Mainan Kosmetik Anak Bisa Mengandung Bahan Berbahaya, BPOM Minta Orangtua Waspada

BPOM mengingatkan bahwa di balik warna-warni mainan kosmetik anak bisa membahayakan kesehatan anak. Maka pastikan pilih mainan kosmetik anak punya nomor izin edar BPOM.

Diperbarui 22 Juli 2025, 10:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mainan kosmetik anak memiliki mungkin terlihat lucu dan menarik. Apalagi dengan warna-warna mencolok yang disukai anak-anak. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengingatkan bahwa di balik warna-warni itu bisa saja membahayakan kesehatan anak.

"Kosmetik mainan anak ini perlu diwaspadai kenapa, karena kita tahu bersama penggunaan kosmeik makin besar. Di satu sisi peluang peningkatan ekonomi, sisi lain ancaman kesehatan," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri pada acara hybrid.

Kashuri mengatakan bahwa pada kosmetik mainan anak yang aman tentu tidak masalah. Namun, bila di balik warna-warni mencolok itu menggunakan bahan berbahaya maka bisa mengganggu kesehatan anak."Kan

dipakai untuk mendandani boneka, iya tapi bisa bersinggunan dengan kulit anak. Kan kita tahu kulit anak itu sangat sensitif, makanya perlu diawasi (peredaran produk kosmetik mainan anak)," kata Kashuri.

Lebih lanjut, Kashuri mengatakan dalam pengawasan yang dilakukan BPOM menemukan kosmetik mainan anak kerap mengandung bahan berbahaya. Diantaranya:

  • Menggunakan pewarna sintetis yang bisa memengaruhi kesehatan
  • Mengandung senyawa kimia golongan azo yang termasuk bahan kimia berbahaya
  • Ada juga yang mengandung formalin.

"Ini kalau kena kulit anak-anak kita, terpapar dalam waktu lama akan menimbulkan gangguan kesehatan anak," kata Kashuri.

Guna memastikan mutu dan keamanan mainan kosmetik anak, sebuah produk harus mendapatkan nomor izin edar.

"Kalau tidak aman, maka mainan kosmetik anak itu tidak diberikan izin edar," tegas Kashuri.

 

Tips Membeli Mainan Kosmetik Anak

1. Pastikan Ada Izin Edar dari BPOM

Sebelum membeli, cek apakah mainan kosmetik anak memiliki nomor notifikasi dari BPOM (berkode NA/NB/NC/ND/NE diikuti 11 digit angka).

"Ini menunjukkan produk sudah dievaluasi keamanannya oleh BPOM," kata Kashuri.

2. Uji Tempel (Patch Test) Sebelum Pemakaian

Kulit anak—terutama bayi—sangat sensitif. Coba dulu sedikit produk di bagian kulit (misalnya di lengan) untuk melihat apakah ada reaksi iritasi seperti ruam atau gatal saran Kashuri. 

3. Pilih Kosmetik yang Sesuai Usia Anak

Baca labelnya. Hindari produk yang tidak direkomendasikan untuk anak di bawah usia tertentu. "Kan kadang ada tulisan tidak boleh untuk anak di bawah tiga atau dua tahun," kata Kashuri.

Beli di Toko Terpercaya

Pilih penjual resmi atau official store  bila berbelanja online. Bila terjadi masalah, produk lebih mudah diklaim atau dilaporkan. 

5. Gunakan Cek KLIK BPOM

Cek Kemasan: Pastikan kemasan dalam kondisi baik dan tidak rusak. Produk yang terbuka atau bocor bisa terkontaminasi mikroba.

Cek Label: Baca semua informasi di label, termasuk komposisi, peringatan, dan petunjuk penggunaan.

Cek Izin Edar: Pastikan ada nomor notifikasi BPOM.

Cek Kedaluwarsa: Cek tanggal kedaluwarsa. Jangan gunakan produk yang sudah lewat batas waktu penggunaannya.