Sukses

Penularan COVID-19 Lewat Mata, Adakah Kasusnya di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta Menyeruak kabar penularan COVID-19 lewat mata dari pasien COVID-19 di luar negeri. Disebutkan sejumlah pasien COVID-19 tersebut menunjukkan gejala pada mata mereka.

Menurut ahli mata Tuncay Sezgin, gejala yang dilaporkan menyasar setidaknya 1 sampai 2 persen pasien COVID-19. Gejala berupa mata merah, suatu kondisi yang dikenal sebagai konjungtivitis ini telah diidentifikasi pada pasien COVID-19, dikutip dari Daily Sabah.

Lantas adakah kasus penularan COVID-19 lewat mata di Indonesia? Ketua Umum Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) M Sidik menanggapi, belum diketahui pasti ada atau tidak kasus tersebut di Indonesia.

"Bukan temuan, tapi sudah ada penelitiannya di luar negeri. Dan ini juga diteliti oleh staf kami. Jadi, memang ada kemungkinan COVID-19 menular lewat mata," ujar Sidik saat temu media Hari Penglihatan Sedunia 2020, Selasa (6/10/2020).

"Apakah sudah ada kasusnya (penularan COVID-19 lewat mata) di Indonesia, kami belum tahu persisnya."

 

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Selaput Lendir pada Mata

Sidik menerangkan, penularan COVID-19 pada mata dikarenakan adanya selaput lendir. Mata pun bisa menjadi jalur masuknya virus, sehingga bisa menginfeksi tubuh lewat mata.

"Kenapa bisa menular? Karena ada selaput lendir pada mata. Dari penelitian, kurang lebih ternyata 5 persen  pasien COVID-19 mempunyai gejala pada mata," terangnya.

"Oleh karena itu, karena mata bisa menjadi jalur masuknya virus infeksi Corona, yang selalu diwanti-wanti kepada masyarakat pada umumnya, jangan pegang mata sebelum cuci tangan."

3 dari 5 halaman

COVID-19 Pengaruhi Retina

Jurnal berjudul Retinal findings in patients with COVID-19: Results from the SERPICO-19 study yang dipublikasikan The Lancet menunjukkan, COVID-19 dapat memengaruhi retina. Diameter vena retina tampaknya berkorelasi langsung dengan tingkat keparahan penyakit. 

Subjek penelitian yakni pasien Department of the Luigi Sacco Hospital, Milan, Italia, yang terdiagnosis virus SARS-CoV-2. Sebanyak 85 pasien diminta untuk berpartisipasi dalam penelitian. Dua dari 85 pasien dikeluarkan sebagai partisipan karena kualitas matanya terlalu buruk.

Dari 83 yang tersisa, 19 dikeluarkan dari penelitian karena telah dirawat di unit perawatan intensif sebelum pengambilan gambar fundus (pemeriksaan mata) dan 10 keluar karena waktu antara timbulnya gejala COVID-19 dan hari pengambilan foto fundus lebih dari 30 hari.

Hasil penelitian yang dianalisis lengkap dilakukan pada 54 pasien yang tersisa. Dari 54 pasien yang dilibatkan, 50 pasien (92,5 persen) memiliki penglihatan berkualitas baik di kedua mata, sedangkan empat lainnya (7,5 persen) dievaluasi.

Ada perdarahan retina yang ditemukan pada setidaknya satu mata dari lima pasien (9,25 persen), bintik kapas ditemukan pada empat pasien (7,4 persen), drusen (endapan lemak warna kuning pada mata) diamati pada enam pasien (11,1 persen).

Pasien dalam penelitian berturut-turut yang dirawat pada Mei 2020. Penelitian ini dipublikasikan pada 20 September 2020.

 

4 dari 5 halaman

Infografis WHO Akui Kemungkinan Penularan Covid-19 via Udara

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: