Sukses

Kontribusi Nutrisi dalam Mencegah Rambut Rontok Punya Peran Penting, Ini Alasannya

Kontribusi nutrisi dalam mencegah rambut rontok menjadi hal yang penting untuk diperhatikan bagi banyak orang.

Liputan6.com, Jakarta Kontribusi nutrisi dalam mencegah rambut rontok menjadi hal yang penting untuk diperhatikan bagi banyak orang. Pasalnya, nutrisi memainkan peran penting dalam mencegah rambut rontok, selain kebiasaan sehari-hari yang dilakukan.

Selain itu, kontribusi nutrisi dalam mencegah rambut rontok juga tidak dapat diremehkan, karena berbagai zat penting dalam makanan dapat memperkuat akar rambut, meningkatkan pertumbuhan, serta mempertahankan kepadatan dan kekuatan rambut.

Bagaimana tidak? Asupan protein yang cukup dapat berpengaruh kepada produksi keratin yang menjadi bahan utama dari penguatan struktur rambut. Selain itu, vitamin dan mineral seperti vitamin A, B, C, D, zat besi, zinc, dan omega-3 juga berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut dan mengurangi kerontokan.

Fyi, tidak semua kondisi rambut rontok dapat diatasi hanya dengan perubahan pola makan atau asupan nutrisi yang tepat. Akan tetapi, asupan nutrisi tepat bisa menjadi langka utama yang efektif dalam mengatasi rambut rontok, terutama ketika dikombinasikan dengan perawatan dan pengobatan lainnya sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

Sebelum mengetahui kontribusi nutrisi dalam mencegah rambut rontok, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu penyebab dari rambut rontok. Apa saja?

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Penyebab Rambut Rontok

Kontribusi nutrisi dalam mencegah rambut rontok memang memainkan peran yang signifikan, namun untuk mendapatkan hasil yang optimal, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu penyebab kenapa rambut rontok itu terjadi. Dilansir dari WebMD, terdapat beberapa penyebab rambut rontok yang sering terjadi.

  • Hormon: Kondisi di mana kadar androgen yang abnormal (hormon pria yang biasanya diproduksi oleh pria dan wanita).
  • Gen: Baik dari orang tua laki-laki maupun perempuan dapat memengaruhi kecenderungan seseorang terhadap kebotakan pola laki-laki atau perempuan.
  • Stres, penyakit, dan melahirkan: Dapat menyebabkan rambut rontok sementara. Kurap yang disebabkan oleh infeksi jamur juga dapat menyebabkan rambut rontok.
  • Obat-obatan: Termasuk obat kemoterapi yang digunakan dalam pengobatan kanker, pengencer darah, penghambat beta-adrenergik yang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah, dan pil KB dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.
  • Luka bakar, cedera, dan sinar-X: Dapat menyebabkan rambut rontok sementara. Dalam kasus seperti itu, pertumbuhan rambut normal biasanya kembali setelah cedera sembuh kecuali jika terbentuk bekas luka.
  • Penyakit autoimun: Dapar menyebabkan alopecia areata, di mana sistem imun bereaksi secara aktif karena alasan yang tidak diketahui dan memengaruhi folikel rambut. Pada kebanyakan orang dengan alopecia areata, rambut tumbuh kembali, meskipun untuk sementara mungkin sangat halus dan mungkin berwarna lebih terang sebelum warna dan ketebalannya kembali normal.
  • Keramas terlalu sering, mengeriting rambut, memutihkan rambut, dan mewarnai rambut: menyebabkan rambut menipis secara keseluruhan dengan membuatnya lemah dan rapuh. Mengepang rambut terlalu ketat, menggunakan rol atau pengeriting rambut panas, dan mencabut rambut yang terlalu keriting juga dapat merusak dan mematahkan rambut.
  • Kondisi medis: Penyakit tiroid, lupus, diabetes, anemia defisiensi besi, gangguan makan, dan anemia dapat menyebabkan rambut rontok.
  • Pola makan: Pola makan rendah protein atau sangat membatasi kalori juga dapat menyebabkan rambut rontok sementara.
  • Kekurangan vitamin: Kekurangan vitamin A, B, C, D, dan E, serta zat besi dan seng dapat menyebabkan kerontokan rambut.
3 dari 5 halaman

Kontribusi Nutrisi dalam Mencegah Rambut Rontok

Dilansir dari berbagai sumber, terdapat kolerasi kuat bagaimana kontribusi dalam mencegah rambut rontok terjadi. Kontribusi nutrisi itu pun terdapat di dalam berbagai makanan dan minuman yang bisa kamu konsumsi sehari-hari.

Pasalnya, mengonsumsi makanan sehat dan seimbang penting untuk semua fungsi tubuh, tetapi juga menjaga kesehatan rambut. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat menyebabkan rambut rontok. Jadi, untuk merawat rambut, kamu  perlu memastikan bahwa Anda mendapatkan cukup nutrisi seperti protein.

Protein

Rambut kamu hampir seluruhnya terbuat dari protein yang disebut keratin. Itulah sebabnya memastikan kamu mendapatkan protein yang dibutuhkan dari makanan sangat penting untuk produksi rambut yang sehat.

Sebagian orang disarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 70g protein per hari. Sumber protein meliputi daging tanpa lemak, telur, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan ikan.

 

4 dari 5 halaman

Kontribusi Nutrisi dalam Mencegah Rambut Rontok

Selain protein, terdapat beberapa nutrisi tertentu yang terkait dengan kesehatan rambut, termasuk zat besi, mungkin seng, serta vitamin C dan D. Kekurangan zat-zat ini dapat menyebabkan kekurangan, dan dalam kasus yang jarang terjadi, menyebabkan kerusakan rambut atau kerontokan rambut.

Nutrisi utama ini, bersama dengan vitamin B dan selenium, sering ditemukan dalam suplemen penumbuh rambut. Di sisi lain, kebanyakan orang mendapatkan semua nutrisi yang mereka butuhkan dari makanan, terutama jika mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang.

Zat Besi

Zat besi merupakan nutrisi penting bagi tubuh dan bisa membantu pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika tidak mendapatkan cukup zat besi, kamu mungkin mengalami anemia defisiensi besi yang terkadang dapat menyebabkan rambut rontok.

Anemia defisiensi besi lebih umum terjadi pada wanita hamil, wanita yang mengalami menstruasi berat, dan siapa pun yang memiliki kondisi yang menyebabkan kehilangan darah. Kamu mungkin juga mengalami defisiensi karena tidak cukup mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, sayuran berdaun hijau, buah kering, dan Kacang-kacangan.

Selain itu, kamu juga dapat mengonsumsi suplemen zat besi jika merasa asupan zat besi tidak mencukupi. Namun, jika dokter umum kamu merasa kekurangan zat besi, mereka mungkin akan meresepkan tablet zat besi, yang jauh lebih kuat daripada suplemen.

 

5 dari 5 halaman

Kontribusi Nutrisi dalam Mencegah Rambut Rontok

Zinc

Zinc merupakan nutrisi penting lainnya yang berkaitan dengan kesehatan rambut. Zink membantu sistem kekebalan tubuh dan membantu penyembuhan luka.

Selain itu, zinc membantu pembentukan sel dan enzim baru, serta mengolah nutrisi dalam makanan yang kita makan. Jika pola makan buruk dan tidak mengandung cukup zinc, kamu mungkin mengalami kekurangan seng.

Salah satu gejalanya adalah rambut rontok, disertai dengan penurunan berat badan, ruam, dan lebih sering sakit. Makanan yang kaya akan zinc seperti daging dan kerang, produk susu seperti keju, roti, dan sereal.

Vitamin C

Vitamin C merupakan nutrisi yang membantu menjaga dan memperbaiki kulit, tulang, gigi, pembuluh darah, dan jaringan ikat. Kekurangan vitamin C dalam makanan dapat menyebabkan penyakit kudis, yang dapat memengaruhi rambut dan menyebabkannya bercabang.

Makanan yang kaya akan vitamin C seperti jeruk, paprika, stroberi, brokoli, dan kentang.

Vitamin D

Terdapat kaitan antara rambut rontok dan kadar vitamin D yang rendah. Selain sinar matahari, sumber vitamin D meliputi ikan salmon, sarden ikan tenggiti, daging merah, hati, telur, dan sereal.

Nah, itulah protein dan beberapa vitamin yang merupakan nutrisi guna mencegah rambut rontok. Dengan kata lain, kontribusi nutrisi dalam mencegah rambut rontok cukup signifikan untuk kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari, ya!

 

(*)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini