Tulang Anak Masih Berkembang, Bagaimana Cara Aman Atasi Skoliosis?

Tulang anak masih aktif tumbuh, sehingga intervensi skoliosis harus mempertimbangkan potensi pertumbuhan ke depan.

Diterbitkan 25 Juli 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Penanganan skoliosis pada anak dan remaja tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Tulang anak masih aktif tumbuh, sehingga intervensi harus mempertimbangkan potensi pertumbuhan ke depan.

"Tindakan penanganan skoliosis pada anak dan remaja yang tetap mendukung pertumbuhannya sangat dibutuhkan," jelas dokter spesialis ortopedi dan traumatologi konsultan ortopedi anak, Didik Librianto.

Didik mengungkap teknik terbaru Vertebral Body Tethering (VBT) merupakan salah satu metode yang tepat untuk pasien skoliosis anak dan remaja. Tidak hanya efektif, tetapi juga memungkinkan pasien tetap bergerak aktif dan melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa kehilangan fleksibilitas tulang belakang.

Apa Itu VBT dalam Penanganan Skoliosis?

"VBT merupakan prosedur bedah minimal invasive yang dirancang untuk memperbaiki skoliosis, yaitu kelainan berupa kelengkungan tulang belakang tanpa mengorbankan fleksibilitasnya," kata Didik.

Berbeda dengan operasi konvensional, teknik ini memungkinkan tulang belakang anak dan remaja tetap tumbuh secara normal setelah tindakan operasi.

Proses ini melibatkan pemasangan anchor di sepanjang tulang belakang, yang kemudian dihubungkan dengan tali fleksibel atau tether.

"Saat anak tumbuh, tali ini bekerja untuk menyesuaikan kelengkungan dan mempertahankan keseimbangan tubuh," jelas dokter yang praktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah Jakarta ini dalam keterangan tertulis.

Teknik ini diperuntukkan bagi pasien anak dan remaja dengan skoliosis idiopatik atau skoliosis tanpa penyebab yang pasti dengan sudut kelengkungan antara 25-65 derajat. 

Teknik VBT Cegah Tulang Makin Melengkung

Didik mengatakan teknik VBT bisa mencegah progresivitas skoliosis atau kelengkungan tulang belakang bertambah.

"Dengan penggunaan tether yang fleksibel, tulang belakang dapat tumbuh selaras dan tidak kaku," katanya.

Selainitu, hasil tindakan ini bersifat permanen, sehingga pasien tidak perlu khawatir tentang kekambuhan skoliosis di masa depan.

Keunggulan Teknik VBT dari Operasi Konvensional

Keunggulan Teknik VBT Dibanding Operasi Konvensional Skoliosis:

  • Mobilisasi dini: Pasien bisa lebih cepat bergerak setelah operasi.
  • Fleksibilitas tulang belakang tetap terjaga: Pasien tidak merasa kaku, sehingga bisa kembali aktif seperti biasa.
  • Tindakan minimal invasif: Prosedur dilakukan dengan sayatan minimal.
  • Risiko perdarahan lebih kecil: Karena minim sayatan, risiko komplikasi seperti perdarahan pun lebih rendah.
  • Pemulihan setelah tindakan VBT terbilang cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari rawat inap.