Liputan6.com, Jakarta - Gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan pembinaan spiritual, tetapi juga berpotensi menjadi ruang aman bagi anak-anak.
Konsep Gereja Ramah Anak kini mulai diterapkan di salah satu gereja di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Pendeta Tono, gembala jemaat di gereja tersebut, mengungkapkan bahwa gereja sebagai ruang publik seharusnya menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak.
Advertisement
Anak-anak harus merasa aman, bebas berkreasi, dan terlibat dalam kegiatan positif. Selain itu, gereja dapat menjadi pusat informasi dan pembelajaran bagi orangtua mengenai pola asuh yang benar.
"Saya prihatin dengan kondisi anak-anak di lingkungan gereja. Apalagi mendengar cerita bahwa banyak anak sering mendapatkan kekerasan di rumah. Maka, dengan pendampingan Wahana Visi Indonesia (WVI), saya bertekad menjadikan gereja kami sebagai Gereja Ramah Anak," kata Tono, dikutip dari laman WVI pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Tono, menambahkan, upaya menciptakan Gereja Ramah Anak dimulai dari langkah kecil, yaitu membekali jemaat dengan pemahaman pengasuhan yang tepat. "Jemaat kami juga bisa memahami pengasuhan dengan benar. Jadi, kami bergerak sedikit demi sedikit," ujarnya.
Hasilnya mulai terlihat. Setelah Tono dan istrinya mengikuti pelatihan perlindungan anak, pengasuhan dengan cinta (PDC), dan parents support group, mereka menjadi teladan bagi jemaat, terutama para ayah.
Dengan dana gereja yang terbatas, Tono memfasilitasi pelatihan pengasuhan dengan cinta untuk jemaat.
Dari 17 peserta yang hadir, tiga di antaranya adalah ayah. Meski jumlahnya belum seimbang dengan para ibu, Tono melihat hal ini sebagai kemajuan penting.
Kehadiran para ayah di pelatihan menjadi tanda bahwa kesadaran akan pentingnya pengasuhan positif mulai tumbuh di tengah jemaat, sejalan dengan visi mewujudkan Gereja Ramah Anak di Kubu Raya.
Gereja Jadi Tempat Belajar Parenting
Pelatihan ini jadi momen perdana para ayah berpartisipasi aktif dan antusias mempelajari pengasuhan anak.
Melawan pandangan patriarkis yang mengkotak-kotakkan peran ayah dan ibu bukan hal yang mudah dilakukan di desa-desa yang berada di Kubu Raya.
Oleh karena itu, terobosan terjadi ketika para ayah ini ingin lebih paham dan terlibat langsung dalam pengasuhan anak.
Imbasnya, anak-anak akan merasakan kasih dan perhatian yang utuh dalam keluarga. "Kami diajar mengasuh anak-anak kami dengan kasih, dengan cinta. Tanpa harus membentak, memukul, emosi. Ternyata ada caranya. Bahkan dengan bahasa cinta dan kasih, kita bisa mendisiplinkan anak," ujar jemaat gereja yang mengikuti pelatihan PDC, Sunaryo.
Selain mentransformasi para orangtua yang menjadi jemaat, gereja juga membuat payung resmi yang mengukuhkan semangat mewujudkan Gereja Ramah Anak.
Gereja menerbitkan Surat Keputusan Gugus Gereja Ramah Anak, melakukan deklarasi kepada seluruh jemaat setelah ibadah gereja hari Minggu.
Dibuat pula plang nama gereja yang menambahkan informasi komitmen ramah anak, serta membuat materi komunikasi perlindungan anak yang dipasang di mading gereja. Sebagian jemaat juga telah mendapat pelatihan PDC yang difasilitasi oleh Pendeta Tono dan istri.
Â
Advertisement
Kata Kemenag Soal Gereja Ramah Anak
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen Kementerian Agama (Kemenag) telah mensosialisasikan pedoman rumah ibadah ramah anak.
Ini dilakukan dalam rangka merespons upaya pemerintah, khususnya Kemenag untuk mendukung pemenuhan hak anak dan perlindungan anak.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Kristen, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd, mengatakan bahwa anak adalah masa kini dan masa depan sebuah bangsa.
"Saya mengapresiasi bahwa gereja kita di Indonesia memberi perhatian khusus terhadap anak karena bagaimanapun anak adalah masa depan bangsa kita. Masa depan bangsa kita ada di ada tangan anak-anak dan pemimpin gereja masa depan adalah anak-anak kita," kata Jeane pada 2023 mengutip laman Bimas Kristen.
"Anak adalah ciptaan Allah yang bermartabat dan berharga di mata Tuhan. Anak adalah manusia utuh yang diciptakan Allah segambar dengan-Nya, di dalam diri anak, ada citra Allah yang harus diperlakukan secara bermartabat," tambahnya.
Gereja Diharapkan Jadi Garda Terdepan Pemenuhan Hak Anak
Jeane berharap, gereja bisa menjadi komunitas dan lingkungan yang aman dan mendukung proses tumbuh kembang anak.
"Gereja juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya pemenuhan hak anak dan melindungi anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi dan kerentanan lainnya dengan mewujudkan rumah ibadah atau Gereja Ramah Anak,"Â ujarnya.
"Dan, sekali lagi saya katakan bahwa perhatian kita kepada anak harus serius, jangan merusak mental, karakter dan perilaku mereka,"Â tambahnya.
Gereja juga dinilai memiliki peran yang sangat strategis untuk merespons kondisi yang saat ini dialami oleh anak-anak di Indonesia.
"Semua gereja di Indonesia dari berbagai denominasi dengan perangkat kelembagaannya, memiliki potensi dan peran strategis dalam mengatasi persoalan dan tantangan saat ini," ujarnya.
"Gereja perlu menghadirkan lingkungan yang menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang serta berpartisipasi sesuai dengan tahapan perkembangan anak, serta mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi," lanjutnya.
Rumah Ibadah/Gereja Ramah Anak (GRA) merupakan perwujudan dari tri tugas gereja yaitu persekutuan, pelayanan dan kesaksian. Sekaligus sebagai respons menjawab permasalahan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia.
"GRA juga merupakan bentuk kontribusi umat Kristiani di Indonesia dalam mewujudkan Indonesia Layak Anak pada tahun 2030. Untuk mewujudkan GRA diperlukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan Gereja Ramah Anak kepada berbagai pihak yang diharapkan bisa mendukung mewujudkannya," pungkasnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4167557/original/057020000_1663838061-Infografis_Peranan_Penting_Orang_Tua_dalam_Pengasuhan_Anak__Parenting__Source_Kementerian_Sosial_RI.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1908458/original/066821200_1766619000-WhatsApp_Image_2025-12-25_at_06.29.31.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313155/original/015906400_1754985988-b99ad44f-75bf-4ea4-bc8e-af672d82b72a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/262/original/004103300_1521089203-WhatsApp_Image_2018-03-15_at_12.45.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)