6 Cara Jaga Pertemanan Tetap Harmonis Saat Traveling Bareng Sahabat

Ketahui enam cara menjaga pertemanan agar tetap aman dan nyaman saat traveling bersama teman.

Diterbitkan 17 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berlibur bersama teman sering terdengar menyenangkan tapi pada praktiknya bisa menjadi situasi yang penuh tantangan. Menghabiskan waktu bersama dalam durasi yang lama, berada di tempat baru, serta harus menyatukan berbagai kebiasaan dan ekspektasi dapat memicu pertikaian.

Perbedaan gaya traveling, cara berkomunikasi, hingga urusan keuangan kerap menjadi sumber masalah. Padahal, konflik adalah hal yang wajar. Yang menentukan aman atau tidaknya sebuah pertemanan justru terletak pada cara mengelolanya selama perjalanan. 

Melansir dari Verywell Mind pada Selasa, 15 Desember 2025, berikut enam cara menjaga pertemanan agar tidak rusak saat bepergian bersama:

1. Komunikasikan Harapan dan Kebiasaan Sebelum Berangkat

Semua yang perlu dibicarakan, mulai dari harapan selama liburan, hal yang diinginkan dan tidak diinginkan, hingga batasan pribadi.

Kebiasaan setiap orang juga penting diketahui, seperti siapa yang butuh waktu sendiri, suka bangun siang, atau perlu istirahat sebelum keluar lagi. Selain itu, anggaran selama liburan juga perlu dibahas dari awal agar semua berada di halaman yang sama secara finansial.

2. Bagi Peran dan Tanggung Jawab

Agar tidak ada yang merasa terbebani, setiap orang sebaiknya mempunyai peran sesuai kemampuannya. Ada yang mengatur rencana perjalanan, memotret, atau mencatat pengeluaran. Pembagian tugas ini dapat membantu perjalanan lebih cepat dan mengurangi rasa kesal karena merasa mengerjakan semuanya sendiri. Peran bisa fleksibel dan disesuaikan sepanjang perjalanan.

3. Susun Aktivitas dengan Fleksibel

 

 

Perbedaan minat dalam satu grup adalah hal biasa. Oleh karena itu, perencana perjalanan sebaiknya mempunyai jalur yang besar dan tidak terlalu kaku. Tidak masalah jika tidak semua aktivitas dilakukan bersama. Sebagian bisa jalan-jalan, sementara yang lain bisa memilih istirahat. Dengan memberi ruang untuk kebutuhan masing-masing, suasana liburan dapat menjadi lebih nyaman.

4. Siapkan Cara Menghadapi Konflik

Bepergian bisa melelahkan dan memicu emosi. Oleh karena itu, penting untuk sepakat mengenai cara berkomunikasi jika terjadi masalah. Misalnya, apakah butuh waktu sendiri dulu atau langsung dibicarakan. tabungan kekesalan justru bisa membuat konflik meledak, apalagi saat lelah atau setelah minum alkohol. Jika situasi memanas, beri waktu untuk tenang lalu berbicara kembali dengan kepala dingin.

5. Hormati Ruang Pribadi dan Batasan

Walau bepergian bersama, setiap orang tetap membutuhkan waktu sendiri. Menyisipkan waktu bebas dalam perjalanan, meski hanya satu jam, bisa membantu semua orang mengisi ulang energi. Kebutuhan ruang pribadi bukan tanda hubungan renggang, tetapi bagian dari menjaga kenyamanan bersama. Hal ini juga berlaku saat traveling dengan pasangan di dalam grup, karena mereka mungkin membutuhkan waktu berdua.

 

6. Atur Keuangan dan Keamanan Bersama

Masalah uang sering menjadi sumber konflik. Tentukan sejak awal apakah pengeluaran akan digabungkan atau dicatat melalui aplikasi penat pengeluaran bersama. Pastikan semua mampu mengikuti aktivitas yang direncanakan dan mempunyai dana cadangan. Selain itu, perhatikan faktor keamanan dengan saling menjaga, menyimpan kontak darurat, memahami kondisi destinasi, dan menyiapkan asuransi perjalanan.