Liputan6.com, Jakarta Rasa sakit atau nyeri pada puting susu adalah keluhan umum yang dialami banyak wanita, dan seringkali menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu. Sensasi ini bisa bervariasi mulai dari rasa lembut, gatal, hingga nyeri yang menusuk. Memahami puting sakit tanda apa adalah langkah penting untuk mengetahui kapan kondisi ini normal dan kapan harus segera mencari pertolongan medis.
Penyebab nyeri pada puting sangat beragam, namun paling sering berkaitan dengan fluktuasi hormon atau iritasi kulit. Sementara sebagian besar kasus puting sakit tanda apa merupakan kondisi ringan, dalam kasus yang jarang terjadi, nyeri ini bisa mengindikasikan penyakit serius yang memerlukan diagnosis.
Melansir dari clevelandclinic.org, ada banyak kemungkinan penyebab puting lecet—mulai dari menstruasi, kehamilan, dan menyusui, hingga iritasi dan infeksi kulit. Jika Anda mengalami nyeri puting yang disertai tanda-tanda lain, seperti keluarnya cairan atau benjolan di payudara, segera periksakan ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab yang lebih serius.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar pertanda saat merasakan puting sakit.
Puting Sakit Tanda Apa? Penyebab Paling Umum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241379/original/071571500_1748948960-doctor-checking-patients-health.jpg)
Nyeri pada puting, atau nyeri pada puting dan areola, umumnya disebabkan oleh perubahan alami di dalam tubuh, terutama terkait dengan siklus hormonal, atau faktor lingkungan yang menyebabkan iritasi.
1. Perubahan Hormonal (Menstruasi, Kehamilan, KB Hormonal)
Fluktuasi kadar hormon estrogen dan progesteron adalah penyebab paling sering dari nyeri dan sensitivitas payudara. Nyeri payudara dan puting paling mungkin terasa sakit pada minggu menjelang menstruasi, ketika peningkatan kadar hormon menarik lebih banyak cairan ke payudara, menyebabkannya terasa bengkak atau keras.
- Kehamilan: Rasa sakit pada puting adalah salah satu tanda awal kehamilan karena peningkatan hormon yang tajam. Mengutip dari buku Panduan Lengkap Hamil Sehat (2016), payudara akan membesar, agak tegang, dan terasa sakit jika tersenggol. Selain itu, puting susu dan daerah areola akan terlihat lebih gelap dan terkadang disertai gatal atau lebih sensitif terhadap sentuhan, hal yang sama juga dijelaskan dalam buku Manajemen Emosi Ibu Hamil (2016).
- Kontrasepsi Hormonal: Penggunaan alat kontrasepsi hormonal atau memasuki fase perimenopause juga dapat memicu perubahan kadar hormon, menyebabkan kepekaan pada puting yang mirip dengan gejala pramenstruasi.
2. Iritasi Kulit dan Reaksi Alergi
Puting memiliki kulit yang sensitif dan rentan terhadap reaksi iritasi atau alergi, yang dikenal sebagai dermatitis kontak.
Puting sakit tanda apa karena iritasi dapat terjadi sebagai respons terhadap zat tertentu yang bersentuhan dengan kulit. Zat tersebut meliputi deterjen cucian, pelembut kain, sabun mandi, losion, atau parfum yang baru Anda gunakan. Jenis reaksi kulit ini, atau kondisi kulit seperti eksim, dapat menyebabkan puting terasa sakit, gatal, terbakar, dan terkadang ditandai dengan kulit bersisik atau berkerak.
3. Gesekan dari Pakaian dan Olahraga
Trauma fisik akibat gesekan berulang pada puting dapat menyebabkan nyeri yang terasa menyengat atau bahkan pendarahan kecil.
Kondisi ini sangat umum terjadi pada pelari dan atlet, yang dikenal sebagai "Jogger's nipple", di mana puting bergesekan dengan kemeja atau bra yang tidak pas selama periode latihan yang lama. Menurut Medical News Today, gesekan ini dapat menyebabkan puting menjadi kering, pecah-pecah, atau lecet. Mengenakan bra yang tepat dan menggunakan pelindung puting sangat penting untuk mencegah nyeri jenis ini.
4. Menyusui atau Memompa ASI
Ibu menyusui sering mengalami nyeri puting, terutama di awal proses menyusui.
Penyebab utamanya adalah pelekatan bayi yang tidak tepat (poor latch). Jika bayi hanya mengisap puting, bukan seluruh areola, puting akan tertekan pada langit-langit keras bayi, yang sangat menyakitkan. Selain itu, penggunaan pompa ASI dengan daya isap yang terlalu kuat atau ukuran corong yang tidak sesuai juga dapat melukai jaringan puting. Menurut clevelandclinic.org, jika puting Anda terasa nyeri saat menyusui, konsultasikan dengan konsultan laktasi untuk menyesuaikan posisi pelekatan.
5. Infeksi Bakteri dan Jamur
Nyeri puting dapat menjadi gejala adanya infeksi di area payudara yang memerlukan antibiotik atau antijamur.
- Mastitis: Ini adalah peradangan yang dapat berkembang menjadi infeksi bakteri. Mastitis dapat terjadi pada ibu menyusui, ditandai dengan payudara bengkak, merah, terasa hangat, dan sering disertai demam atau menggigil.
- Infeksi Ragi (Thrush): Infeksi jamur, sering disebabkan oleh Candida albicans, pada puting dapat terasa sebagai nyeri yang tajam, panas, atau seperti terbakar yang tidak mereda. Medical News Today menjelaskan bahwa puting yang terinfeksi ragi dapat terlihat berwarna merah muda cerah dan memiliki kulit bersisik atau berkerak.
6. Infeksi Rambut Tumbuh ke Dalam (Ingrown Hair)
Puting sakit tanda apa juga dapat disebabkan oleh ingrown hair atau rambut yang tumbuh ke dalam. Rambut yang tumbuh di sekitar puting, terutama jika dicabut, dapat tumbuh kembali ke dalam kulit.
Menurut clevelandclinic.org, kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit, iritasi, dan dapat berkembang menjadi infeksi di sekitar folikel rambut tersebut. Area di sekitar rambut yang tumbuh ke dalam akan terasa nyeri dan mungkin muncul benjolan kecil kemerahan yang terasa sakit saat disentuh.Â
Advertisement
Waspada: Puting Sakit yang Berkaitan dengan Penyakit Serius
Meskipun nyeri puting jarang merupakan tanda penyakit serius, penting untuk mengenali gejala yang memerlukan perhatian medis segera. Tumor payudara biasanya tidak menyebabkan rasa sakit, namun nyeri yang disertai gejala lain tidak boleh diabaikan.
Penyakit Paget pada Payudara (Paget’s disease) adalah jenis kanker payudara langka yang melibatkan puting dan areola, dan dapat menyebabkan nyeri menetap.Â
Puting sakit tanda apa yang harus diwaspadai dalam konteks ini adalah nyeri yang hanya terjadi pada satu payudara dan disertai gejala: puting menjadi rata atau melengkung ke dalam (terbalik), kulit di sekitar puting terlihat bersisik, kemerahan, atau berkerak, serta adanya cairan yang keluar dari puting (bukan ASI), terutama cairan berwarna kuning atau berdarah. Nyeri yang berkelanjutan disertai salah satu perubahan visual ini harus segera diperiksakan.
Pencegahan dan Perawatan Mandiri untuk Puting Sakit
Penanganan puting sakit berfokus pada penyebabnya. Namun, ada beberapa langkah praktis untuk mencegah atau meredakan ketidaknyamanan.
- Gunakan Bra yang Tepat: Kenakan bra yang berukuran pas dan memberikan dukungan baik, terutama saat berolahraga. Bagi ibu hamil, disarankan memakai bra yang ukurannya menyesuaikan pembesaran payudara agar lebih nyaman, termasuk saat tidur, seperti disarankan dalam buku Manajemen Emosi Ibu Hamil (2016).
- Perlindungan Fisik: Atlet dapat menggunakan perban atau mengoleskan salep berbahan dasar petroleum (petroleum-based ointment) sebelum berolahraga untuk mencegah lecet akibat gesekan.
- Hindari Zat Iritan: Ganti deterjen, sabun, atau losion yang mungkin memicu reaksi alergi. Pilih produk yang bebas pewangi untuk meminimalkan iritasi pada kulit sensitif.
- Perawatan Nyeri Hormonal: Pereda nyeri yang dijual bebas seperti ibuprofen atau asetaminofen dapat membantu meredakan nyeri puting akibat menstruasi. Beberapa orang juga merasa terbantu dengan mengoleskan cooling gel pack di area yang nyeri.
- Perawatan Menyusui: Jika nyeri puting terjadi saat menyusui, segera cari dukungan laktasi untuk memastikan pelekatan yang tepat dan menggunakan balsem puting organik yang aman.
FAQ Puting SakitÂ
Apakah nyeri puting sebelum menstruasi tergolong normal?
Ya, nyeri puting yang terjadi pada minggu menjelang menstruasi (fase luteal) adalah hal yang sangat normal dan sering terjadi. Puting sakit tanda apa dalam konteks ini adalah respons terhadap lonjakan hormon progesteron dan estrogen yang menyebabkan payudara menahan cairan dan menjadi bengkak serta sensitif. Nyeri ini biasanya akan mereda segera setelah periode menstruasi dimulai.
Bisakah infeksi ragi (thrush) pada puting menyebar ke bayi?
Ya, infeksi ragi (thrush), yang disebabkan oleh jamur Candida albicans, sangat mudah menular antara ibu dan bayi, terutama saat menyusui. Jika ibu mengalami nyeri puting yang terbakar dan puting terlihat merah, ada kemungkinan bayi juga akan menunjukkan gejala thrush di mulutnya (lapisan putih pada lidah atau pipi). Keduanya harus mendapatkan pengobatan antijamur secara bersamaan.
Berapa lama nyeri puting di awal kehamilan biasanya berlangsung?
Nyeri puting dan payudara seringkali menjadi salah satu gejala kehamilan yang paling awal dirasakan, dan intensitasnya bisa sangat kuat. Namun, menurut buku Manajemen Emosi Ibu Hamil (2016), gejala sakit pada payudara yang membesar akan hilang dengan sendirinya setelah terjadi penyesuaian hormonal, biasanya mereda setelah trimester pertama berakhir atau sekitar minggu ke-12 kehamilan.
Apa itu Jogger's nipple dan bagaimana cara mencegahnya?
Jogger's nipple adalah kondisi iritasi dan lecet pada puting yang disebabkan oleh gesekan berulang antara puting dan pakaian (kemeja atau bra) saat berolahraga, terutama lari, bersepeda, atau berselancar. Pencegahannya adalah dengan memastikan bra yang digunakan berukuran pas, berbahan lembut, serta menggunakan petroleum jelly atau plester/perban pelindung di atas puting sebelum berolahraga.
Puting saya sakit setelah memompa, apakah ukuran corong pompa memengaruhi?
Ya, ukuran corong pompa yang tidak sesuai merupakan penyebab umum nyeri puting setelah memompa. Corong yang terlalu kecil dapat menjepit puting, sedangkan yang terlalu besar dapat menarik terlalu banyak areola, menyebabkan gesekan yang merusak jaringan. Nyeri yang berlanjut saat memompa ASI perlu segera dikonsultasikan dengan konsultan laktasi.
Apakah menggunakan bra yang ketat dapat menyebabkan nyeri puting?
Bra yang terlalu ketat atau tidak pas dapat menyebabkan nyeri puting karena dua alasan utama: gesekan yang berlebihan dan tekanan terus-menerus. Tekanan ini dapat membatasi aliran darah dan menyebabkan iritasi. Selain itu, gesekan pada puting dapat menyebabkan kulit pecah-pecah dan meningkatkan risiko infeksi, yang semakin memperjelas puting sakit tanda apa dalam hal iritasi mekanis.
Apakah nyeri puting dapat menjadi indikasi menopause?
Nyeri pada puting dan payudara sering terjadi pada fase perimenopause, yaitu transisi menuju menopause. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi hormon yang tidak menentu. Seiring mendekati menopause, kadar estrogen menurun drastis, yang dapat menyebabkan jaringan payudara menjadi lebih sensitif dan menimbulkan rasa sakit atau nyeri tekan. Nyeri ini merupakan bagian normal dari perubahan hormon di usia tersebut.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334903/original/053454000_1787904698-HOAX__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335179/original/068083900_1787917398-cek_fakta_menko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241323/original/028027200_1748947495-young-fitness-woman-headband-looking-unwell-holding-hand-her-chest-feeling-discomfort-standing-light-wall.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315940/original/065330900_1785904855-Screenshot__770_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3479587/original/015689200_1623396384-hanna-balan-_XdzYhDlK4Y-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241323/original/028027200_1748947495-young-fitness-woman-headband-looking-unwell-holding-hand-her-chest-feeling-discomfort-standing-light-wall.jpg)