Sukses

Dukung Pemulihan Kesehatan Dunia, IDI Siap Berkolaborasi dengan Berbagai Lini

Liputan6.com, Jakarta Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 21 - 23 Mei 2022 menyelenggarakan World Health Assembly ke 75 yang berlangsung di Palais de Nations, Jenewa, Swiss. Banyak negara yang ikut hadir dalam kesempatan tersebut, termasuk Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr Moh Adib Khumaidi, SpOT bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan delegasi Indonesia lainnya dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diundang untuk menghadiri acara tersebut.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya karena diundang mewakili IDI sebagai anggota profesi secara institusi mendampingi Menteri Kesehatan RI dalam acara World Health Assembly ke-75 di Jenewa, Swiss ini," ujar Adib melalui keterangan tertulis pada Health Liputan6.com pada Rabu (25/5/2022).

"Mewakili PB IDI, kami menyampaikan dukungan pada WHO dan Kementerian kesehatan RI dalam strategi pemulihan layanan dan sistem Kesehatan secara global," Adib menuturkan.

Dalam kesempatan yang sama, Adib menjelaskan bahwa sebagai satu-satunya organisasi profesi kedokteran yang diakui oleh Undang-Undang, IDI menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah RI dan dunia dalam memajukan layanan kesehatan di Indonesia.

Serta, membantu kerja sama dalam menciptakan dunia yang lebih sehat lagi. Menurut Adib, semua prioritas dan fokus WHO juga sejalan dengan arah dan strategi yang ada dalam program PB IDI.

"Semua prioritas dan fokus WHO mendatang sejalan dengan arah dan strategi program PB IDI kedepan,” kata Adib.

2 dari 4 halaman

World Health Assembly

Tahun ini, WHA ke 75 mengusung tema Health for Peace, Peace for Health yang berarti Kesehatan untuk Perdamaian, Perdamaian untuk Kesehatan.

Tema tersebut mengibaratkan pada penguatan kesiapsiagaan dan respon terhadap keadaan darurat kesehatan.

Pertemuan WHA ke 75 ini juga merupakan pertemuan tatap muka pertama sejak berlangsungnya pandemi COVID-19 selama dua tahun terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula topik terkait penguatan SDM kesehatan termasuk para dokter melalui berbagai pelatihan, penguatan pelayanan primer yang mendukung Universal Health Coverage.

Tak hanya itu, penjajakan kerjasama Internasional para dokter Indonesia dalam rangka transfer of knowledge and technology juga ikut menjadi salah satu perhatian dalam WHA ke 75 ini.

IDI juga menyadari bahwa diperlukan pendekatan yang tepat dalam memberikan pemahaman soal upaya promotif dan preventif melalui para dokter anggota IDI.

Selain itu, IDI juga akan memanfaatkan teknologi Kesehatan untuk memberikan edukasi dan memudahkan masyarakat mendapatkan edukasi terkait upaya promotif dan preventif.

3 dari 4 halaman

Hasil Pertemuan AHMM

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa kesepakatan ASEAN dalam WHA ke 75 pada 21-23 Mei 2022 tersebut merupakan hasil dari pertemuan ASEAN Health Ministerial Meeting (AHMM) ke-15 di Bali pada tanggal 14-15 Mei 2022 lalu.

Lalu apa sajakah hasil dari kesepakatan yang telah disetujui masing-masing pihak? Berikut diantaranya.

1. Kesepakatan ASEAN Universal Verification Mechanism untuk sertifikat COVID-19

2. Perluasan ASEAN COVID-19 Response Fund dan ASEAN Regional Reserve for Medical Supplies

3. Pembentukan dan operasionalisasi ASEAN Centre for Public Health Emergencies and Emerging Disease

4. Optimalisasi analisa big data regional dan platform berbagi data genome sequencing global

5. Implementasi protokol Kesehatan ASEAN

6. Memperkuat akses ke vaksin, terapi, dan diagnostik (VTD) dan pasokan medis penting lainnya

7. Mengejar pelaksanaan ASEAN Post-2015 Health Development Agenda

“Indonesia menyampaikan upaya ASEAN untuk siap dan tanggap dalam menghadapi persoalan kesehatan baik di situasi damai maupun kedaruratan Kesehatan. Ini sejalan dengan tema WHA 75: Health for Peace, Peace for Health,” kata Budi Gunadi Sadikin.

4 dari 4 halaman

Koordinasi untuk Ciptakan Dunia yang Sehat

Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa untuk mewujudkan hal tersebut ASEAN berupaya menjalin koordinasi dan kemitraan strategis baik di level regional, internasional maupun aktor global lainnya.

Seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan G-20, dalam rangka membangun Komunitas ASEAN menuju ‘Masyarakat yang sehat, peduli dan berkelanjutan’.

Secara umum, WHA ke-75 membahas strategi global tentang keamanan pangan, kesehatan mulut, dan penelitian dan inovasi tuberkulosis.

Selain itu topik lainnya yang dibahas juga meliputi: penguatan kesiapsiagaan dan respons WHO terhadap kedaruratan kesehatan, peta jalan implementasi 2023–2030 untuk rencana aksi global pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, rencana Aksi Global Antarsektor tentang epilepsi dan gangguan neurologis lainnya 2022-2031.

Serta, pencegahan eksploitasi, pelecehan dan pelecehan seksual, penyakit Polio, dan Inisiatif Kesehatan Global untuk Perdamaian.

Di sela-sela pertemuan WHA, Menkes didampingi Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu dan Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal WHO, Direktur Regional WHO wilayah Asia Tenggara.

Para Menteri Kesehatan G20 dan negara sahabat lainnya yakni Menkes Arab Saudi, Afrika Selatan, Brazil, India, Inggris, Jerman, Turki, Australia, Belanda, Kazakhstan, Kuba, dan Swedia juga turut hadir.