Sukses

Menkes Ingin Buat Vaksinasi COVID-19 Drive Thru dengan Motor yang Viral di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan keinginannya agar vaksinasi COVID-19 drive thru dengan motor di Indonesia, bisa diviralkan ke seluruh dunia.

Hal ini disampaikan Menkes Budi dalam dialog Digitalisasi Percepat Vaksinasi yang diselenggarakan KPCPEN, yang juga dihadiri secara virtual oleh Jonathan Sudharta, CEO dan Co-Founder Halodoc, dan Shinto Nugroho, Chief of Public Policy & Government Relations GoJek.

Budi mengatakan, keinginannya tersebut terinspirasi dari vaksinasi COVID-19 massal melalui drive thru dengan mobil, yang dilakukan di Colorado, Amerika Serika, dan menyasar 10 ribu lansia beberapa waktu lalu.

"Mobil itu very American, kalau Indonesia kan motorcycle yang very Indonesian," kata Budi seperti dikutip dari siaran acara di Youtube FMB9ID_IKP, Jumat (5/3/2021).

"Yuk kita bikin bersama-sama satu parade drive thru motor, kalau Amerika 10 saja sudah bisa menyebar ke seluruh dunia, kita bikin 100 lah. Mau di Senayan, di Kemayoran, nanti kita kerja sama dengan komponen yang lain," kata Budi pada Halodoc dan GoJek di dialog tersebut.

Nantinya, Budi Gunadi juga ingin agar pelaksanaan vaksinasi COVID-19 drive thru roda dua tersebut bisa menyebar dan viral. "Aku yakin pasti bisa bikin lebih bagus, dengan drone dan video yang lebih bagus," ujarnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Target Selesaikan Vaksinasi dalam Setahun

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga kembali mengingatkan bahwa vaksinasi COVID-19 di Indonesia, direncanakan bisa selesai dalam setahun.

"Karena kekebalannya kita estimasi, kan belum ada yang pasti, itu kira-kira sekitar satu tahun. Jadi sebelum itu hilang kita harus selesai vaksinnya," kata Budi Gunadi.

Budi menambahkan, selama enam bulan pertama di 2021, Indonesia baru bisa mendapatkan 90 juta dosis vaksin dari kebutuhan sekitar 363 juta untuk target 181 juta rakyat Indonesia.

"Jadi terbayang, 45 juta rakyat atau 90 juta dosis suntikan, itu disuntikkan di enam bulan pertama. Sisanya yang 140 juta atau 270-280 juta dosis suntikan, dilakukan di enam bulan kedua," ujarnya.

Budi menerangkan, kebutuhan vaksin di semester dua tahun 2021 akan sangat tinggi. Maka dari itu, untuk mencapai target waktu dan cakupan vaksinasi dalam setahun, persiapan harus dilakukan sejak saat ini.

"Kita tidak mungkin bisa lakukan sendiri. Kita harus lakukan ini bersama-sama dengan komponen bangsa," kata Budi Gunadi.

 

3 dari 4 halaman

INFOGRAFIS: Timeline Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini