Sukses

Satu Jemaah Haji Selesai Jalani Operasi Darurat Hernia di Makkah

Liputan6.com, Jakarta Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah pada Minggu, 19 Juni 2022 melaporkan bahwa dua pasien di bangsal rawat inap pria dan satu pasien ICU sudah pulang. Salah satu pasien yang pulang merupakan jemaah haji yang jalani operasi darurat hernia di sana.

“Alhamdulillah, tim bergerak cepat, operasi darurat langsung dilakukan. Alhamdulillah, pasien sekarang sudah happy dan sudah bisa ibadah dan kembali ke kloter,” kata dokter spesialis bedah umum Sagiran Kromo yang merupakan bagian dari tim dokter KKHI Makkah.

Pasien tersebut sudah kembali ke kloter namun tetap dipantau oleh Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter dan Sektor. Sagiran juga mengingatkan bahwa pasien tersebut sekembalinya ke Tanah Air nanti pasca ibadah haji perlu kontrol ke rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Nanti sekembalinya ke tanah air harus dilakukan operasi yang betul betul menutup hernia tersebut,” kata Sagiran mengutip keterangan resmi Kementerian Kesehatan ditulis Senin, 20 Juni 2022.

Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga 19 Juni 2022 sudah ada 14.679 jemaah haji yang mendapakan layanan rawat jalan baik di kloter, sektor dan KKHI. Lalu, sudah ada 124 jemaah haji yang mendapatkan pelayanan rawat inap di sana.

2 dari 3 halaman

Jemaah Haji RI Patuh Pakai Masker

Arab Saudi mencabut sebagian besar pembatasan COVID-19, termasuk wajib pakai masker di ruang terbuka. Meskipun demikian, jemaah haji Indonesia disarankan tetap mengenakan masker.

"Kita pada prinsipnya tetap pada prokes. Jemaah haji tetap menggunakan masker," kata Ketua PPIH Arab Saudi, Arsad Hidayat, kepada Media Center Haji di Madinah seperti disampaikan Kementerian Dalam Negeri seperti dikutip Biro Pers Saudi (SPA).

Arsad juga melihat jemaah haji Indonesia cukup patuh dalam hal penggunaan masker selama berada di Saudi. Hal itu ia lihat saat salat Jumat di Masjid Nabawi beberapa waktu lalu.

"Umumnya jemaah haji sangat disiplin tetap menggunakan masker, sementara di luaran orang-orang baik itu jemaah haji ataupun orang-orang yang tinggal di Madinah sudah melepas masker," katanya.

Dia berharap jemaah haji Indonesia tetap patuh menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Apalagi, cuaca di Saudi sangat panas dan berdebu.

"Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesuai dengan anjuran pemerintah agar tetap menjaga prokes selama menjalankan ibadah haji," tutup Arsad.

 

3 dari 3 halaman

Jemaah Haji Jangan Lupa Minum

Tim Dokter Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Eva Delsi mengingatkan para jemaah haji untuk menjaga kondisi tubuh agar jangan sampai dehidrasi karena cuaca panas di Tanah Suci.

Tidak adanya penanda gerah seperti berkeringat membuat jemaah haji Indonesia acapkali tidak sadar tubuhnya sedang mengalami dehidrasi.

"Cuaca di sini memang panas banget dan tidak mengeluarkan keringat, beda dengan di Indonesia, kita bisa merasa gerah. Di sini kita merasa baik-baik aja karena tidak ada penanda, kalau di Indonesia kan ada penanda, contohnya berkeringat," jelasnya.

Dehidrasi dan kondisi melepuh pada telapak kaki karena tidak mengenakan alas kaki jadi salah satu penyebab jemaah asal Indonesia tidak bisa menunaikan ibadah.

Kondisi dehidrasi pada tubuh, kata Eva, tidak hanya berpengaruh pada kondisi kulit atau bibir yang kering dan pecah pecah, melainkan dapat mengarah pada kondisi yang lebih gawat, terutama di tengah cuaca yang panas dengan kelembapan yang rendah.

“Kalau kita dehirasi yang terganggu semua sel tubuh, akibatnya mulai dari yang teringan seperti rasa mual, kulit terasa kering, sampai dengan bergejala berat seperti delirium (berperilaku seperti orang bingung) sampai dengan terjadinya heat stroke yang ditandai gangguan kesadaran atau pingsan. Itu yang kita mau hindari,” lanjut Eva.