Liputan6.com, Jakarta Menjadi orang tua adalah impian bagi banyak orang, salah satu pencapaian hidup yang paling dinanti. Kehadiran si kecil yang lucu dan menggemaskan jadi sumber kebahagiaan yang bikin hati terasa hangat.
Namun, peran sebagai orang tua tidak hanya ketika menjalani momen lucu dan bahagia. Ada tanggung jawab besar untuk mendampingi tumbuh kembang anak, mengajarkan nilai-nilai hidup, dan membentuk karakter mereka sejak dini. Perjalanan hidup sebagai orang tua bisa penuh kejutan dan tantangan. Mendidik, menemani, serta memberi arahan kepada anak. Ini bukan hanya soal memberi tahu mana yang benar atau salah, tetapi juga bagaimana kita bisa menjadi contoh yang baik, pendengar yang sabar, dan sahabat terbaik bagi mereka.
Tapi tenang aja, banyak selebriti dan influencer yang suka berbagi wawasan dan pengalaman seru mereka dalam mengasuh anak. Yuk simak inspirasinya, terapkan di rumah, dan temukan cara mengasuh yang lebih hangat. Ingat, mendidik anak tak selalu harus dengan nada tinggi!
Advertisement
1. Gaya Parenting Ayudia Bing Slamet dan Suami – Mendorong Eksplorasi dan Kemandirian Anak
Ayudia Bing Slamet berbagi ilmu parenting dalam Video #momscorner episode 29 di saluran YouTube Nikita Willy Official. Ayudia dan suaminya, Ditto Percussion, menerapkan mindful parenting yang menekankan kehadiran penuh dan komunikasi terbuka. Pasangan ini percaya, memberikan ruang yang pas untuk anak, menjadikannya pribadi yang mandiri, kreatif, dan berani. Ayudia pentingnya apresiasi yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan empati anak. Di matanya, apresiasi bukan hanya hadiah dalam bentuk materi, melainkan berupa pujian, pelukan, dan afirmasi positif.
Pola asuh gaya ala Ayudia Bing Slamet.
- Memberi Ruang Eksplorasi dan Kemandirian: Beri ruang bagi anak untuk mencoba hal-hal baru tanpa banyak campur tangan. Ini membantu anak mengenal minat dan tumbuh mandiri sejak dini.
- Dukung Rasa Ingin Tahu & Ajak Diskusi; Ketika anak penasaran, mereka sigap beri akses ke sumber edukatif dan ajak diskusi. Anak diajak berpendapat, bahkan untuk hal yang sederhana, agar terbiasa berpikir kritis.
- Memandang Kesalahan sebagai Pembelajaran dan Memuji Usaha: Tidak fokus pada hasil, tapi usaha anak. Kesalahan dianggap sebagai bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang harus dimarahi.
- Bangun Tanggung Jawab Lewat Contoh Nyata: Anak diajak berempati dan bertanggung jawab melalui kegiatan sederhana, seperti beres-beres atau memilah sampah. Larangan seminimal mungkin agar anak bebas eksplorasi tanpa rasa takut.
"Anak kecil itu mengibarat manusia baru di bumi, belum banyak terpapar asam garam kehidupan. Supaya mereka siap menghadapi hidup, penting bagi kita memberi ruang eksplorasi biar mereka mengenal berbagai aktivitas, edukasi, dan sosialisasi. Jangan hanya ajarkan yang baik-baik, tapi juga realita. Pengalaman-pengalaman inilah yang membentuk masa depan mereka," kata Ayudia Bing Slamet, dalam Video #momscorner episode 29 di saluran YouTube Nikita Willy Official.
2. Dhannisa Cho - Gentle Parenting, Refleksi Parenting: Ubah “Aku Nggak Bisa” Jadi Kekuatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5304622/original/028997900_1754280012-pexels-thirdman-8926844.jpg)
Melalui video TikTok-nya, Dhannisa Cho membagikan pandangan jujur dan mendalam tentang tantangan dalam dunia parenting. Salah satu refleksi yang mencuri perhatian adalah saat anak mengucapkan kalimat, “Aku tidak bisa.” Bagi Dhannisa, ungkapan ini bukan sekadar keluhan biasa, namun sinyal bahwa ada perasaan tidak mampu yang perlu ditangani dengan hati-hati agar tidak tumbuh menjadi keyakinan yang membatasi diri anak di masa depan.
"Masa depan tidak diketahui, tetapi suatu hari nanti, InsyaAllah dia akan menjadi seorang pelajar, seorang remaja laki-laki, seorang pekerja magang, seorang karyawan, seorang pria mandiri, seorang pemimpin bagi keluarganya, seorang ayah," tulis Dhannisa dalam salah satu keterangan fotonya.
Gaya Parenting Dhannisa Cho
Dhannisa Cho dan suami secara konsisten namun hangat menerapkan pendekatan gentle parenting dalam mengasuh anak-anak mereka. Pendekatan ini fokus pada:
- Tekanan kasih komunikasi sayang dan kelembutanMenggunakan nada suara yang tenang dan pilihan kata yang positif saat berinteraksi dengan anak. Fokus untuk membangun koneksi dan empati terhadap anak
- memahami dan merespons emosi anakMenetapkan aturan dan konsekuensi yang jelas tanpa hukuman fisik atau bentakan, fokus pada mengajarkan daripada menghukum.
- memberikan penjelasan logis Dhannisa Cho dan suaminya berusaha menjelaskan sebab-akibat dan pilihan lain yang lebih baik kepada anak, tanpa ancaman, marah, atau hukuman.
- Mengajarkan kemampuan dan keterampilan sosialMendorong anak untuk memahami perasaan orang lain dan keterampilan sosial seperti rasa hormat, komunikasi, kerja sama dan Pentingnya konsistensi dalam menerapkan batasan dan rutinitas.
- Membangun kepercayaan dan ketahanan emosionalDia percaya bahwa dengan tetap bersama anak saat mereka mengalami kesulitan, orang tua membangun kepercayaan dan membuat anak merasa aman.
Kalimat “aku nggak bisa” bisa menjadi akar keyakinan hidup dan sesuatu yang perlu dicegah sejak dini. Bagi mereka, ini bukan sekadar soal menyemangati anak, tapi tentang menanamkan keterampilan pemecahan masalah dan menumbuhkan kepercayaan diri sejak dini.
Dengan pendekatan ini, Dhannisa ingin menerapkan keterampilan menyelesaikan masalah dan membangun kepercayaan diri pada anak menjadi bekal penting yang akan menyertai mereka sepanjang hidup.
Advertisement
3. Rensia Sanvira - Parenting Anti Manja! Terapkan Batas Sejak Dini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4288107/original/054260400_1673427893-rensia_sanvira_1.jpg)
Dalam salah satu video TikTok-nya, Rensia Sanvira membagikan tips penting untuk orang tua dalam menghadapi anak yang sudah terlanjur manja atau sering menuntut sesuatu tanpa mempertimbangkan proses untuk mendapatkannya. Ia menekankan bahwa orang tua perlu mulai menerapkan aturan yang membentuk pola pikir anak sejak dini.
Pertama dengan mengajarkan anak bahwa jika mereka menginginkan sesuatu, maka mereka harus berusaha dulu. Cara ini bukan hanya mengajarkan nilai uang, namun juga menanamkan pemahaman keinginan tidak bisa selalu langsung mewujudkan perlunya usaha, proses, dan kesabaran untuk mencapainya.
Kedua, pentingnya menetapkan ekspektasi yang jelas kepada anak sebelum pergi ke tempat seperti toko atau mall. Dengan memberi tahu sejak awal apa yang boleh dan tidak boleh dibeli atau dilakukan, anak akan memiliki panduan yang jelas dan tidak mengembangkan sikap semaunya. Mereka juga belajar untuk mengelola ekspektasinya sendiri agar tidak kecewa atau reaktif ketika permintaannya tidak langsung diungkapkan.
Langkah ini membantu anak membentuk sikap realistis, memahami batasan, serta menghargai proses dan keputusan orang tua. Dengan menerapkan aturan dan ekspektasi yang konsisten seperti ini, anak akan belajar bahwa setiap keinginan perlu usaha, dan tidak semua hal bisa diperoleh dengan mudah. Hasilnya, mereka tumbuh lebih mandiri, bertanggung jawab, dan tidak mudah kecewa saat menghadapi penolakan atau penolakan.
Sejumlah prinsip parenting positif yang bisa diterapkan oleh Rensia sejak dini, antara lain;
- Pendekatan Sabar dan Tanpa Panik: Pentingnya orang tua agar tidak panik. Ketenangan orang tua dapat mempengaruhi respon anak dan membantu menciptakan suasana yang lebih positif.
- Komunikasi Efektif dan Mendengarkan Anak: Berkomunikasi dengan anak agar pesan tersampaikan dengan baik dan anak merasa didengar. Orang tua mau meminta maaf jika melakukan kesalahan.
- Mendorong Kemandirian dan Tanggung Jawab: Tujuannya adalah membentuk anak yang bertanggung jawab, mandiri, dan percaya diri.
- Orang Tua sebagai Contoh (Role Modeling): Anak adalah peniru ulung. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi contoh yang baik sehingga anak termotivasi untuk mengikuti kebiasaan tersebut.
- Konsistensi dan Ketegasan dalam Batasan: Sangat penting menetapkan batasan waktu yang jelas dan menerapkannya secara konsisten. Meskipun anak menangis atau marah, orang tua harus tetap tegas agar anak memahami aturan.
Perjalanan menjadi orang tua bukanlah tentang kesempurnaan, melainkan tentang komitmen untuk terus belajar, tumbuh, dan hadir. Setiap anak berbeda, dan tidak ada satu cara mengasuh anak yang cocok untuk semua. Namun, dengan empati, komunikasi yang sehat, dan contoh yang baik, orang tua bisa menjadi fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang anak yang bahagia dan percaya diri.
(*)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884455/original/ACg8ocLsDd5iZU25ZIXg8J16C2S8wGUBWzyAgUVywdrI4NjeCtLPYIY%3Ds96-c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5314012/original/055538500_1755062724-Depositphotos_353796470_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/836/original/072087300_1545939912-IMG_20180420_135756_758.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)