Ciri-Ciri Keputihan Tidak Normal Saat Hamil Muda, Cegah dengan 3 Langkah Kebersihan Ini

Simak ciri keputihan normal dan tidak normal saat hamil muda, begini cara mencegahnya.

Diterbitkan 12 September 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Keputihan saat hamil muda bisa terjadi. Namun, ada keputihan yang normal ada pula yang tidak. 

Dokter spesialis kebidanan kandungan, Andy Halomoan Simarmata dari RS EMC Cikarang mengatakan, keputihan saat hamil muda sebenarnya merupakan kondisi normal. Fungsinya, menjaga kebersihan vagina dan melindungi dari infeksi.

Ciri-ciri keputihan yang normal saat hamil muda adalah:

  • Terjadi 1-2 minggu pada trimester pertama
  • Berwarna bening atau putih susu
  • Teksturnya lebih encer dari biasanya
  • Tidak berbau
  • Tidak merasa gatal, perih, atau nyeri di area vagina.

Sementara, tanda-tanda keputihan yang tidak normal saat hamil muda adalah:

  • Berbau menyengat
  • Berwarna kuning atau kehijauan
  • Disertai gatal dan nyeri.

“Peningkatan jumlah atau frekuensi keputihan di awal kehamilan sering menjadi indikasi normal dari perubahan hormon. Namun jika mendekati persalinan, lendir tebal bercampur darah bisa muncul sebagai bagian dari proses persiapan tubuh untuk melahirkan,” kata Andy mengutip laman EMC, Jumat (12/9/2025).  

Dengan memahami ciri-ciri keputihan normal dan tidak normal, ibu hamil bisa lebih tenang sekaligus sigap dalam menjaga kesehatan kehamilan.

Keputihan pada awal kehamilan biasanya muncul akibat peningkatan hormon estrogen dan aliran darah yang lebih lancar ke area vagina.

Selama masa ini, serviks dan dinding rahim mengalami perubahan menjadi lebih lunak, sehingga tubuh secara alami mengeluarkan cairan yang berfungsi melindungi rahim dari infeksi. Cairan ini, yang terdiri dari bakteri normal dan sel-sel mati dari dinding vagina, menjadi penyebab meningkatnya volume keputihan pada ibu hamil muda.

Secara umum, keputihan di masa awal kehamilan tergolong normal jika tidak disertai gejala mengganggu. Namun, apabila cairan berubah warna, menimbulkan rasa gatal atau perih, berbau tidak sedap, atau disertai pendarahan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter, karena kemungkinan adanya infeksi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Cara Jaga Kebersihan dan Kesehatan Organ Intim Saat Hamil

Mengalami keputihan saat hamil muda memang lumrah terjadi dan tidak membahayakan janin. Namun, jika muncul tanda-tanda yang tidak biasa, kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi membahayakan keduanya jika tidak ditangani dengan tepat.

Untuk itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan guna mengatasi dan mencegah keputihan, seperti:

Kenakan Pakaian Dalam yang Nyaman

Bumil sebaiknya memakai pakaian dalam yang longgar dengan bahan katun sehingga bisa menyerap keringat dan mencegah tumbuhnya bakteri dan jamur.

Pakai Pantyliner Jika Dibutuhkan

Pantyliner membantu menyerap keputihan dan memantau kondisinya. Ganti setiap 3–4 jam agar area tetap segar dan nyaman.

Menjaga Kebersihan Vagina

Untuk mencegah bakteri berpindah, ibu hamil dapat mencuci vagina dengan air bersih dari arah depan ke belakang setelah buang air. Kemudian pastikan area tersebut kembali kering dan bersih.

Dengan menerapkan ketiga langkah ini, Bumil dapat tetap merasa nyaman sekaligus mencegah risiko infeksi selama kehamilan muda.

 

Periksakan ke Dokter Bila Alami Keputihan Tidak Normal

Menjaga kebersihan dan kenyamanan area intim selama kehamilan muda sangat penting untuk mencegah keputihan berlebihan dan infeksi.

Meskipun tiga langkah di atas bisa membantu, tapi sangat dianjurkan untuk rutin berkonsultasi atau memeriksakan diri ke dokter kandungan. Terutama jika keputihan disertai gejala seperti bau tidak sedap, gatal, atau perubahan warna agar dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan penanganan yang tepat demi kesehatan ibu dan janin.

Keputihan saat hamil muda adalah hal yang biasa terjadi pada ibu hamil sebagai akibat adanya perubahan hormon. Cairan ini sebenarnya berperan sebagai pelindung alami organ intim dari infeksi. Meski begitu, ibu hamil tetap perlu mengenali tanda-tanda keputihan yang tidak normal, seperti perubahan warna, bau, atau tekstur, agar bisa segera ditangani.