda bisa mengalihkannya kepada pola pikir positif yang meyakini diri Anda bahwa semuanya akan baik-baik saja.

 

Memandang Alam

Media bertema alam di ruang tunggu, terutama lingkup medis, telah terbukti dapat mengurangi kecemasan. Namun, jika Anda berada di ruangan standar tanpa tanaman, hiasan alam, atau bahkan jendela, makan Anda bisa ‘bawakan’ tanaman hijau versi Anda sendiri.

Anda bisa menyimpan dan memandangi foto maupun video alam dari ponsel. Hal ini juga bisa membantu mengurangi tekanan darah sehingga ketenangan diri meningkat.

Dalam sebuah studi pada tahun 2024, menonton video hewan merupakan salah satu hal yang berdampak positif pada pengelolaan stres dan kecemasan. Hal ini terjadi pada pasien pra-perawatan yang menunggu selama 20 menit untuk menjalani prosedur medis.

Oleh karena itu, Anda bisa siapkan video hewan kesukaan Anda agar menunggu bisa lebih menyenangkan.