Hidung Tersumbat hingga Sakit Tenggorokan yang Menyiksa adalah Gejala COVID-19 Nimbus yang Perlu Diwaspadai!

Gejala umum varian NB.1.8.1 meliputi sakit tenggorokan parah, digambarkan sebagai sensasi seperti tertusuk silet.

Diperbarui 10 Juni 2025, 17:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - COVID-19 varian Nimbus, alias NB.1.8.1, memiliki gejala umum sakit tenggorokan parah seperti sensasi tertusuk silet.

"Gejala umum varian NB.1.8.1 meliputi sakit tenggorokan parah, digambarkan sebagai sensasi seperti tertusuk silet, kelelahan, batuk ringan, demam, nyeri otot, dan hidung tersumbat," kata Dokter Umum di The London General Practice, dr. Naveed Asif, mengutip Independent, Selasa, 10 Juni 2025.

Meski begitu, gejalanya dapat bervariasi pada setiap orang sehingga kewaspadaan menjadi hal penting. "Namun, gejalanya bisa sangat bervariasi sehingga kewaspadaan adalah kuncinya," tambah Asif.

NB.1.8.1 adalah salah satu varian COVID 2025. Sejauh ini, sub-varian tersebut belum memicu kekhawatiran yang meluas, tetapi telah menarik perhatian para ilmuwan dan pejabat kesehatan.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengumumkan minggu ini bahwa NB.1.8.1 sejauh ini hanya terdeteksi dalam jumlah kecil di Inggris.

Namun, data internasional menunjukkan bahwa sub-varian tersebut terus menyumbang peningkatan kasus COVID-19 global.

"Varian NB.1.8.1, yang juga disebut Nimbus, adalah jenis baru virus COVID-19 yang muncul karena mutasi pada materi genetiknya," kata Asif.

Ini merupakan sub-varian dari Omicron, tambah dr. Chun Tang, Dokter Umum di Pall Mall Medical, dalam keterangan yang sama.

"Varian seperti NB.1.8.1 ini muncul ketika virus bermutasi, yang merupakan hal yang normal bagi virus, terutama yang menyebar luas," jelas Tang.

 

Nimbus Pertama Kali Ditemukan Awal Tahun 2025

Tang menambahkan, COVID-19 varian Nimbus pertama kali ditemukan pada awal tahun 2025.

“NB.1.8.1 pertama kali ditemukan pada awal tahun 2025 dan sejak itu telah terdeteksi di beberapa negara, termasuk Inggris, Tiongkok, dan AS. Varian ini memiliki beberapa mutasi baru yang terus dipantau oleh para ilmuwan,” papar Tang.

Dia menambahkan, NB.1.8.1 tidak terlalu berbeda dari varian Omicron, tetapi ada beberapa perubahan pada protein lonjakannya, yang mungkin membuatnya menyebar lebih mudah atau lolos dari kekebalan tubuh.

“Meskipun demikian, tanda-tanda awal menunjukkan bahwa varian ini tampaknya tidak menyebabkan penyakit yang lebih serius, tetapi tentu saja, kita masih mempelajarinya lebih lanjut,” ucapanya.

Meski begitu, Asif menilai, Nimbus tampaknya lebih mudah menular daripada varian sebelumnya, dengan peningkatan signifikan yang dilaporkan di India, Hong Kong, Singapura, dan Thailand.

 

Nimbus Menyebar di 22 Negara

Terkait penyebarannya, Asif mengatakan bahwa COVID-19 varian Nimbus sudah ada di sekitar 22 negara.

“Penyebarannya telah teridentifikasi di sekitar 22 negara,” kata Asif. “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai risiko tambahan bagi masyarakat global saat ini rendah, dan vaksin COVID-19 yang ada dianggap efektif dalam mencegah penyakit parah.”

Sementara, cara penyebarannya seperti COVID-19 pada umumnya yakni dari orang ke orang terutama melalui droplet.

“Penyebarannya dengan cara biasa, dari orang ke orang, terutama melalui droplet pernapasan saat orang batuk, bersin, atau bahkan sekadar berbicara dari jarak dekat,” kata Tang. “Seperti varian lainnya, virus ini dapat bertahan di udara di ruang yang berventilasi buruk.”

 

Penanganan dan Pencegahan COVID-19 Varian Nimbus

Pengobatan untuk Nimbus umumnya sama dengan pengobatan untuk varian COVID-19 lainnya.

“Kebanyakan orang akan pulih di rumah dengan istirahat, hidrasi, dan obat-obatan yang dijual bebas untuk mengelola gejala,” kata Asif.

“Bagi mereka yang memiliki gejala parah atau komplikasi berisiko tinggi, pengobatan antivirus atau pengobatan antibodi monoklonal mungkin direkomendasikan. Selalu konsultasikan dengan dokter umum Anda untuk mendapatkan saran yang dipersonalisasi,” sarannya.

Sedangkan, untuk mencegah atau menghindarinya, pastikan semua orang mendapatkan vaksin COVID-19 terbaru, terutama vaksin penguat atau booster.

“Cuci tangan secara teratur, jaga ventilasi ruangan tetap baik, dan pertimbangkan untuk mengenakan masker di tempat ramai atau jika Anda berada di sekitar orang yang lebih rentan,” saran Tang.

“Jika seseorang di rumah merasa tidak enak badan, cobalah untuk menjaga jarak dan membersihkan permukaan yang digunakan bersama secara teratur,” pungkasnya.