Sukses

Punya Aturan Diet Ketat? Bisa Jadi Anda Memiliki Weight Loss Obsession

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang sibuk mempercantik diri dengan menurunkan berat badan. Dalam zaman yang dibalut stigma dan standar kecantikan ini, mudah untuk terjebak dalam kepercayaan bahwa hanya tubuh kurus yang terlihat menarik, meskipun itu tidak benar.

Pola makan sehat dan bergizi yang diimbangi dengan aktivitas fisik memang penting demi menjaga kesehatan. Akan tetapi, jika Anda hanya berfokus pada penurunan berat badan—dan tidak memerhatikan asupan nutrisi yang diperlukan—itu akan menimbulkan dampak berbahaya baik secara fisik maupun psikologis.

Menurut situs Verywell Fit, jika Anda merasa terlalu sibuk mengatur makanan hingga terasa mengganggu, itu bisa menjadi tanda obsesi menurunkan berat badan (weight loss obsession).

Tanda-tanda lain meliputi:

-Memantau kalori, lemak, gula, atau asupan makanan secara keseluruhan tanpa henti

-Sering menimbang berat badan dan mengukur bagian tubuh lainnya, misalnya lingkar perut dan lingkar paha

-Kecemasan terkait dengan makanan tertentu sehingga memotong jumlah karbohidrat atau gula—atau nutrisi lainnya—yang dikonsumsi

-Aturan ketat seputar makanan dan/atau olahraga

-Merasa bersalah dan malu saat mengonsumsi makanan tertentu

-Hilang kendali di sekitar makanan, misalnya binge eating

-Menggunakan olahraga untuk membakar lebih banyak kalori

-Mengikuti fad diet (suatu cara mengurangi porsi makan dengan menghilangkan nutrisi harian tertentu, misalnya menghilangkan karbohidrat atau protein dalam menu harian)

-Fluktuasi berat badan atau diet yo-yo (pola diet yang menyebabkan berat badan cepat turun dan cepat untuk naik kembali).

Beberapa orang mungkin juga menjadi terobsesi dengan hanya mengonsumsi makanan yang dianggap sehat atau berkualitas tinggi, misalnya makanan organik, vegan, non-transgenik, atau yang lainnya. Kondisi ini disebut orthorexia nervosa.

Penurunan berat badan dapat terjadi sebagai bagian dari orthorexia, bahkan jika itu bukan tujuan utamanya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Risiko Tujuan Penurunan Berat Badan yang Tidak Realistis

Sangat berbahaya untuk menetapkan tujuan penurunan berat badan hanya berdasarkan apa yang dijanjikan oleh influencer media sosial, iklan diet, atau buku diet tertentu.

Hanya ada sedikit ilmu pengetahuan yang dapat mendukung sebagian besar rencana yang selalu digembar-gemborkan tersebut.

Faktanya, meta-analisis perawatan obesitas menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen berat badan yang berhasil diturunkan oleh peserta penelitian kembali lagi setelah 5 tahun.

Bahaya sebenarnya adalah percaya pada diet yang tidak realistis, sebab ini akan berujung pada kegagalan serta perasaan lebih buruk terhadap diri sendiri.Tujuan penurunan berat badan yang tidak realistis juga bisa berbahaya karena alasan lain, yaitu:

-Perubahan mungkin tidak mungkin dipertahankan dalam jangka panjang, yang mengarah pada diet yo-yo dan perasaan gagal.

-Banyak diet ketat yang tidak mencukupi secara nutrisi sehingga menyebabkan kekurangan vitamin atau mineral yang berujung pada masalah kesehatan jangka panjang, misalnya osteoporosis, penyakit jantung, dan lainnya.

-Aturan ketat dan kurang makan dapat menyebabkan gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau binge eating.

-Tidak makan cukup juga dapat mengacaukan metabolisme, jantung, pengaturan suhu, detak jantung, pencernaan, dan hormon, yang menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

3 dari 4 halaman

Cara Mengubah Pola Pikir

Ada beberapa program berbasis bukti yang dapat membantu Anda keluar dari mentalitas diet dan membangun kembali hubungan baik dengan makanan.

Anda dapat berkonsultasi dengan terapis terdaftar dan berlisensi. Mereka akan membantu Anda melepaskan kebiasaan berbahaya dan menggantinya dengan tujuan dan ide yang lebih sehat.

Makan intuitif adalah pendekatan non-diet yang dapat membantu Anda melepaskan aturan eksternal tentang apa yang harus dimakan dan mengajarkan untuk fokus pada isyarat lapar sendiri.

Ini dikembangkan oleh ahli diet Evelyn Tribole dan Elyse Resch, yang menguraikan 10 asas untuk membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan perawatan diri. Makan intuitif dapat membantu Anda menolak mentalitas diet serta janji palsu yang dibuat oleh budaya diet.

Ini akan membantu menghilangkan rasa bersalah saat makan, belajar berolahraga untuk menjaga kesehatan alih-alih untuk mengontrol kalori, dan berhenti melihat makanan sebagai "baik" atau "buruk".

4 dari 4 halaman

Tetapkan Tujuan Penurunan Berat Badan yang Sehat

Ini terbagi menjadi 2 metode. Pilih yang paling cocok untuk Anda.

Metode yang pertama yaitu dengan menjaga penurunan berat badan dengan tujuan jangka panjang. Anda dapat melakukannya dengan mempelajari cara mengonsumsi makanan yang memuaskan dan seimbang dan menjadi lebih aktif tanpa perlu fokus pada angka-angka tertentu.

Anda dapat berkonsultasi dengan seorang ahli gizi untuk membuat rencana makan bergizi serta rutinitas olahraga yang memungkinkan penurunan berat badan yang lambat tapi aman. Ini termasuk menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan terikat waktu yang lebih fleksibel daripada diet ketat.

Jenis rencana ini melibatkan tujuan perilaku seperti mengurangi kalori sedikit demi sedikit, meningkatan aktivitas fisik, dan perubahan sederhana lainnya yang tidak terlalu mengganggu gaya hidup.

Metode kedua adalah menolak mentalitas diet. Membuat aturan ketat soal makan dengan tujuan untuk menurunkan berat badan seringkali tidak realistis.

Sebagai gantinya, Anda dapat menetapkan tujuan yang berhubungan dengan kesehatan, kebugaran, dan perawatan diri, terlepas dari angka timbangan.

Anda dapat melakukan ini dengan mempraktikkan prinsip makan intuitif. Sekali lagi, makan intuitif bukan diet penurunan berat badan. Ini adalah paradigma yang berbeda bagi orang-orang yang memiliki tujuan menurunkan berat badan.

 

(Adelina Wahyu Martanti)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS