Program TAMASYA Resmi Hadir di Jawa Tengah, Dukung Ibu Bekerja Tetap Produktif

Program TAMASYA hadir di Jawa Tengah untuk mendukung ibu bekerja agar tetap produktif dan anak-anak tumbuh dengan baik.

Diterbitkan 01 Oktober 2025, 18:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu tantangan besar yang dihadapi ibu bekerja di Indonesia adalah kekhawatiran karier mereka terganggu saat harus mendampingi tumbuh kembang anak.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti SE., MT menegaskan bahwa perlu adanya layanan pengasuhan yang aman dan terstandar agar ibu tetap produktif tanpa mengorbankan anak. 

"Salah satu tantangan yang dihadapi calon ibu maupun ibu bekerja adalah kekhawatiran karier mereka terganggu ketika harus mendampingi tumbuh kembang anak. Program TAMASYA hadir sebagai solusi untuk memperkuat layanan pengasuhan sekaligus meningkatkan partisipasi lintas sektor," kata Nopian. 

Pernyataan ini disampaikannya pada peluncuran Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Semarang, Jawa Tengah. Program ini merupakan kolaborasi antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah dengan PT PLN Indonesia Power (PLN IP), setelah sebelumnya sukses diterapkan di Jawa Barat. 

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2024, lebih dari 53 persen perempuan Indonesia usia produktif kini bekerja. Angka partisipasi kerja perempuan di Jawa Tengah juga menunjukkan tren peningkatan.

Kondisi ini menuntut hadirnya sistem pengasuhan anak usia dini yang berkualitas agar para ibu dapat tetap produktif sekaligus memastikan anak-anak tumbuh optimal.

Arah Menuju Indonesia Emas 2045

Peluncuran Program TAMASYA di Jawa Tengah menjadi momentum penting dalam memperluas cakupan layanan pengasuhan anak.

Melalui program ini, layanan yang diberikan tidak hanya penitipan, tetapi juga pemantauan tumbuh kembang secara berkala, pelatihan pengasuh TPA (Taman Penitipan Anak), kelas pengasuhan bagi orang tua, hingga fasilitasi rujukan bagi anak yang membutuhkan intervensi khusus.

Program TAMASYA dirancang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, dengan memperkuat kualitas keluarga dan lingkungan kerja yang ramah keluarga.

Kehadiran program ini diharapkan dapat menciptakan fondasi generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. 

Saat ini, PLN Indonesia Power memperluas implementasi Program TAMASYA di beberapa unit wilayah, seperti UBP Semarang, UBP Adipala, dan UBP Mrica.

Program ini telah menjangkau lima TPA binaan dengan total 209 anak yang diasuh, 49 pengasuh, serta sekitar 100 orang tua yang terlibat dalam kelas pengasuhan.

 

Investasi pada Generasi Penerus

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa dukungan perusahaan dalam program ini merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang.

"Kami percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa adalah investasi pada anak-anak hari ini. Melalui Program TAMASYA, PLN Indonesia Power ingin memastikan anak-anak Indonesia tumbuh ceria, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sementara para ibu dapat bekerja dengan tenang," pungkasnya.Â