Sukses

Apa Itu Eating Disorder? Pahami Pengertian, Penyebab dan Gejalanya

Liputan6.com, Jakarta - Mungkin sebagian besar orang pernah mendengar istilah eating disorder atau yang biasa disebut dengan gangguan makan. Lantas apa itu eating disorder?

Dilansir Mayo Clinic, Kamis (25/11/2021), Eating disorder atau gangguan makan adalah kondisi serius yang terkait dengan perilaku makan terus-menerus yang berdampak negatif pada kesehatan, emosi, dan kemampuan Anda. Eating disorder yang paling umum adalah anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan gangguan makan berlebihan.

Sebagian besar gangguan makan melibatkan terlalu banyak fokus pada berat badan, bentuk tubuh, dan makanan Anda, yang mengarah ke perilaku makan yang berbahaya. Perilaku ini secara signifikan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk mendapatkan nutrisi yang tepat.

Eating disorder dapat membahayakan jantung, sistem pencernaan, tulang, serta gigi dan mulut, serta menyebabkan penyakit lainnya. Eating disorder sering dialami pada usia remaja dan dewasa muda, meskipun juga dapat dialami pada usia lain.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Penyebab Eating Disorder

Penyebab pasti eating disorder tidak diketahui. Seperti penyakit mental lainnya, mungkin ada banyak penyebab, seperti:

• Genetika dan biologi: Orang-orang tertentu mungkin memiliki gen yang meningkatkan risiko mengembangkan gangguan makan. Faktor biologis, seperti perubahan bahan kimia otak, mungkin berperan dalam gangguan makan.

• Kesehatan psikologis dan emosional: Orang dengan gangguan makan mungkin memiliki masalah psikologis dan emosional yang berkontribusi terhadap gangguan tersebut. Mereka mungkin merasa memiliki harga diri yang rendah, perfeksionisme, perilaku impulsif atau hubungan yang bermasalah.

3 dari 4 halaman

Gejala Eating Disorder

Gejala eating disorder bervariasi, tergantung pada jenis gangguan makan yang dialami, diantaranya:

• Anoreksia nervosa

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang berpotensi mengancam jiwa yang ditandai dengan berat badan rendah yang tidak normal, ketakutan yang intens akan kenaikan berat badan, dan persepsi yang menyimpang tentang berat atau bentuk tubuh. Orang dengan anoreksia menggunakan upaya ekstrim untuk mengontrol berat badan dan bentuk mereka, yang sering secara signifikan mengganggu kesehatan dan aktivitas kehidupan mereka.

• Bulimia nervosa

Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang serius dan berpotensi mengancam jiwa. Ketika Anda menderita bulimia, Anda mengalami masa-masa makan yang berlebihan dan pembersihan yang melibatkan perasaan kurangnya kendali atas makanan Anda. Biasanya Anda akan makan makanan dalam jumlah besar dalam waktu singkat, dan kemudian mencoba membuang kalori ekstra dengan cara yang tidak sehat.

• Gangguan makan berlebihan

Ketika Anda memiliki gangguan makan berlebihan, Anda secara teratur makan terlalu banyak dan merasa kurang kontrol atas makan Anda. Mungkin Anda akan makan dengan cepat atau makan lebih banyak dari biasanya, bahkan ketika Anda tidak lapar, dan Anda terus makan bahkan ketika Anda sudah merasa kenyang hingga tidak nyaman.

• Rumination disorder

Rumination disorder dapat memuntahkan makanan secara berulang dan terus-menerus setelah makan, tetapi bukan karena kondisi medis atau gangguan makan lain seperti anoreksia, bulimia, atau gangguan makan berlebihan. Terkadang makanan yang dimuntahkan dikunyah kembali dan ditelan atau dimuntahkan kembali.

• Gangguan asupan makanan restriktif

Gangguan ini ditandai dengan gagal nya memenuhi kebutuhan nutrisi minimum harian Anda karena Anda tidak memiliki minat untuk makan, sehingga Anda menghindari makanan dengan karakteristik sensorik tertentu, seperti warna, tekstur, bau atau rasa serta Anda khawatir tentang konsekuensi makan, seperti takut tersedak. Gangguan tersebut dapat mengakibatkan penurunan berat badan yang signifikan.

Jika Anda melihat anggota keluarga atau teman yang tampaknya menunjukkan tanda-tanda eating disorder, sebaiknya pertimbangkan untuk berbicara dengan orang itu tentang kekhawatiran Anda terhadap kesehatannya. Meskipun Anda mungkin tidak dapat mencegahnya, Anda dapat mendorong orang tersebut untuk mencari pengobatan.

Penulis: Vania Dinda Marella

4 dari 4 halaman

Infografis Kiat Makan Sehat Kala Lebaran