Fart Walk Adalah Cara Mudah agar Pencernaan Lancar dan Gula Darah Terkontrol Setelah Makan

Fart walk adalah jalan santai setelah makan, populer untuk bantu pencernaan dan redakan kembung. Simak manfaat dan cara melakukannya!

Diterbitkan 12 Juli 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Fart Walk mungkin terdengar lucu di telinga. Namun, siapa sangka tren yang viral di media sosial ini ternyata punya banyak manfaat bagi kesehatan.

Bagi kamu yang sering mengalami kembung, sembelit, atau merasa perut penuh setelah makan besar, fart walk adalah cara mudah yang bisa dicoba untuk melancarkan pencernaan dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Istilah fart walking pertama kali diperkenalkan oleh penulis buku masak asal Kanada, Mairlyn Smith, melalui sebuah video di TikTok.

Dia menjelaskan bahwa ber-jalan kaki ringan setelah makan, yang terkadang memicu keluarnya gas atau kentut, dapat membantu proses pencernaan serta menurunkan risiko diabetes tipe 2, terutama pada lansia.

"Nama tren ini memang menggelitik, tapi manfaatnya serius," ujar Ahli Gizi Terdaftar di Phoenix, Arizona, Alyssa Simpson,  yang fokus pada kesehatan pencernaan seperti dikutip dari Healtline.

Manfaat dan Cara Melakukan Fart Walk agar Gula Darah Stabil

Cara melakukan fart walking sangat mudah, cukup berjalan kaki santai selama 5 menit dalam 1 jam setelah makan besar. Tak perlu alat khusus, tak butuh waktu lama, dan bisa dilakukan siapa saja. 

Aktivitas ringan ini terbukti mampu merangsang kontraksi otot-otot usus, memperlancar keluarnya gas, dan membantu pengosongan lambung.

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi, dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, tujuan utama fart walk adalah untuk menggerakkan peristaltik usus, yakni gerakan otot-otot saluran pencernaan yang membantu makanan dan gas bergerak melalui sistem cerna.

"Gerakan ini efektif mengurangi keluhan seperti kembung, sebah, dan sembelit, serta memperlancar saluran cerna secara keseluruhan," tambahnya.

Lebih dari sekadar solusi pencernaan, fart walk juga berperan penting dalam menjaga kadar gula darah. Jalan kaki setelah makan mampu mencegah lonjakan gula darah yang biasa terjadi setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau gula.

"Fart Walk juga dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan. Ini efektif untuk mengurangi risiko sindroma metabolik, utamanya diabetes atau sakit gula," ujar dr. Decsa.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa aktivitas ringan setelah makan bisa membantu mengendalikan gula darah postprandial, terutama pada individu dengan resistensi insulin.

Meskipun belum ada studi ilmiah khusus tentang fart walking, para ahli sepakat bahwa berjalan kaki setelah makan adalah langkah cerdas untuk mendukung pencernaan sehat.

"Jalan kaki ringan setelah makan membantu merangsang peristaltik," kata Alyssa Simpson.

"Saya selalu bilang ke klien saya, lebih baik keluar daripada tertahan. Kalau berjalan bisa membantu gas keluar lebih cepat, kenapa tidak?" tambahnya.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Decsa Medika Hertanto (@dokterdecsa)

Jalan Kaki Setelah Makan Baik untuk Lambung

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Maddie Gallivan, Ahli Gizi Terdaftar asal Inggris. Ia menyebut bahwa semua bentuk aktivitas ringan, seperti jalan kaki atau yoga usai makan, baik untuk merangsang motilitas lambung, yaitu gerakan otot yang membantu mendorong makanan dari lambung ke usus.

"Ini sangat membantu terutama bagi mereka yang punya sindrom iritasi usus besar (IBS)," kata Maddie Gallivan.

"Gejala seperti sembelit dan perut kembung bisa berkurang secara signifikan," tambahnya.

Dari sisi medis, Dr. Kenneth Brown, gastroenterolog asal Texas dan pembawa acara podcast Gut Check Project, menegaskan manfaat fisiologis dari fart walking.

"Berjalan kaki merangsang pencernaan dengan mengaktifkan otot-otot saluran cerna, meningkatkan aliran darah ke organ pencernaan, dan mengurangi stres. Semua faktor ini berkontribusi pada proses pencernaan yang lebih efisien," ujarnya.

Kenapa Fart Walking Bisa Viral?

Fenomena fart walking cepat viral bukan hanya karena manfaatnya, tetapi juga karena kemasannya yang unik. Berikut beberapa alasan mengapa tren ini mudah diterima publik:

  • Namanya lucu dan mudah diingat
  • Tidak membutuhkan tenaga atau alat bantu
  • Gratis dan bisa dilakukan siapa saja
  • Didukung oleh logika ilmiah dan pendapat para ahli