Sukses

Makan Pepaya, Cara Enak Turunkan Kolesterol Usai Banyak Santap Daging Kurban

Jalankan pola makan sehat termasuk makan sayur dan buah membantu menurunkan kolesterol. Pepaya jadi salah satu buah andalan dalam menurunkan kolesterol.

Liputan6.com, Jakarta Bagi Anda yng merasa makan banyak daging kurban yang tinggi lemak dan khawatir kolesterol naik, maka penting untuk menjalankan pola makan sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi buah.

Dari sekian banyak buah, pepaya bisa membantu menurunkan kadar kolesterol usai menyantap hidangan berlemak.

"Pepaya mengandung enzim papain dapat membantu memecah lemak di dalam usus," kata dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit Ihsan Panji Santiko.

Selain pepaya, nanas juga memiliki manfaat yang sama yakni memecah kandungan lemak di dalam usus.

Selain buah nanas dan pepaya, Ihsan mengatakan sayuran juga memiliki peran mengurangi kadar kolesterol. Terlebih bagi mereka yang belum mempunyai riwayat kolesterol tinggi. Maka ia menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan seperti kacang hijau, kacang merah, kacang kedelai, serta biji-bijian.

Kembali Jalani Pola Makan Sehat Setelah Cheat Day

Ihsan mengatakan bahwa di hari Idul Adha dan beberapa hari sesudahnya sudah makan banyak makanan tinggi lemak. Maka dari itu penting untuk kembali menjalankan gaya hidup sehat.

"Perhatikan menu makanan setelah satu hari cheat on diet (melanggar diet). Kembali ke pola makan sehat, hindari makanan tinggi lemak, perbanyak asupan serat dari sayur dan buah-buahan," kata Ihsan mengutip Antara.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Lakukan Olahraga

Ihsan mengingatkan upaya mengurangi kolesterol jahat bukan saja dengan mengonsumsi sayur dan buah, tetapi juga dengan melakukan olahraga.

"Selain asupan serat dari sayur dan buah, perhatikan asupan garam agar tidak berlebihan (dalam sehari 2.300 mg atau 2 gram), jangan lupa berolahraga," ujar Ihsan.

Kementerian Kesehatan merekomendasikan masyarakat setidaknya melakukan aktivitas fisik sebanyak 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama lima kali dalam seminggu. Bisa dimulai dengan jalan kaki atau naik sepeda rutin setiap hari. 

3 dari 3 halaman

Kadar Kolesterol Total yang Berbahaya

Dia menambahkan pemeriksaan kolesterol total bisa dilakukan mandiri menggunakan alat dengan melakukan pengambilan darah sampel dari ujung jari. Sebelumnya, seseorang perlu berpuasa selama 10-12 jam.

Sementara bagi masyarakat yang ingin mendapatkan hasil lengkap kolesterol perlu mendatangi laboratorium atau fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

Kadar kolesterol total dianggap berbahaya apabila angkanya lebih dari 240 mg/dL, lalu untuk kolesterol jahat (LDL) bila angkanya lebih dari 160 mg/dL.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini