Liputan6.com, Jakarta - Bagi aktris Asri Welas, perjuangan hidup putranya yang terlahir dengan Katarak Kongenital menjadi titik balik dalam hidupnya. Dari pengalaman pribadi inilah, dia tergerak memperjuangkan akses kacamata khusus bagi anak-anak dengan kondisi serupa.
Katarak kongenital adalah katarak yang sudah ada sejak bayi lahir. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Operasi menjadi langkah awal, tapi proses pemulihan tidak berhenti di sana. Anak-anak membutuhkan kacamata khusus dengan resep presisi tinggi agar penglihatan mereka dapat berkembang optimal.
Cerita ini bermula pada 2017, saat Asri Welas melahirkan putranya, Ibran. Asri menemukan kejanggalan pada respons visual sang buah hati saat berada di Jepang. Asri lalu memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memeriksakan kondisi mata Ibran.
Advertisement
Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa Ibran harus segera menjalani operasi dan membutuhkan kacamata khusus pascaoperasi. Meski berat, Asri bersyukur putranya mendapat penanganan cepat.
"Saya bersyukur Ibran dapat ditangani dengan cepat dan kondisinya memungkinkan untuk memakai kacamata sebagai solusi utama. Begitu ia memakainya, reaksinya luar biasa, untuk pertama kalinya ia melihat jelas wajah saya dan warna-warni dunia," kata Asri Welas.
Momen haru itulah yang menjadi titik balik. Melihat putranya bisa melihat jelas untuk pertama kali, Asri merasa terpanggil membantu anak-anak lain dengan kondisi serupa, terutama dari keluarga prasejahtera.
Asri Welas Gandeng Perusahaan Optik Ternama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5332657/original/009987800_1756525717-WhatsApp_Image_2025-08-26_at_15.11.02.jpeg)
Kesadaran akan pentingnya akses kacamata khusus pascaoperasi menuntun Asri Welas pada kolaborasi strategis dengan Optik Tunggal, perusahaan optik yang telah berdiri lebih dari 96 tahun di Indonesia.
Sejak 2018, Optik Tunggal mulai rutin menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) Katarak Kongenital untuk membantu anak-anak mendapatkan kacamata sesuai kebutuhan. Pada 2019, Asri turut mendonasikan 90 pasang kacamata khusus bagi anak-anak prasejahtera dengan katarak bawaan.
"Kami percaya setiap anak berhak melihat dunia dengan jelas, tanpa terhalang oleh keterbatasan yang sebenarnya bisa diatasi. CSR ini adalah komitmen jangka panjang Optik Tunggal yang lahir dari keyakinan mendalam," ujar CEO Optik Tunggal, Alexander F. Kurniawan.
Â
Advertisement
Ribuan Anak Telah Terbantu
Program CSR ini terus berkembang. Optik Tunggal menargetkan distribusi 2.025 pasang kacamata gratis untuk anak-anak prasejahtera penderita Katarak Kongenital. Hingga kini, ratusan anak di lebih dari 20 daerah terpencil di Indonesia sudah menerima manfaatnya.
Proses pemberian kacamata juga dilakukan dengan teliti. Mulai dari pemeriksaan mata secara detail, pemilihan lensa presisi tinggi dari ZEISS, hingga penyesuaian frame kecil agar pas di wajah anak. Dengan teknologi lensa ZEISS, kacamata yang biasanya tebal dan berat bisa dibuat tipis, ringan, dan nyaman dipakai sehari-hari.
Salah satu penerima manfaat adalah Eklema Nisa Azizah, bayi berumur sembilan bulan dari Bandung. Setelah mendapatkan kacamata khusus dari Optik Tunggal, Nisa mulai menunjukkan respons visual positif dan lebih aktif berinteraksi.
Melihat perubahan ini, Asri Welas semakin yakin bahwa perjuangan untuk memberikan akses kacamata bagi anak-anak dengan Katarak Kongenital adalah misi yang harus diteruskan.
"Pengalaman Ibran membuat saya sadar, kacamata pascaoperasi itu bukan sekadar alat bantu. Itu pintu awal anak untuk belajar, bermain, dan tumbuh dengan optimal. Saya ingin lebih banyak anak merasakan kesempatan yang sama," ujar Asri.
Tidak berhenti di sana, Optik Tunggal bersama Asri Welas juga menggagas kampanye sosial #RunForCongenitalCataract di ajang Maybank Marathon 2025. Melalui kampanye ini, para atlet dan komunitas pelari mengedukasi publik soal pentingnya deteksi dini katarak kongenital dan akses kacamata pascaoperasi.
Dengan langkah nyata ini, Asri Welas dan Optik Tunggal membuktikan bahwa sebuah pengalaman pribadi bisa berkembang menjadi gerakan sosial besar yang membawa harapan bagi ribuan anak di Indonesia.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280983/original/023207400_1752301963-WhatsApp_Image_2025-07-12_at_13.32.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8225159/original/056714600_1781085270-20260530_130845.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6382175/original/056460800_1779257355-nina.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6380334/original/077567400_1779255437-katarak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5753293/original/059201800_1778654616-a210af85-9035-4d7e-8107-629fb93eccb8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5032122/original/009055300_1733123996-fotor-ai-2024120214150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568330/original/054028800_1777355710-Wakil_Menteri_Kesehatan_Dante_Saksono_Harbuwono__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567211/original/025743900_1777270346-55229294778_d14210d34a_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5023095/original/069186400_1732610585-fotor-ai-20241126153538.jpg)