Sukses

Kemen PPPA Ungkap 5 Efek Positif COVID-19 bagi Keluarga

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 membawa berbagai dampak bagi setiap orang. Salah satu aspek yang dapat terdampak wabah ini adalah keluarga atau rumah tangga.

Namun, di balik berbagai dampak yang dapat dirasakan, pandemi Virus Corona juga memiliki efek positif yang bisa dimanfaatkan keluarga.

Menurut Deputi Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), I. Agustina Erni Susiyanti MSc, berikut efek positif COVID-19 bagi keluarga;

- Meningkatkan komunikasi dan keharmonisan keluarga

Sebelum COVID-19 menghantui, anggota keluarga sering berkegiatan di luar rumah, berangkat pagi dan pulang sore atau malam. Dalam situasi seperti itu waktu luang untuk berkomunikasi satu sama lain jadi sangat terbatas.

“Sekarang, tidak,” ujar Agustina dalam webinar Kemen PPPA belum lama ini.

- Membangun kelekatan

“Sekarang kita bisa meningkatkan kemampuan kita untuk berkomunikasi, saling memahami pasangan, saling memahami anak, saling mendengar, ini kesempatan kita berkumpul dan membangun kelekatan," ujarnya.

- Pola hidup bersih dan sehat

Munculnya Virus Corona dari Wuhan, China ini memaksa setiap orang untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat. Tanpa disadari, kini pola hidup bersih dan sehat telah menjadi kebiasaan bagi banyak orang.

“Jadi sekarang ketika masuk rumah langsung cuci tangan, cuci kaki. Harapannya ini akan terus berlanjut bukan hanya pada masa pandemi tapi pola hidup sehat ini seharusnya sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kita,” katanya

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Keseimbangan Peran Suami Istri

Kebijakan bekerja dan sekolah dari rumah membuat suami, istri, dan anak berada dalam satu lingkungan dalam waktu yang lebih lama dari sebelumnya. Dengan demikian, berbagai kegiatan rumah tangga pun bisa dilakukan bersama.

Hal ini dapat membangun keseimbangan peran suami istri dalam melakukan pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan.

“Kalau komunikasinya bagus kita bisa berbagi peran. Kami yakin tumbuh kembang anak juga akan semakin bagus.”

-Toleransi dan solidaritas sosial.

Pandemi juga meningkatkan aspek toleransi dan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat. Misal, jika ada satu keluarga yang terkena COVID-19 maka keluarga lain akan membantu atau berbagi.

“Kalau anaknya tidak positif mungkin keluarga lain bisa membantu mengasuh anak tersebut atau kalau keluarga yang positif adalah keluarga tidak mampu maka tetangga bisa memberikan makanan kepada mereka.”

-Penguasaan teknologi informasi.

“Ini juga luar biasa, kita duduk di rumah masing-masing tapi kita bisa menimba ilmu bersama, meningkatkan kerja sama, dan meningkatkan silaturahmi melalui teknologi,” tutupnya.

3 dari 4 halaman

Infografis Seberapa Sering Harus Ikuti Tes COVID-19?

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: