Liputan6.com, Jakarta Malaria yang kembali merebak di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Melalui status KLB, penanganan malaria masif dilakukan guna menekan prevalensinya," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai pada Senin (1/9/2025) mengutip Antara.
Ia menjelaskan, penetapan status KLB berdasarkan surat keputusan (SK) Bupati Parigi Moutong nomor 300.2.2/809/BPBD tentang status siaga darurat penanganan bencana non alam KLB malaria 2025.
Advertisement
Terkait keputusan ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberi tanggapan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman.
Menurutnya, penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria oleh Pemerintah Kabupaten Parimo adalah sebuah respons yang cepat dan sangat diperlukan dalam menghadapi peningkatan signifikan kasus malaria di wilayah tersebut.
Aji menjelaskan, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah mendapatkan status eliminasi malaria (bebas malaria) pada Juni 2024. Kemudian, terjadi peningkatan kasus malaria di kabupaten tersebut sejak Januari hingga Agustus 2025 dengan total kasus 168.
“Penularan pertama ditemukan kasus positif malaria indigenous dari pekerja tambang, sumber penularan dari kasus impor pekerja tambang berasal dari Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo,” kata Aji.
Upaya Kemenkes dan Dinkes
Merespons KLB malaria ini, Kemenkes dan dinas kesehatan (Dinkes) setempat melakukan upaya berikut:
- Penyelidikan epidemiologi
- Surveilans Vektor/nyamuk Anopheles dan survei tempat perindukan potensial: bekas tambang masyarakat
- Tata laksana kasus
- Koordinasi Lintas Program Lintas Sektor (OPD) : intervensi lingkungan
- Advokasi ke bupati untuk siaga darurat KLB malaria.
Pada 15 Agustus 2025 Bupati Parimo mengeluarkan SK Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Non Alam KLB Malaria 2025 nomor 300.2.2/809/BPBD. Ini berlaku selama 30 hari terhitung tanggal 14 Agustus hingga 12 September 2025 dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan pelaksanaan siaga darurat bencana di lapangan.
Advertisement
Yang Perlu Dilakukan Daerah Lain
KLB malaria di Parigi Moutong menjadi pengingat penting bagi daerah lain, khususnya yang memiliki riwayat kasus malaria dan eliminasi. Berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan:
Penguatan Sistem Surveilans
- Meningkatkan kewaspadaan dini dengan memantau laporan kasus malaria konfirmasi mingguan dari puskesmas melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan e-sismal (sistem pelaporan pasien malaria).
- Melakukan surveilans vektor berupa pemetaan daerah reseptif (wilayah ditemukan nyamuk Anopheles dan habitat risiko lingkungan).
- Pemetaan daerah rentan (wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi dari/ke daerah endemis).
- Surveilans migrasi untuk penemuan kasus impor dan segera tatalaksana penanggulangan
Kesiapsiagaan Logistik dan Sumber Daya
- Pemenuhan kebutuhan obat antimalaria, alat diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test), dan kelambu di tingkat puskesmas.
- Stabilitas kompetensi kapasitas tenaga kesehatan dengan pelatihan refreshing terkait penemuan kasus (diagnosis), kemampuan mikroskopis malaria dan tata laksana malaria.
- Pemenuhan kelambu untuk daerah berisiko.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Menggalakkan kembali Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) yang tidak hanya fokus pada nyamuk Aedes aegypti tetapi juga Anopheles.
- Melibatkan kader masyarakat atau toma toga untuk segera melaporkan kasus tersangka malaria ke Puskesmas terdekat, dan PKM segera laporkan ke SKDR.
- Edukasi kesehatan berkelanjutan kepada masyarakat terutama pekerja tambang untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala demam menggigil, serta pentingnya menggunakan kelambu saat tidur.
Pengendalian Vektor Terpadu
- Kerja sama Organisasi Perangkat Desa (OPD) lintas sektor dalam manajemen lingkungan seperti membersihkan genangan air, membersihkan lumut di pinggir sungai, atau menata vegetasi di sekitar pemukiman yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk.
- Melakukan penyemprotan terarah jika ditemukan peningkatan kepadatan vektor di suatu lokasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1428982/original/039878600_1481097195-Infografis_DBD_dan_Malaria-REV.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4414618/original/027144000_1683167923-mosquito-g5d5994abe_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264381/original/045958100_1782109190-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985606/original/007135300_1649144512-000_9YF9E8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264311/original/009112200_1782106678-AP26173041080733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264299/original/095323600_1782105973-AP26172695358194.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4414618/original/027144000_1683167923-mosquito-g5d5994abe_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3408516/original/033968500_1616469360-IMG20210321094001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6045953/original/024726900_1778935826-monkey_malaria__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5939349/original/014113800_1778836573-monkey_malaria__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5935157/original/015095300_1778832582-malaria.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5930566/original/034469700_1778828198-monyet__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5928583/original/059857000_1778826370-monkey_malaria__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5917436/original/002153700_1778815703-monkey_malaria.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5915223/original/062299300_1778813768-monkey.jpeg)