Sukses

Jelang Halloween, Kenapa Banyak Orang Suka Film Horor meski Takut?

Liputan6.com, Jakarta Film horor bisa sampai membuat penontonnya berpikir tentang kematian dan ketakutan untuk hidup. Namun, bagi kebanyakan orang, film horor menjadi pilihan untuk ditonton di malam Jumat, terutama di bulan Oktober, saat dirayakannya Halloween yang pasti bermunculan rekomendasi film-film horor.

Jadi, apa yang menyebabkan begitu banyak orang menikmati film horor bahkan sampai rela merogoh kocek untuk suatu hiburan yang menyeramkan. Inilah yang dikatakan para ahli, dilansir dari Health.

Rasa takut memicu adrenalin

Meski hanya melihat dari layar dan itu palsu, orang yang menontonnya dapat memicu respons seperti ikut berlari dan terasa nyata, kata beberapa ahli.

“Otak tidak selalu membedakan antara fantasi dan kenyataan secara efektif,” kata Krista Jordan, PhD, psikolog klinis yang berbasis di Austin, Texas, mengatakan kepada Health. Misalnya, mintalah seseorang mendeskripsikan menggigit lemon, dan jika orang tersebut sangat pandai mendeskripsikannya, kelenjar ludah Anda akan aktif.

Menurut Jordan, jenis kesalahan yang sama dapat terjadi saat Anda menonton film horor. “Otak pada saat itu lupa bahwa apa yang dilihatnya bukanlah bahaya nyata dan kemudian menagih respons fisiologis yang akan sesuai jika memang demikian,” katanya.

Kemudian tubuh beralih ke mode lawan atau lari, yang artinya kebanjiran seperti endorfin dan dopamin yang memicu adrenalin dan euforia.

Selain itu, penonton mungkin mendapatkan adrenalin saat menonton film horor, tetapi sebenarnya tidak dalam bahaya apa pun dari menontonnya.

"Anda melihat hal-hal menakutkan dalam lingkungan yang terkendali, dan saya pikir itu adalah sesuatu yang kita semua dambakan," kata Margot Levin, PhD, psikolog klinis yang berbasis di New York City.

"Kembali ke masa kanak-kanak, bayangkan seorang balita belajar berjalan: Salah satu hal yang mereka suka lakukan adalah lari dari orang tua, sampai ke titik tertentu yang agak menakutkan, dan kemudian lari kembali. Ini tentang bermain dengan bahaya tetapi dengan rasa aman," jelasnya.

Meskipun tidak ada ancaman nyata, banyak orang masih merasakan pencapaian ketika mereka menyelesaikan film horor. "Anda merasa seperti, 'Saya berurusan dengan sesuatu yang berada di luar zona nyaman saya, dan saya menaklukkannya,'" Jeffrey Gardere, PhD, seorang psikolog klinis yang berbasis di New York City.

 

2 dari 4 halaman

Membantu Anda mempersiapkan diri dari situasi buruk

Film horor memberi Anda gambaran sekilas tentang bagaimana situasi yang mengancam jiwa bisa terjadi, yang bisa membuat Anda merasa lebih siap menghadapi bahaya yang sebenarnya.

“Ini tentang mencoba belajar memprediksi dunia di sekitar Anda,” kata Coltan Scrivner, kandidat PhD di Department of Comparative Human Development di University of Chicago. Akan muncul di benak mereka, apa yang sebaiknya dilakukan jika dalam situasi seperti ini? Apa yang dilakukan orang lian ketika mereka menghadapi ancaman atau tantangan tertentu?

Gardere mengakui bahwa dia tertarik pada horor zombie, dan dia menjelaskannya seperti ini: “Ada sebagian kecil dari diriku yang percaya bahwa pada titik tertentu mungkin ada beberapa efek samping dari beberapa obat yang tidak akan menghidupkan kembali orang mati, tapi itu mungkin benar-benar memengaruhi lobus temporal frontal atau sesuatu, dan orang dapat berperilaku dengan cara yang bisa sangat berbahaya,” katanya.

Dengan menonton acara seperti The Walking Dead, Gardere dapat memperkirakan apa yang mungkin terjadi jika mimpi terburuknya menjadi kenyataan — dan bukan hanya zombie yang dia catat. “Sebagai psikolog, saya menonton acara seperti The Walking Dead untuk melihat bagaimana orang berperilaku dalam kiamat zombie, bagaimana mereka menjadi monster sejati,” katanya. Zombie tak lebih hanya cangkang kosong.

Horor mengajari Anda untuk mengatasinya

Selain memberi Anda semacam pedoman, para ahli mengatakan menonton film horor dapat membantu Anda mempraktikkan strategi koping (respons diri dari situasi mengancam).

“Saya pikir orang-orang yang sering menonton mereka sedang belajar bagaimana menghadapi ketidakpastian dan ketegangan dan kecemasan,” kata Scrivner.

Dia baru-baru ini ikut menulis sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa penggemar horor lebih tangguh dan tidak terlalu tertekan secara psikologis daripada penggemar non-horor dalam menghadapi pandemi COVID-19 saat ini, kemungkinan karena keterampilan mengatasi mereka yang terasah dengan baik.

“Menurut kami, yang terjadi adalah penggemar horor pada dasarnya membangun pengaturan diri tentang cara mengatasi perasaan cemas atau takut,” kata Scrivner.

“Karena itulah yang Anda lakukan saat menonton film horor. Anda mengatur emosi Anda sedemikian rupa sehingga Anda berada di tempat yang tepat untuk merasa takut tetapi juga bersenang-senang.”

Horor memungkinkan Anda menjelajahi sisi gelap Anda sendiri

“Kita semua memiliki bagian yang tidak dapat diketahui dari diri kita yang menurut saya semacam tereksternalisasi menjadi bahaya di luar kita,” ujar Erin Hadley, PhD, seorang psikolog klinis di Philadelphia.

Salah satu alasan kita mungkin tertarik pada horor, menurutnya, adalah karena hal itu memungkinkan kita menjelajahi bagian-bagian tabu dari diri kita sendiri.

"Mengidentifikasi dengan pelaku adalah interpretasi Freud klasik [mengapa kami menyukai horor]," tambah Jordan.

“Itu alasan yang sama yang diungkapkan Freud terkait alasan seseorang menikmati para petinju di atas ring: Kami tidak mengidentifikasi dengan orang yang dipukul; kami mengidentifikasi dengan orang yang memukuli orang lain. Saya pikir banyak orang akan mengelak untuk mengakuinya, tetapi sejujurnya, saya pikir itu mungkin terjadi pada tingkat tertentu."

Horor membuat Anda berpikir kalau Anda berbeda dari korban, dan karenanya lebih mungkin untuk bertahan hidup

Dengan menonton para korban dalam film horor membuat kesalahan yang jelas, seperti kembali untuk sebongkah uang. Setelah menyaksikannya, Anda dapat meyakinkan diri sendiri bahwa, jika dihadapkan pada situasi yang sama, Anda akan berhasil bertahan.

“Selalu ada salah satu adegan di mana korban yang dituju berhasil melumpuhkan pelaku dan kemudian mereka mulai berjalan dengan sangat lambat dan berbalik,” kata Jordan. Saat itulah Anda mungkin mendapati diri Anda berteriak ke layar (karena pembunuhnya akan bangkit kembali), dan itu bukan hanya karena berteriak saat menonton film horor menambah kesenangannya.

“Saya pikir ada bagian dari kita yang mencoba mengatakan, 'Itu tidak akan pernah terjadi pada saya,'” jelas Jordan.

"Inilah semua cara saya merespons secara berbeda.’” Misalnya, Anda akan bersembunyi dengan lebih baik, berpikir lebih cepat, dan tidak pernah tersandung saat berlari di hutan.

“Ini seperti jika Anda membaca artikel di koran tentang seseorang yang terbunuh dalam kejahatan yang terjadi pada pukul 4:30 pagi dan Anda berkata pada diri sendiri, 'Itu tidak akan pernah terjadi pada saya karena saya tidak akan pernah keluar pada pukul 4:30 pagi,'”kata Levin.

“Itu pemikiran yang ajaib. Begitulah cara kita memisahkan diri dari ketakutan kita akan hal-hal buruk yang terjadi pada kita.

3 dari 4 halaman

Infografis Kunci Utama Putus Rantai Covid-19

4 dari 4 halaman

Simak Juga Video Berikut Ini: