Liputan6.com, Jakarta Bengkoang, atau nama ilmiahnya Pachyrhizus erosus, adalah umbi yang sangat populer di Indonesia, dikenal karena rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah. Seringkali dikonsumsi langsung sebagai camilan atau bahan rujak, bengkoang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menyimpan segudang manfaat bengkoang untuk kesehatan yang luar biasa. Umbi ini kaya akan nutrisi esensial seperti vitamin C, vitamin B1, protein, dan serat. Tak heran jika ia sering menjadi pilihan makanan dalam program diet sehat.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Noman, et al. (2007) dalam J. Food Chemistry, bengkoang merupakan umbi rendah kalori dengan kandungan inulin yang tinggi, menjadikannya pilihan yang baik untuk menjaga berat badan. Selain itu, kandungan antioksidan di dalamnya juga menjadikannya bahan alami yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh dan kulit.
Bengkoang, umbi yang mudah didapat, memiliki profil nutrisi yang mengesankan. Kandungan nutrisinya yang beragam memberikan berbagai khasiat, mulai dari membantu pencernaan hingga menjaga kesehatan kulit. Jadi, jangan ragu lagi untuk menyertakan bengkoang dalam menu harian Anda.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkap seputar manfaat bengkoang untuk kesehatan.
Mengenal Tanaman Bengkoang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4358655/original/013721000_1678846607-pachyrhizus-erosus-whole-jicama-isolated-white-background_1_.jpg)
Bengkoang (Pachyrhizus erosus) adalah tanaman dari famili polong-polongan (Fabaceae) yang memiliki ciri fisik khas. Tanaman ini termasuk jenis herba yang merambat, memanjat, dan membelit ke kiri, dengan panjang yang bisa mencapai 5 hingga 6 meter.
Menurut Rukmana dan Yudirachman (2014) dalam bukunya Budidaya dan Pengolahan Hasil Kacang Kedelai Unggul, nama genus Pachyrhizus berasal dari bahasa Yunani, yaitu Pachys yang berarti tebal dan rhia yang berarti akar, merujuk pada akarnya yang tebal dan menghasilkan umbi.
Tanaman bengkoang sering ditanam sebagai pupuk hijau atau penutup tanah perkebunan. Bagian utama yang dimanfaatkan adalah umbinya. Sementara itu, biji dan daunnya tidak dapat dikonsumsi karena mengandung racun.
Kandungan Nutrisi dan Senyawa Aktif dalam Bengkoang
Umbi bengkoang tidak hanya lezat, tetapi juga padat nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan nutrisi yang beragam ini menjadikannya makanan super untuk kesehatan. Dijelaskan oleh Noman, et al. (2007) dalam J. Food Chemistry, bengkoang adalah sumber yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat.
- Rendah Kalori dan Kaya Serat: Bengkoang adalah pilihan tepat untuk diet, karena hanya mengandung 39 kkal per 100 gram. Kandungan seratnya yang tinggi, terutama inulin, memberikan rasa kenyang lebih lama, membantu mengontrol berat badan, dan mendukung kesehatan pencernaan.
- Vitamin C dan Antioksidan: Bengkoang merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Selain itu, menurut penelitian Rukmana dan Yudirachman (2014), umbi ini juga mengandung antioksidan lain seperti flavonoid dan saponin. Senyawa-senyawa ini bekerja sama untuk melawan radikal bebas, mencegah kerusakan sel, dan menjaga sistem kekebalan tubuh.
- Vitamin B1 (Tiamin): Kandungan vitamin B1 dalam bengkoang menjadikannya makanan penting untuk mendukung metabolisme energi dan fungsi saraf yang optimal. Vitamin ini juga berperan dalam mencegah penyakit beri-beri.
- Mineral Esensial: Bengkoang mengandung mineral penting seperti fosfor dan kalsium yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Kandungan kaliumnya juga membantu menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah.
Â
Â
Advertisement
Manfaat Bengkoang untuk Kesehatan Tubuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339194/original/038464100_1757045316-pexels-sadat-ahmed-1776830431-33083468.jpg)
Bengkoang sering kali diremehkan, padahal umbi ini memiliki banyak manfaat yang mengejutkan. Berikut adalah 15 manfaat bengkoang untuk kesehatan yang telah didukung oleh berbagai sumber:
1. Membantu Mengontrol Gula Darah
Rasa manis alami pada bengkoang berasal dari inulin, sejenis serat yang tidak dapat dicerna oleh enzim dalam usus manusia. Melansir dari Repository Universitas Muhammadiyah Surabaya, inulin ini tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, menjadikannya camilan yang aman dan bermanfaat bagi penderita diabetes. Dengan mengonsumsi bengkoang, Anda dapat menikmati rasa manis tanpa khawatir akan lonjakan gula darah yang tajam.
2. Meningkatkan Kesehatan Kulit dan Mencegah Penuaan Dini
Manfaat bengkoang untuk kesehatan juga mencakup kecantikan kulit. Umbi ini mengandung vitamin C, flavonoid, dan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Vitamin C sangat penting untuk produksi kolagen, protein yang menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Sementara itu, senyawa fenolik dapat menghambat pembentukan melanin akibat sinar UV, membantu menghilangkan flek hitam, dan memberikan efek kulit yang lebih cerah dan awet muda.
3. Membantu Menurunkan Berat Badan
Bengkoang merupakan pilihan yang ideal bagi Anda yang sedang menjalani program penurunan berat badan. Kandungannya yang rendah kalori namun tinggi serat dan air memberikan rasa kenyang lebih lama. Ini membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan, sehingga efektif dalam mengontrol asupan kalori harian Anda.
4. Menjaga Kesehatan Jantung
Kandungan kalium dan serat dalam bengkoang memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan jantung. Seratnya efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Sementara itu, kalium membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh dan menjaga tekanan darah tetap stabil, sehingga dapat mengurangi risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
5. Mencegah Risiko Kanker
Sebagai sumber antioksidan, bengkoang membantu tubuh melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu perkembangan penyakit kronis, termasuk kanker. Dengan mengonsumsi bengkoang secara rutin, Anda dapat memberikan perlindungan tambahan pada sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
6. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Bengkoang juga mengandung fosfor dan kalsium, dua mineral penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang serta gigi yang kuat. Nutrisi ini sangat vital, terutama bagi ibu hamil dan menyusui, karena membantu meminimalkan penyusutan tulang selama masa kehamilan.
7. Mengobati Sariawan dan Beri-Beri
Kandungan vitamin C yang tinggi dalam bengkoang menjadikannya obat alami yang efektif untuk sariawan. Selain itu, bengkoang juga kaya akan vitamin B1, yang sangat berguna sebagai alternatif pengobatan untuk penyakit beri-beri yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1.
8. Menurunkan Risiko Infeksi dan Meningkatkan Imunitas
Bengkoang mengandung vitamin C yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan mengonsumsi bengkoang, tubuh mendapatkan dorongan untuk melawan infeksi dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
9. Menjaga Kesehatan Mata
Selain kaya vitamin C, bengkoang juga menyediakan vitamin A yang penting untuk kesehatan mata. Vitamin A membantu menjaga kesehatan retina dan memastikan fungsi penglihatan yang optimal, menjadikannya tambahan yang baik untuk nutrisi mata.
10. Mempercepat Proses Penyembuhan Luka
Vitamin C dalam bengkoang memiliki peran penting dalam pembentukan kolagen, yang diperlukan untuk proses penyembuhan luka. Mengonsumsi buah ini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka dan meminimalkan risiko infeksi.
11. Mencegah Anemia
Meskipun jumlahnya tidak sebanyak pada beberapa makanan lain, bengkoang tetap memberikan kontribusi zat besi yang cukup. Zat besi adalah nutrisi penting untuk mencegah anemia, menjadikannya pilihan yang baik untuk mendukung kesehatan darah.
12. Menjaga Keseimbangan Elektrolit
Kandungan kalium dalam bengkoang berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Ini membantu menjaga tekanan darah dan fungsi otot yang optimal, terutama setelah beraktivitas fisik.
13. Mengurangi Produksi Asam Lambung
Menurut Repository Universitas Muhammadiyah Surabaya, bengkoang memiliki sifat alkali yang dapat berfungsi sebagai pendingin atau penyerap asam lambung dengan cepat. Hal ini sangat bermanfaat bagi penderita maag atau mereka yang sering mengalami asam lambung tinggi.
14. Mengurangi Efek Menopause
Bengkoang mengandung fitoestrogen yang dapat membantu mengurangi gejala menopause, seperti kerutan dan penuaan kulit. Mengonsumsi fitoestrogen yang cukup dapat membantu menjaga kulit tetap sehat dan segar selama periode ini.
15. Melancarkan Sistem Pencernaan dan Mengatasi Sembelit
Bengkoang kaya akan serat, yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Serat ini membantu melunakkan tinja, meningkatkan pergerakan usus, dan mencegah sembelit. Selain itu, kandungan inulinnya yang tinggi bertindak sebagai prebiotik, yaitu makanan bagi bakteri baik di usus. Hal ini sangat penting untuk menjaga keseimbangan mikrobioma usus dan kesehatan pencernaan secara menyeluruh.
Â
Cara Mengonsumsi Bengkoang dan Perhatian Khusus
Bengkoang adalah umbi yang sangat serbaguna dan dapat dikonsumsi dalam berbagai cara yang dianjurkan oleh Puskesmas Meninting Dinas Kesehatan Lombok Barat :
- Langsung dimakan: Setelah dikupas, bengkoang bisa langsung dimakan sebagai camilan segar. Rasanya yang manis dan renyah sangat cocok untuk kudapan sehat.
- Rujak: Bengkoang sering digunakan dalam hidangan rujak buah yang segar dan pedas, menambah tekstur dan rasa.
- Salad: Bengkoang dapat dipotong tipis-tipis dan dimasukkan ke dalam salad untuk menambah rasa segar dan tekstur renyah yang unik.
- Jus: Bengkoang juga bisa diolah menjadi jus segar yang menyegarkan, terutama ketika ditambah dengan sedikit madu atau air perasan jeruk nipis.
- Dimasak: Meskipun lebih sering dikonsumsi mentah, bengkoang juga bisa dimasak, misalnya dalam tumisan atau sup, meskipun teksturnya akan berubah.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua bagian tanaman bengkoang aman untuk dikonsumsi. Hanya bagian umbinya yang aman dan dapat dimakan. Biji, batang, dan daun bengkoang mengandung senyawa beracun yang disebut rotenon, yang merupakan insektisida alami. Konsumsi bagian tanaman yang beracun ini dapat menyebabkan efek samping serius seperti tekanan darah rendah, peningkatan detak jantung, dan muntah, sehingga harus dihindari.
Meskipun bengkoang penuh manfaat, setiap orang bisa bereaksi berbeda terhadap makanan tertentu. Bengkoang, meskipun jarang, dapat memicu reaksi alergi pada beberapa individu, seperti sindrom alergi oral (OAS) yang menyebabkan gatal di sekitar mulut dan tenggorokan. Jika muncul reaksi alergi seperti kemerahan, rasa gatal, atau sensasi terbakar pada kulit setelah mengonsumsi bengkoang, segera hentikan konsumsi dan konsultasikan dengan tenaga medis.
Advertisement
FAQ Sepuar Manfaat Bengkoang Untuk Kesehatan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/1761480/original/16dc640e26682cc98b779ec7480cc370-077643900_1510238532-IMG_4832.JPG)
 Apakah bengkoang baik untuk penderita diabetes?
Ya, bengkoang sangat baik untuk penderita diabetes. Meskipun rasanya manis, rasa manis ini berasal dari inulin, sejenis serat yang tidak diserap oleh tubuh. Inulin membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga aman untuk dikonsumsi penderita diabetes.
Bisakah bengkoang membantu menurunkan berat badan?
Tentu saja. Bengkoang memiliki kandungan kalori yang sangat rendah tetapi kaya akan serat dan air. Kombinasi ini memberikan rasa kenyang yang lebih lama, mengurangi keinginan untuk makan berlebihan, dan menjadikannya camilan yang ideal untuk program diet.
Apakah bengkoang bisa digunakan untuk mencerahkan kulit?
Ya. Bengkoang telah lama digunakan dalam produk perawatan kulit, terutama untuk mencerahkan kulit. Kandungan vitamin C dan senyawa fenolik di dalamnya dapat menghambat pembentukan melanin, membantu mengurangi flek hitam, dan memberikan efek kulit yang lebih cerah.
Bagaimana cara terbaik mengonsumsi bengkoang untuk kesehatan pencernaan?
Cara terbaik adalah dengan mengonsumsinya dalam keadaan mentah. Serat dalam bengkoang, terutama inulin, berfungsi sebagai prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, melancarkan pencernaan, dan mencegah sembelit.
Apakah semua bagian dari tanaman bengkoang aman dikonsumsi?
Tidak. Meskipun umbi bengkoang sangat bermanfaat, bagian lain dari tanaman ini, seperti biji dan daunnya, berpotensi beracun dan tidak boleh dikonsumsi. Hanya umbinya yang aman dan dianjurkan untuk dikonsumsi.
Apakah bengkoang dapat membantu mengatasi sariawan?
Ya. Sariawan sering kali disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi, bengkoang dapat menjadi obat alami yang lezat untuk mempercepat penyembuhan luka dan iritasi pada mulut.
Apakah bengkoang memiliki efek samping?
Pada umumnya, bengkoang aman dikonsumsi. Namun, bagi beberapa orang yang sensitif, konsumsi berlebihan bisa menyebabkan gas atau kembung. Selain itu, seperti makanan lainnya, ada kemungkinan reaksi alergi pada individu tertentu, jadi selalu perhatikan respons tubuh Anda.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102059/original/003251600_1586868082-056245500_1544674009-konsumsi-bengkoang-ini-4-manfaat-mengagumkannya-buat-kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261500/original/047650500_1781713643-bosnia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263358/original/034169000_1781903942-063_2282397014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)