Liputan6.com, Jakarta Hidung tersumbat pada anak sering mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Mengetahui cara mengatasi hidung tersumbat pada anak sangat penting agar anak lebih nyaman dan gejala cepat mereda.
Gangguan pernapasan ini juga bisa membuat anak sulit makan atau minum. Dengan langkah yang tepat, saluran hidung bisa lebih lega dan kesehatan buah hati tetap terjaga.
Mengenali penyebab sumbatan, seperti alergi, infeksi ringan, atau faktor lingkungan, membantu menerapkan cara mengatasi hidung tersumbat pada anak secara efektif dan aman. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang penjelasan cara mengatasi hidung tersumbat pada anak.
Advertisement
Penyebab Umum Hidung Tersumbat pada Anak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3481476/original/065107200_1623639627-mother-checking-fever-her-daughter-bedroom_1170-2752.jpg)
Mengutip buku berjudul Keperawatan Anak : Teori & Pedoman Praktis Asuhan dalam Keperawatan Anak (2024) By Nur Eni Lestari, dkk., hidung tersumbat sangat mengganggu pernapasan bayi karena bayi bernapas melalui hidung. Penyebab kondisi ini infeksi saluran napas atau pilek karena virus atau peradangan ringan akibat polusi udara dari asap rokok atau atau asap dalam rumah.
Tindakan mengatasi kondisi ini adalah mengatur udara lingkungan cukup hangat pada suhu 24-26 derajat celcius dan kelembaban cukup (> 75%). Penanganan untuk membantu mengurangi dan mengencerkan lendir hidung yang menyumbat yaitu meneteskan satu atau dua tetes laruan NaCl 0,9% pada setiap lubang hidung.
Hidung tersumbat pada anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai yang ringan hingga lebih serius. Berikut ini penyebab hidung tersumbat pada anak:
1. Infeksi Virus
Infeksi virus, seperti pilek atau flu, merupakan penyebab paling umum hidung tersumbat pada anak. Virus menyerang saluran pernapasan atas, memicu pembengkakan pada selaput lendir dan produksi lendir berlebih. Akibatnya, saluran napas tersumbat dan anak sulit bernapas dengan lega.
2. Alergi
Reaksi alergi juga sering menyebabkan hidung tersumbat. Ketika anak terpapar alergen seperti debu, bulu hewan, jamur, asap rokok, parfum, atau serbuk bunga, tubuh bereaksi dengan peradangan dan pembengkakan di hidung. Lendir yang dihasilkan menimbulkan sensasi tersumbat dan ketidaknyamanan.
Menurut Portnoy (2015) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati Vol. 4 No. 2 November 2021, alergi atau reaksi hipersensitivitas terjadi akibat adanya respon yang berlebihan dari tubuh terhadap suatu alergen.
3. Sinusitis
Sinusitis adalah peradangan pada sinus yang bisa menyebabkan hidung tersumbat persisten. Kondisi ini biasanya memerlukan perhatian medis karena berbeda dari pilek biasa dan bisa menimbulkan nyeri wajah, demam, atau lendir yang kental.
4. Kelainan Struktural atau Polip Hidung
Beberapa anak mungkin mengalami hidung tersumbat akibat kelainan struktural, seperti deviasi septum, atau adanya polip hidung. Meski jarang terjadi, kondisi ini dapat menghalangi aliran udara dan membuat pernapasan menjadi sulit.
5. Faktor Lingkungan
Paparan iritan lingkungan, seperti polusi udara, asap rokok, atau udara kering, juga bisa memicu hidung tersumbat pada anak. Mengurangi paparan terhadap pemicu ini dapat membantu meredakan gejala dan mencegah kekambuhan.
Menurut World Health rganization (2023) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 Oktober 2024, Perokok pasif memiliki risiko meningkatkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan hingga menyebabkan kematian. Data dari World Health Organization (WHO), setiap tahun terdapat kurang lebih 8 juta orang meninggal dunia karena pemakaian tembakau, 7 juta di antara mereka adalah perokok aktif serta 1,3 juta adalah perokok pasif.
Advertisement
Cara Efektif Mengatasi Hidung Tersumbat pada Anak di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326132/original/028418400_1756089665-pexels-olly-3765115.jpg)
Mengatasi hidung tersumbat pada anak bisa dilakukan dengan metode alami di rumah. Langkah-langkah berikut membantu meringankan sumbatan, mempermudah pernapasan, dan meningkatkan kenyamanan anak:
1. Menjaga Hidrasi Anak
Pastikan anak minum cukup cairan seperti air putih, sup bening, atau teh herbal hangat. Cairan hangat membantu mengencerkan lendir kental, sehingga lebih mudah dikeluarkan dan mengurangi sumbatan di hidung.
2. Menggunakan Pelembap Udara dan Terapi Uap
Pelembap udara (humidifier) atau uap hangat sangat membantu, terutama saat udara kering. Udara lembap mencegah saluran hidung mengering dan teriritasi, sekaligus membuat lendir lebih encer. Mandi air hangat atau menghirup uap panas di kamar mandi juga dapat melonggarkan hidung tersumbat.
3. Larutan Saline dan Penyedot Ingus
Semprot atau teteskan larutan saline ke lubang hidung anak untuk membersihkan lendir. Untuk bayi dan anak kecil, gunakan alat penyedot ingus (nasal aspirator) secara lembut untuk mengeluarkan lendir tanpa menyebabkan iritasi.
4. Mengatur Posisi Tidur
Tinggikan sedikit kepala anak saat tidur dengan bantal tipis atau penyangga di bawah kasur agar lendir tidak menumpuk di saluran napas. Untuk anak yang lebih besar, ajari mereka teknik mendengus yang benar untuk membersihkan hidung.
5. Pijatan dan Tepukan Lembut
Pijat perlahan area batang hidung, tulang pipi, dan sekitar alis untuk meredakan ketidaknyamanan. Menepuk punggung anak secara lembut dalam posisi tengkurap juga dapat membantu mengeluarkan lendir yang mengganggu pernapasan.
Mengutip buku berjudul Mengatasi Hidung Mampet pada Semua Usia (2024) oleh Kurnia Puspita, teknik pijat untuk hidung mampet beberapa diantaranya pijat dahi (dengan menggunakan ibu jari, lakukan gerakan melingkar pada dahi, mulai dari tengah ke tepi), pijat tulang hidung (mulai dari ujung hidung, gerakkan ibu jari ke bawah di sepanjang sisi hidung), pijat area bawah mata (ini membantu mengurangi pembengkakan dan tekanan di sinus).
6. Istirahat yang Cukup
Pastikan anak tidur cukup, karena istirahat mendukung kerja sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi. Tidur yang cukup juga membantu pemulihan lebih cepat dari hidung tersumbat.
7. Menghindari Pemicu Lingkungan
Jauhkan anak dari paparan polusi udara seperti asap rokok, debu, atau alergen lain yang bisa memicu atau memperparah hidung tersumbat.
8. Mengompres Hidung dengan Kain Hangat
Kompres hangat di area hidung dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan pada saluran hidung. Lakukan beberapa menit sebelum tidur untuk membuat pernapasan lebih lancar.
9. Minyak Esensial Aman untuk Anak
Beberapa minyak esensial seperti eucalyptus atau peppermint dapat digunakan dalam uap air untuk dihirup, membantu melegakan hidung tersumbat. Pastikan penggunaannya sesuai dosis aman untuk anak-anak dan tidak diaplikasikan langsung ke kulit tanpa pengenceran.
Menurut Sharifi-Rad et al., (2017) sebagaimana dikutip dalam kajian yang dipublikasikan di MEDFARM: Jurnal Farmasidan Kesehatan, Vol 11, No 1, 2022, minyak atsiri (Essential oils) adalah minyak dengan sifat mudah menguap yang berasal tumbuh-tumbuhan, sifat fisiknya pada suhu kamar berwujud cair dan mudah menguap.
Banyak tumbuhan memberikan aroma yang khas, dan minyak ini juga disebut sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatik (aromatic oil).
Waktu yang Tepat ke Dokter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5273976/original/048017100_1751697362-Anak_tidur_keirngetan.jpg)
Meskipun hidung tersumbat pada anak seringkali bisa diatasi di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera:
1. Gejala Tidak Membaik
Jika hidung tersumbat tidak kunjung membaik setelah beberapa hari, segera konsultasikan ke dokter anak.
2. Gejala Mengkhawatirkan
Perhatikan tanda-tanda serius seperti:
- Demam tinggi yang tidak turun
- Kesulitan bernapas atau napas cepat
- Bibir atau kulit tampak kebiruan
- Anak menjadi sangat rewel, menolak makan atau minum
3. Hindari Obat Bebas Tanpa Pengawasan
Obat dekongestan atau antihistamin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 6 tahun tanpa anjuran dokter. Penggunaan yang tidak tepat bisa menimbulkan efek samping serius.
4. Diagnosis dan Penanganan Tepat
Dokter dapat memberikan diagnosis akurat dan merekomendasikan penanganan terbaik sesuai kondisi anak, termasuk perawatan rumahan atau obat-obatan khusus jika diperlukan.
Â
Sumber:
- Buku berjudul Keperawatan Anak : Teori & Pedoman Praktis Asuhan dalam Keperawatan Anak (2024) By Nur Eni Lestari, dkk.,
-Â Kajian berjudul Penyuluhan dan Edukasi Terkait Jenis dan Penatalaksanaan Alergi pada Masyarakat di Dusun Temiyang, Desa Pardasuka, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan dipublikasikan di Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati Vol. 4 No. 2 November 2021
- Kajian berjudul Hubungan Pengetahuan Perokok Pasif tentang Dampak Asap Rokok dengan Upaya Pencegahannya di Perumahan Mulya Garden, Kecamatan Sukun, Kota Malang dipublikasikan di Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 Oktober 2024
- Buku berjudul Mengatasi Hidung Mampet pada Semua Usia (2024) oleh Kurnia Puspita
-Â Kajian berjudul Kajian Pustaka Pemanfaatan Essential Oils Sebagai Aromaterapi dalam Perawatan Kulit dipublikasikan di MEDFARM: Jurnal Farmasidan Kesehatan, Vol 11, No 1, 2022
Advertisement
Q & A Seputar Topik
Apa langkah pertama yang bisa dilakukan untuk meredakan hidung tersumbat pada anak?
Langkah pertama adalah memastikan anak tetap terhidrasi. Berikan banyak cairan seperti air putih, sup hangat, atau teh herbal hangat untuk membantu mengencerkan lendir dan memudahkan anak bernapas lebih lega.
Bagaimana cara menggunakan humidifier untuk mengatasi hidung tersumbat pada anak?
Pasang humidifier di kamar anak, terutama saat udara kering. Udara lembap membantu saluran hidung tetap basah, mengurangi iritasi, dan membuat lendir lebih encer sehingga mudah dikeluarkan.
Apakah larutan saline efektif untuk hidung tersumbat anak?
Ya, larutan saline atau semprotan hidung saline dapat digunakan untuk membersihkan hidung anak. Larutan garam ini membantu melarutkan lendir, dan setelahnya bisa menggunakan penyedot ingus untuk bayi atau anak kecil.
Posisi tidur seperti apa yang membantu meredakan hidung tersumbat anak?
Tinggikan kepala anak sedikit saat tidur, misalnya dengan menyangga bantal tipis di bawah kasur. Posisi ini mencegah lendir menumpuk di saluran napas dan memudahkan pernapasan di malam hari.
Kapan sebaiknya anak dibawa ke dokter untuk hidung tersumbat?
Segera bawa anak ke dokter jika hidung tersumbat tidak membaik setelah beberapa hari, atau muncul gejala serius seperti demam tinggi, napas cepat, bibir atau kulit kebiruan, atau anak sangat rewel dan menolak makan/minum.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3481475/original/064236100_1623639627-little-cute-girl-sad-bed-sleep-concept_169016-5951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618866/original/035352900_1782607831-063_2283624619.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5243047/original/051478600_1749093312-AP25155771563061.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3529388/original/056973400_1627972342-000_9767F7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338322/original/022054400_1782210075-gerd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4168350/original/084619200_1663905234-little-girl-holding-hands-her-stomach-suffering-from-pain.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437567/original/081641800_1765256510-close-up-newborn-baby.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2942724/original/081993600_1571379370-ella-olsson-uG1jwfpCRhg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8316923/original/091613500_1782184727-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_09.53.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467215/original/004974300_1767866155-anak_ambeien.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4857353/original/035868400_1717845092-robina-weermeijer-sRXCFkJahGk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263174/original/078393000_1781862020-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_4.38.55_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262327/original/043599600_1781779016--FTR06125.jpg)