Cara Atasi Kesepian, Musuh Diam-diam Kesehatan Mental dan Fisik

Para ahli pun membagikan cara yang terbukti dapat menekan rasa kesepian, membuat koneksi sosial lebih bermakna, dan berdampak baik untuk kesehatan fisik maupun mental.

Diperbarui 06 Juli 2025, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di era serba digital ini, manusia sebenarnya lebih terkoneksi dibandingkan sebelumnya. Ada pesan instan, panggilan video, hingga media sosial yang memudahkan komunikasi. Namun ironisnya, rasa kesepian justru semakin sering muncul. Jajak pendapat American Psychiatric Association baru-baru ini mencatat, sepertiga orang Amerika mengaku merasa kesepian setiap minggu, dan 10% lainnya bahkan merasakannya setiap hari.

“Kesepian adalah pengalaman atau perasaan subjektif,” jelas Sari Chait, Ph.D., psikolog klinis dan pendiri Behavioral Health and Wellness Center.

Menurutnya, seseorang bisa saja dikelilingi banyak orang, tetapi tetap merasa terputus.

“Itu bisa terjadi baik ada orang di sekitar atau tidak,” tambah Jacqueline Olds, M.D., psikiater di Rumah Sakit Umum Massachusetts sekaligus penulis buku The Lonely American.

Lebih mengkhawatirkan lagi, bila rasa kesepian menjadi kronis, efeknya bukan hanya membuat hati sedih. Penelitian menunjukkan kesepian dapat meningkatkan stres, menurunkan imunitas, memicu peradangan, dan bahkan menaikkan risiko kematian dini.

“Kesepian dapat berdampak negatif pada hampir semua aspek kehidupan Anda,” tegas Chait, dilansir Prevention.

Untungnya, ada cara-cara praktis dan sehat untuk mengatasinya. Para ahli pun membagikan langkah yang terbukti dapat menekan rasa kesepian, membuat koneksi sosial lebih bermakna, dan berdampak baik untuk kesehatan fisik maupun mental.

1. Lawan Rasa Malas Bersosialisasi

Kesepian sering memicu keinginan untuk menarik diri, padahal ini justru membuat lingkaran setan yang makin sulit diputus. “Sering kali, perasaan kesepian membuat orang semakin mengisolasi diri,” jelas Chait.

Langkah pertama adalah memaksa diri untuk keluar rumah. Coba ikut kelas memasak dengan teman, olahraga bareng rekan kerja, atau cari kegiatan komunitas di perpustakaan atau balai warga.

“Melakukan kegiatan yang Anda sukai bersama orang lain dapat membantu mengatasi perasaan terisolasi,” tambahnya.

Kuncinya, ubah rutinitas agar lebih sering bertemu orang dengan minat serupa.

 

2. Bangun Koneksi Bermakna dengan Pasangan

Kesepian tak hanya dialami orang lajang. Mereka yang menikah pun rentan merasa sepi. Survei Pew Research Center menyebutkan, sekitar 28% orang yang tidak puas dengan kehidupan keluarga mengaku merasa kesepian sepanjang waktu atau sebagian besar waktu.

“Orang terkadang merasa kesepian meskipun memiliki koneksi karena kebutuhan mereka tidak terpenuhi,” kata Chait.

Dr. Olds menyarankan pasangan untuk menjadwalkan waktu berdua secara rutin.

Hal sederhana seperti makan malam berdua, berjalan-jalan santai, atau merencanakan liburan singkat bisa mempererat ikatan. Ia juga menyebutkan pentingnya “alarm jarak”, semacam pengingat agar Anda sadar saat hubungan mulai terasa renggang.

 

3. Nikmati Waktu Sendiri Tanpa Merasa Terisolasi

Kesepian tidak selalu berarti takut sendirian. Chait menyarankan orang belajar membingkai ulang arti kesendirian. “Jika Anda dapat menemukan aktivitas yang Anda sukai untuk dilakukan sendiri, itu bisa sangat hebat,” ujarnya.

Luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai: membaca buku, berkebun, atau mengikuti kelas yoga. Cara ini membantu Anda merasa mandiri dan tetap punya sesuatu yang dinanti-nantikan, meskipun tidak selalu melibatkan orang lain.

 

4. Rebut Kembali Hubungan yang Bermakna

 

Banyak orang merasa kesepian meski setiap hari bertemu banyak orang. “Menghabiskan hari-hari Anda dengan mengobrol ringan dengan orang-orang yang tidak cocok dengan Anda dapat menyebabkan Anda kehilangan hubungan yang lebih dalam,” kata Dr. Olds.

Maka, cobalah menghubungi teman lama atau keluarga yang membuat Anda merasa nyaman. Ajak mereka makan siang atau sekadar berbincang lewat telepon. Penelitian Cigna pada 2018 bahkan menemukan, 27% orang Amerika jarang atau tidak pernah merasa benar-benar dimengerti oleh orang terdekat mereka. Padahal, koneksi bermakna ini sangat penting untuk menekan rasa sepi.

 

 

5. Buka Diri Lewat Relawan dan Media Sosial Secara Bijak

 

Menjadi relawan dapat menjadi cara ampuh membangun rasa memiliki. Membersihkan taman kota, mendukung program donasi, atau bergabung dalam komunitas sosial bisa membuka peluang bertemu orang-orang dengan nilai yang sama. “Bergabung dengan orang lain dalam proyek bersama dapat membantu membentuk persahabatan yang baik,” kata Dr. Olds.

Media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk tetap terhubung—asal digunakan dengan bijak. Dr. Olds menekankan, sebaiknya jangan hanya sekadar scrolling tanpa tujuan. Kirim pesan ke teman lama, bergabung dalam grup dengan minat serupa, atau ikuti forum yang membangun. Penelitian menunjukkan, penggunaan media sosial yang tepat justru dapat mengurangi rasa kesepian, terutama bagi orang dewasa yang lebih tua.