Sukses

Pandemi Corona COVID-19 Dorong Guru Matematika di Nigeria Ajari Siswa dari Seluruh Dunia

Liputan6.com, Jakarta Pandemi COVID-19 tak menyurutkan semangat seorang guru di Nigeria untuk tetap mengajar.

Basirat Olamide Ajayi, guru matematika di Lagos, Nigeria mulai menawarkan mengajar matematika gratis murid mana pun yang ingin belajar. Basirat memanfaatkan media sosial seperti Twitter, WhatsApp, dan Instagram untuk mengajar matematika secara daring.

Kegiatan mengajar matematika daring telah dijalani selama enam bulan, dan kini Basirat telah memiliki lebih dari 1.800 siswa dari segala tingkat pendidikan. Siswa-siswa yang belajar bersama Basirat tak hanya datang dari Nigeria, melainkan juga dari negara-negara lain di dunia.

Basirat menyiapkan video berisi pelajaran matematika berdurasi singkat, tak lebih dari lima menit. Para siswa bisa menontonnya dan merespons pertanyaan atau soal yang dilontarkan Basirat dalam video. Ia juga akan mengirimi mereka pe-er dan terkadang ujian serta menilainya.

"Terkadang aku tetap terbangun samapai pukul 02.00 pagi menilai tugas-tugas mereka," ujar Basirat, melansir laman New York Post.

"COVID-19 hadir dengan dampak negatif maupun positif. Dampak positifnya kita bisa menggunakan teknologi untuk mengajar murid-murid, suatu hal yang membuatku sangat bahagia," lanjutnya.

Pada awalnya, Basirat memulai kelas daring dengan menyelesaikan soal matematika pada selembar kertas putih dan direkam kamera. Seorang orangtua siswa kemudian menonton video daringnya dan tergerak mendonasikan sebuah papan tulis putih.

 

 

2 dari 3 halaman

Menghadapi Kendala

Basirat mengajar matematika secara cuma-cuma. Kelas daring itu menarik minat para siswa dari seluruh Nigeria dan negara lainnya. Terbaru, Basirat menerima siswa dari Kanada. Dan kini Basirat Ajayi mulai melihat bahwa ia bisa mengajarkan matematika pada seluruh dunia.

"Pengajaran daring telah membuatku merasa bahwa aku sebenarnya bisa mengajar matematika pada dunia," ujarnya.

"Di Twitter, orang dari seluruh dunia bisa melihatku, tak hanya dari Lagos ataupun Nigeria. Mereka di seluruh dunia bisa melihatku dan itu sudah cukup memberiku kebahagiaan mendalam."

Hanya saja, tak semua siswa di Nigeria mudah mengakses kelas Basirat. Ada murid-murid yang tak punya akses internet. Hal itu juga yang menjadi keprihatinannya. Basirat bahkan rela merogoh kocek pribadi demi murid-muridnya bisa belajar daring.

Kendala lainnya, beberapa murid Basirat tak punya ponsel pintar. Untuk ini, Basirat mendorong agar orangtua murid berbagi ponsel dengan anak mereka.

Manfaat belajar matematika secara daring bersama Basirat dirasakan oleh para siswa, salah satunya Fortune Declan (17). Ia mengatakan semula agak kesulitan belajar mandiri rumus diferensial matematika. Declan mendapat pengalaman berbeda setelah ikut kelas daring Basirat.

"Ketika aku bergabung dengan platform matematika daring, aku mencoba pelan-pelan belajar. Tapi dengan cara mengajar guru matematika itu, cara dia mengisi sesi belajar, aku mulai cepat memahami diferensial," cerita Declan.

3 dari 3 halaman

Bahagia Bisa Berbagi dengan Dunia

Dedikasi Basirat pada profesinya mendapat sorotan dan pengakuan dari persatuan guru Nigeria di Lagos.

"Mengajar murid secara virtual adalah pengalaman baru bagi setiap orang," ujar ketua Nigerian Union of Teachers Adedoyin Adesina.

"Ada masalah seperti jaringan internet lambat, harga paket data dan sikap orangtua yang kurang kooperatif yang kurang familar dengan apa yang dilakukan para guru," ujarnya.

Adesina menilai Basirat Ajayi telah menunjukkan dedikasi yang sesungguhnya dalam menghadapi tantangan baru itu. Ini karena Basirat Ajayi tetap megajar di tengah keterbatasan dana, jaringan internet, atau pun materi ajar yang layak.

Meski mengaku rindu mengajar di ruang kelas, Basirat bersyukur bisa membantu banyak siswa.

"Semakin aku memberi, semakin banyak manfaat yang bisa didapat masyarakat dariku dan orang-orang bisa bilang, 'Bu Ajayi telah melakukan itu untuk dunia.'"