Liputan6.com, Jakarta - Konsumsi suplemen bukan hal asing di kalangan anak gym. Beberapa jenis suplemen diyakini dapat membantu mendapatkan hasil latihan yang lebih optimal. Sayangnya, bila dilakukan secara berlebihan dan tanpa pengawasan medis dapat memicu masalah kesehatan serius: gagal ginjal.
Dokter spesialis penyakit dalam dari RS EMC Cikarang, Fenny Elvina Ridho, menjelaskan, ginjal memiliki fungsi vital dalam tubuh, antara lain menyaring limbah metabolik, mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, serta menjaga tekanan darah.
Setiap zat yang masuk ke dalam tubuh, termasuk obat dan suplemen, sebagian besar akan diproses dan dibuang melalui ginjal. Ketika ginjal terus-menerus dipaksa bekerja berat akibat asupan zat berlebihan, risiko kerusakan ginjal pun meningkat. Lantas, mengapa anak gym lebih berisiko terkena gagal ginjal?
Advertisement
"Aktivitas olahraga berat menyebabkan peningkatan kebutuhan cairan. Jika konsumsi suplemen tinggi tidak diimbangi dengan hidrasi yang cukup, ginjal akan bekerja lebih keras dalam kondisi dehidrasi," kata Fenny mengutip laman EMC pada Kamis, 25 Desember 2025.
Lebih lanjut, Fenny, menambahkan,"Selain itu, sebagian individu mengombinasikan suplemen dengan obat pereda nyeri, minuman energi, atau bahkan zat terlarang, yang semakin meningkatkan risiko cedera ginjal akut maupun kronis."
Banyak penggemar gym menganggap suplemen aman karena mudah dibeli tanpa resep dokter. "Ini adalah mitos yang berbahaya. Tidak semua produk yang dijual bebas benar-benar aman untuk dikonsumsi jangka panjang, terlebih jika digunakan dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan berbagai jenis suplemen lain," katanya.
Jenis Suplemen yang Berisiko Bahayakan Ginjal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5455206/original/040512300_1766638311-gym.jpg)
Kandungan zat tertentu dapat memberikan beban tambahan pada ginjal, terutama bila dikonsumsi tanpa memerhatikan kondisi kesehatan individu.
Beberapa suplemen yang sering dikonsumsi oleh anak gym memiliki potensi membahayakan ginjal jika digunakan tidak bijak, jenis-jenis itu di antaranya:
Protein Dosis Tinggi
Asupan protein berlebihan, terutama dalam bentuk whey protein atau protein powder, dapat meningkatkan produksi zat sisa metabolisme seperti urea. Pada orang dengan fungsi ginjal yang sudah terganggu atau tidak terdeteksi sebelumnya, kondisi ini dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Creatine
Creatine memang terbukti membantu meningkatkan performa dan massa otot. Namun, penggunaan jangka panjang, dosis berlebihan, atau dikombinasikan dengan dehidrasi dapat memicu gangguan fungsi ginjal. Kadar kreatinin darah juga dapat meningkat, yang sering disalahartikan sebagai tanda gangguan ginjal.
Fat Burner dan Pre-workout
Banyak produk mengandung kafein tinggi, stimulan, atau zat tidak jelas komposisinya. Zat-zat ini dapat menyebabkan dehidrasi, meningkatkan tekanan darah, serta memicu kerusakan ginjal bila dikonsumsi terus-menerus.
Suplemen Herbal dan Booster Tidak Jelas
Produk yang mengklaim 'alami' atau 'herbal' belum tentu aman. Beberapa di antaranya mengandung bahan nefrotoksik atau tercemar zat berbahaya yang dapat merusak ginjal secara perlahan tanpa gejala awal.
Â
Advertisement
Bijak Gunakan Suplemen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5219060/original/033954600_1747205291-WhatsApp_Image_2025-05-14_at_13.41.14_803b6a94.jpg)
Salah satu bahaya terbesar dari penyakit ginjal adalah sifatnya yang sering tanpa gejala pada tahap awal. Banyak pasien baru menyadari adanya gangguan ginjal saat sudah memasuki stadium lanjut.
Ditandai dengan pembengkakan, lemas, mual, penurunan nafsu makan, hingga kebutuhan cuci darah. Riwayat konsumsi suplemen berlebihan sering kali baru terungkap setelah dilakukan evaluasi medis menyeluruh.
Perlu ditekankan bahwa suplemen bukanlah pengganti makanan utama. Kebutuhan nutrisi sebaiknya dipenuhi dari pola makan seimbang yang mengandung protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral alami. Suplemen hanya bersifat tambahan dan digunakan bila memang ada indikasi yang jelas.
Beberapa prinsip aman dalam penggunaan suplemen antara lain:
- Jangan mengonsumsi banyak jenis suplemen sekaligus tanpa tujuan yang jelas
- Hindari dosis berlebihan dan penggunaan jangka panjang tanpa evaluasi
- Pastikan hidrasi cukup sebelum, selama, dan setelah latihan
- Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala, terutama bila rutin mengonsumsi suplemen
- Konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum memulai atau mengganti jenis suplemen.
Menjadi anak gym bukan berarti harus mengorbankan kesehatan demi hasil instan. Tubuh yang sehat bukan hanya tentang otot yang besar, tetapi juga organ dalam yang berfungsi optimal.
Konsumsi suplemen secara berlebihan dan tidak terkontrol dapat menjadi bom waktu yang berujung pada gagal ginjal.
"Bukan sekadar mengikuti tren, ingat, ginjal Anda tidak bisa diganti semudah mengganti program latihan di gym," pungkas Fenny.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5086026/original/011395700_1736395601-caption-gym-lucu.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8566533/original/022742400_1782517134-senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8857137/original/028052200_1782926603-000_B8XV4GC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8465383/original/050312900_1782366651-Menteri_Kesehatan_Budi_Gunadi_Sadikin__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303308/original/072080500_1754061236-pexels-karolina-grabowska-4506075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8154678/original/008938600_1781008551-ginjal__5_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7276654/original/013763400_1780061752-IMG-20260529-WA0060_1__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569634/original/060988500_1777448843-WhatsApp_Image_2026-04-25_at_09.36.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420909/original/057172200_1763824661-ginjal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559990/original/038897500_1776655094-cuci_darah__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559988/original/022076400_1776655094-cuci_darah__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5551805/original/088675400_1775748478-ginjal__3_.jpeg)