10 Manfaat Zinc untuk Anak, Nutrisi Penting agar Anak Tidak Mudah Sakit

Ketahui beragam manfaat zinc untuk anak, mulai dari mendukung sistem imun hingga optimalkan tumbuh kembang. Pahami pentingnya mineral esensial ini bagi kesehatan si kecil.

Diperbarui 24 Juli 2025, 11:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Zinc merupakan mikronutrien esensial yang sangat vital bagi tumbuh kembang anak. Mineral ini tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi melalui asupan makanan sehari-hari. Memahami manfaat zinc untuk anak adalah langkah penting bagi orang tua dalam memastikan kesehatan buah hati.

Peran zinc sangat luas, mulai dari mendukung fungsi kekebalan tubuh hingga membantu proses pertumbuhan sel. Kekurangan zinc dapat berdampak serius pada kesehatan anak, termasuk menghambat pertumbuhan dan membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi. Oleh karena itu, kecukupan zinc sangat krusial.

Menurut tinjauan Role of zinc in health and disease oleh Stiles, Ferrao & Mehta (2024), zinc adalah mikronutrien esensial yang tak dapat disintesis tubuh dan harus diperoleh melalui asupan rutin. Mineral ini hanya terdapat dalam jumlah kecil di tubuh, namun memegang peranan vital sebagai kofaktor lebih dari 300 enzim dan regulator terhadap 1.000 faktor transkripsi dalam sel.

Berikut Liputan6.com ulas lengkap tentang manfaat zinc untuk anak melansir dari berbagai sumber, Rabu (23/7/2025).

Apa Itu Zinc?

Zinc adalah mikronutrien penting yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, namun memiliki fungsi yang sangat besar. Mineral ini berperan sebagai kofaktor bagi ratusan enzim yang terlibat dalam berbagai proses biologis. Tanpa asupan zinc yang cukup, banyak fungsi tubuh tidak dapat berjalan dengan optimal.

Office of Dietary Supplements (NIH) menjelaskan bahwa zinc diperlukan untuk katalisis enzim penting, sintesis DNA dan protein, serta penyembuhan luka. Selain itu, mineral ini juga mendukung proliferasi dan diferensiasi sel imun, yang krusial untuk sistem pertahanan tubuh anak.

Lebih lanjut, University of Hawaiʻi dalam Fundamentals of Human Nutrition menyatakan bahwa zinc berfungsi sebagai kofaktor dalam metabolisme energi dan pembentukan hemoglobin. Mineral ini juga mendukung pertumbuhan pada masa prenatal, anak-anak, dan remaja, serta berperan pada indera penciuman dan pengecapan makanan. Defisiensi zinc parah bahkan dapat menyebabkan anemia karena gangguan enzim pembentuk heme.

 

Manfaat Zinc untuk Anak 

1. Zinc Mendukung Fungsi Sistem Imun Bawaan dan Adaptif

Menurut ulasan “Zinc: its impact on immune function in children” (Kinash et al., Pediatria Polska, 2021), zinc diperlukan untuk pematangan dan diferensiasi berbagai sel imun, seperti neutrofil, makrofag, sel NK, limfosit T dan B. Penelitian tersebut menyatakan bahwa zinc membantu aktivasi interferon, regulasi sitokin, serta respons antigen—yang krusial dalam mempertahankan sistem pertahanan tubuh  

2. Meningkatkan Ketahanan Terhadap Infeksi Pernapasan

Berdasarkan percobaan oleh Black dkk. (Pediatrics, 1998), suplementasi 10 mg zinc harian selama 120 hari menurunkan kejadian infeksi saluran napas bawah pada anak usia 6–35 bulan dari 0,35 menjadi 0,19 episode per anak per tahun—penurunan hampir 45 % risiko ([turn0search15]).

3. Mengurangi Durasi dan Keparahan Diare Akut

Menurut tinjauan American Journal of Clinical Nutrition, suplementasi zinc selama 10–14 hari berhasil mengurangi durasi dan keparahan episode diare pada anak balita. Rekaman data menunjukkan efek protektif zinc dalam menangani gastroenteritis  

4. Mereduksi Peradangan Melalui Mekanisme Anti‑inflamasi

Dalam ulasan Biomolecules (Nicholas dkk., 2024), zinc dilaporkan dapat memodulasi jalur NF‑κB dan menghambat pelepasan histamin dari sel imun seperti basofil dan mast, sehingga meredakan inflamasi dan memperbaiki imunitas anak secara signifikan  

5. Menguatkan Integritas Saluran Cerna dan Mengurangi Infeksi Virus

Menurut WHO  zinc memiliki efek penting dalam mempertahankan fungsi mukosa usus. Defisiensi zinc meningkatkan risiko infeksi saluran cerna dan pernapasan, sedangkan suplementasi terbukti menurunkan morbiditas serta mendukung pertumbuhan optimal  

6. Mendukung Pertumbuhan Fisik (Tinggi dan Berat Badan)

 Berdasarkan sebuah meta-analisis dari BMC Pediatrics (2023), suplementasi zinc pada anak-anak sehat di atas usia dua tahun terbukti secara signifikan meningkatkan berat badan dan tinggi badan. Zinc diyakini bekerja melalui pengaturan hormon pertumbuhan dan ekspresi gen IGF‑1 yang mendukung pertumbuhan linear tubuh anak 

7. Mengoptimalkan Perkembangan Kognitif dan Motorik

 Menurut Maureen M. Black dalam American Journal of Clinical Nutrition (1998), kekurangan zinc pada anak dapat menyebabkan keterlambatan fungsi neuropsikologis seperti konsentrasi, aktivitas, memori, dan perkembangan motorik. Zinc diperlukan untuk sintesis DNA/RNA dan pembentukan neuron—menunjang pertumbuhan otak yang sehat

8. Memperkuat Kesehatan Saluran Cerna dan Mengobati Diare

 Menurut artikel Nutrients oleh Hsun‑Chin Chao (2023), zinc dapat memperbaiki fungsi epitel usus, memperkuat barrier mukosa, serta mengurangi durasi diare akut pada anak. Kombinasi zinc dengan oralit menjadi terapi yang efektif untuk gastroenteritis pada anak-anak  

9. Meningkatkan Nafsu Makan dan Menunjang Status Gizi

 Menurut tinjauan dalam MDPI tentang zinc dan penyakit gastrointestinal anak, zinc mampu merangsang sekresi ghrelin dan meningkatkan sensitivitas hormon pertumbuhan, yang berkontribusi meningkatkan nafsu makan dan status nutrisi anak—terutama pada anak dengan malnutrisi kronis  

 Dalam uji coba randomized di American Journal of Clinical Nutrition, diberikan suplementasi zinc pada anak kurang gizi usia 9–30 bulan ditambah stimulasi psikososial. Hasilnya menunjukkan peningkatan koordinasi tangan-mata, serta perkembangan kognitif dan motorik yang optimal dibanding anak tanpa stimulasi—menunjukkan zinc memberi manfaat lebih besar jika dikombinasikan interaksi stimulatif dari lingkungan AJCN. 

Dampak Kekurangan Zinc pada Tumbuh Kembang Anak

Kekurangan zinc, bahkan dalam kadar ringan, dapat memiliki dampak signifikan pada tumbuh kembang anak. Ini adalah salah satu masalah gizi mikro yang sering terabaikan namun berakibat fatal. Memahami dampak ini penting untuk mengoptimalkan manfaat zinc untuk anak.

Salah satu dampak paling nyata adalah pertumbuhan linier tertunda atau stunting. WHO dalam dokumen Zinc supplementation and growth in children (2013) menjelaskan bahwa zinc memainkan peran penting dalam pertumbuhan sel dan metabolisme. Meta-analisis menunjukkan suplementasi 10 mg zinc/hari dapat menambah rata-rata tinggi anak hingga +0,37 cm dalam 24 minggu. Studi Journal of Nutrition (2003) juga menegaskan bahwa zinc adalah salah satu defisiensi mikronutrien utama penyebab retardasi pertumbuhan pada populasi anak berisiko rendah gizi.

Anak yang kekurangan zinc juga rentan terhadap infeksi dan diare berat. Ulasan imunologi Zinc deficiency menyebutkan bahwa kekurangan zinc meningkatkan kerentanan terhadap infeksi saluran pernapasan dan saluran cerna, seperti pneumonia dan diare, yang menyumbang sekitar 800.000 kematian anak di bawah lima tahun setiap tahun. Suplementasi zinc terbukti mengurangi insiden diare dan pneumonia secara signifikan pada anak malnutrisi, seperti dinyatakan dalam studi Zinc in child health and disease (2001).

Selain itu, defisiensi zinc dapat mengganggu fungsi kognitif dan motorik. Kajian The Evidence Linking Zinc Deficiency with Children’s Cognitive and Motor Functioning (PMC) menyatakan bahwa zinc berperan dalam neurogenesis dan transmisi neurotransmitter. Kekurangan zinc dapat menyebabkan gangguan motorik, perhatian, dan kemampuan belajar, serta gangguan kognitif dan perilaku seperti iritabilitas, lesu, dan depresi ringan. Anak dengan kekurangan zinc juga sering dikaitkan dengan penurunan nafsu makan dan berat badan lambat, yang menghambat pertumbuhan optimal.

7 Makanan dengan Kandungan Zinc Tinggi

Untuk memastikan manfaat zinc untuk anak terpenuhi, penting bagi orang tua untuk memasukkan makanan kaya zinc ke dalam diet harian mereka. Sumber zinc terbaik umumnya berasal dari produk hewani, namun ada juga pilihan nabati.

Berikut adalah beberapa makanan dengan kandungan zinc tinggi yang bisa menjadi pilihan:

  1. Tiram (Oysters): Tiram adalah salah satu sumber zinc paling padat nutrisi. Melansir Verywell Health, tiram mengandung sekitar 74 mg zinc per 85 gram, melebihi 600% kebutuhan harian (RDA) untuk pria dewasa.
  2. Daging Sapi Tanpa Lemak: Daging sapi merupakan sumber zinc yang sangat baik. Menurut Michael Joseph, MSc, dari Nutrition Advance, 100 gram daging sapi giling tanpa lemak mengandung sekitar 6,94 mg zinc atau 63% nilai harian (DV). Sumber ini juga kaya zat besi.
  3. Rajungan Alaska (King Crab): Rajungan Alaska juga termasuk sumber hewani terbaik. Sumber yang sama menyebutkan, 134 gram rajungan Alaska kukus mengandung 7,62 mg zinc (~69% DV).
  4. Kacang-kacangan & Biji-bijian: Untuk sumber nabati, kacang-kacangan seperti kacang mete dan lentil, serta biji labu dan biji wijen, kaya akan zinc. Verywell Health menjelaskan, 30 gram biji rami (hemp) menyumbang 27–37% DV. The Times of India menambahkan, 100 gram biji labu mengandung sekitar 7,64 mg zinc, dan biji wijen 10,23 mg.
  5. Hati & Daging Sapi/Itik: Daging hewani seperti hati sapi dan daging sapi adalah sumber zinc utama, karena kadar zinc tergantung pada kandungan tanah dan hewan sumbernya.
  6. Unggas (Daging Gelap Ayam atau Kalkun): Self.com menyebutkan bahwa daging gelap unggas mengandung kadar zinc lebih tinggi daripada daging putih. Contohnya, dada ayam mengandung 0,8 mg/85 gram, sementara paha ayam dan kalkun lebih kaya zinc.
  7. Produk Susu & Telur: Produk susu seperti yogurt (8 oz) mengandung sekitar 1,7 mg zinc (15% DV), dan keju slice cheddar 1 oz memiliki sekitar 1 mg zinc, menurut Verywell Health. Self.com juga mencatat bahwa telur besar menyediakan 0,6 mg zinc (5% DV).

Kapan Anak Membutuhkan Suplemen Zinc?

Meskipun asupan zinc idealnya dipenuhi dari makanan, ada beberapa kondisi di mana suplementasi zinc mungkin diperlukan untuk memastikan anak mendapatkan manfaat zinc yang optimal. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum memberikan suplemen.

Anak yang mengalami diare berulang atau terjangkit infeksi usus seringkali membutuhkan suplementasi. Menurut pedoman WHO dan UNICEF, suplementasi 10–20 mg zinc per hari selama 10–14 hari pada anak yang mengalami diare dapat mengurangi durasi, keparahan, serta risiko diare berulang dalam 2–3 bulan berikutnya.

Suplementasi zinc preventif juga terbukti bermanfaat pada anak balita yang rentan stunting atau berdiet minim zinc. Meta-analisis MDPI (2017) menunjukkan bahwa suplementasi zinc preventif telah mengurangi kejadian stunting dan meningkatkan pertumbuhan linear pada anak usia di bawah 5 tahun di negara berkembang. WHO menyarankan intervensi zinc sebagai bagian dari paket nutrisi komprehensif pada balita di wilayah dengan prevalensi kekurangan zinc tinggi.

Selain itu, anak dengan infeksi saluran pernapasan berulang, seperti pneumonia, mungkin memerlukan suplemen. Ringkasan WHO menunjukkan bahwa suplementasi zinc terbukti menurunkan insiden dan prevalensi pneumonia pada anak usia 2–59 bulan di populasi dengan asupan zinc rendah. Anak dengan risiko defisiensi tinggi, seperti mereka yang mengonsumsi makanan plant-based atau mengalami malabsorpsi, juga mungkin membutuhkan suplemen karena zinc umumnya banyak tersedia dalam sumber hewani. Suplementasi enteral zinc pada bayi prematur atau berat lahir rendah (BBLR) juga memberikan manfaat signifikan berupa peningkatan berat badan dan penurunan kejadian diare, seperti dilaporkan dalam jurnal Pediatrics (2022).

FAQ

Apa itu zinc dan mengapa penting untuk anak?

Zinc adalah mikronutrien esensial yang tidak dapat diproduksi tubuh, berfungsi sebagai kofaktor lebih dari 300 enzim, penting untuk sintesis DNA, protein, penyembuhan luka, dan fungsi imun anak.

Bagaimana zinc mendukung sistem kekebalan tubuh anak?

Zinc diperlukan untuk pematangan dan diferensiasi sel imun, membantu aktivasi interferon, regulasi sitokin, serta respons antigen, sehingga meningkatkan ketahanan anak terhadap infeksi pernapasan dan diare.

Apa saja dampak kekurangan zinc pada tumbuh kembang anak?

Kekurangan zinc dapat menyebabkan stunting, kerentanan tinggi terhadap infeksi (terutama diare dan pneumonia), gangguan fungsi kognitif dan motorik, serta penurunan nafsu makan yang menghambat pertumbuhan.

Makanan apa saja yang kaya akan zinc?

Sumber zinc tinggi meliputi tiram, daging sapi tanpa lemak, rajungan Alaska, kacang-kacangan dan biji-bijian (seperti biji labu dan wijen), hati sapi, daging gelap unggas, serta produk susu dan telur.

Kapan anak membutuhkan suplemen zinc?

Suplemen zinc mungkin diperlukan pada anak yang mengalami diare berulang, rentan stunting, sering infeksi saluran pernapasan, memiliki diet minim zinc (misalnya plant-based), atau bayi prematur/BBLR, namun harus berdasarkan anjuran dokter.

Apakah zinc bisa membantu anak yang susah makan?

Ya, defisiensi zinc sering dikaitkan dengan penurunan nafsu makan. Suplementasi zinc dapat membantu meningkatkan nafsu makan pada anak yang kekurangan mineral ini, sehingga mendukung asupan nutrisi yang lebih baik.

Berapa dosis zinc yang aman untuk anak?

Dosis zinc yang aman untuk anak bervariasi tergantung usia dan kondisi. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan dosis yang tepat dan menghindari kelebihan asupan.