Waspada! Ini Gejala Trombositemia yang Perlu Diketahui Sejak Dini

Kenali lebih dekat gejala trombositemia, kondisi kelainan darah yang ditandai dengan jumlah trombosit berlebih, seringkali tanpa disadari namun bisa jadi indikator penyakit serius seperti kanker darah.

Diterbitkan 10 Oktober 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Trombosit adalah bagian dari darah yang membantu proses pembekuan. Saat tubuh terluka, trombosit akan berkumpul di area luka dan membentuk sumbatan agar perdarahan berhenti.

“Trombosit berfungsi menghentikan perdarahan. Tapi jumlahnya harus pas. Terlalu sedikit bisa berujung pada perdarahan, terlalu banyak bisa menyebabkan sumbatan pembuluh darah,” kata dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi onkologi, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP.

Pada orang yang memiliki 450.000 per mL darah berarti melebihi batas normal dalam tubuh. Kondisi itu disebut dengan trombositemia.

"Trombosit sering kali dianggap remeh, padahal jumlahnya yang berlebihan bisa menjadi indikator awal dari kondisi serius, termasuk kanker darah. Masyarakat perlu memahami bahwa edukasi dini bukan hanya mencegah, tapi juga memberi harapan untuk deteksi dan penanganan yang lebih baik,"kata Aru dalam webinar bersama Combiphar pada 9 Oktober 2025.

Pada beberapa orang dengan kondisi trombositemia kerap ada gejala tapi pada sebagian lainnya tidak ada. Salah satu gejala yang muncul adalah sakit kepala. 

“Trombosit berlebih bisa hadir tanpa gejala. Tapi bisa juga menimbulkan sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri di tangan atau kaki, bahkan pembesaran limpa,” kata Prof Aru.

 

Mengendalikan Jumlah Trombosit Berlebihan

Aru menjelaskan bahwa pengendalian trombosit berlebih dapat dilakukan dengan obat-obatan seperti Hidroksiurea (HU) dan Anagrelide (ANA). HU bekerja dengan menghambat pembentukan sel darah secara umum, sehingga bisa menimbulkan efek samping berupa anemia dan leukopenia.

Sementara ANA lebih spesifik menghambat pembentukan trombosit saja.

“Kelebihan trombosit wajib dikendalikan. Jika tidak, risiko stroke, serangan jantung, dan keguguran bisa meningkat tajam,” tegas Prof. Aru.

Trombosit Adalah

Trombosit atau keping darah berperan penting dalam membantu proses pembekuan. Saat tubuh terluka, trombosit akan berkumpul di area luka dan membentuk sumbatan agar perdarahan berhenti.

Namun, perlu diketahu juga bahwa ada juga kondisi ketika trombosit terlalu rendah. Hal itu bisa menjadi tanda penyakit serius seperti demam berdarah (DBD), ITP (autoimun), efek kemoterapi, anemia aplastik, keracunan obat, infeksi berat, bahkan kanker.