Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Ingin Istri Hamil, Sebaiknya Suami Hindari Berendam Air Panas

Liputan6.com, Jakarta Bila ingin istri hamil sebaiknya sang suami menghindari berendam di air panas. Suhu yang tinggi dapat memengaruhi kesuburan pria.

Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, sperma cenderung kurang aktif tatkala suami berendam air panas.

"Buat laki-laki, hati-hati juga dengan suhu panas. Karena suhu yang panas memang cenderung membuat sperma menjadi kurang aktif, seperti saat berendam air panas," terang Hasto saat sesi webinar kesehatan reproduksi, ditulis Selasa (21/7/2020).

"Bagi mereka yang ingin hamil istrinya, lalu pas banget lagi bulan madu ya jangan berendam air panas. Kalau berendam air panas nanti sperma kurang aktif dan tidak berfungsi dengan baik menuju sel telur."

Hasto melanjutkan sperma terbentuk dari protein layaknya putih telur. Ketika sedikit saja terkena air panas akan langsung menggumpal.

"Intinya, suhu panas buat laki-laki, seperti berendam air panas berpengaruh pada sperma," lanjutnya.

2 dari 3 halaman

Air Panas dan Kesuburan Pria

Para peneliti di Amerika Serikat menemukan keberkaitan berendam air panas yang memengaruhi kesuburan pria. Bahwa lima dari 11 pria mengalami masalah kesuburan usai berhenti atau berendam mandi air panas selama beberapa kali dalam beberapa bulan.

Setelah tiga hingga enam bulan tidak berendam air panas, separuh pria menunjukkan, peningkatan dramatis lima kali lipat dalam jumlah sperma. Motilitas (pergerakan) sperma meningkat dari 12 persen menjadi 34 persen pada pria tidak berendam mandi air panas.

Mengutip BBC News, sperma diketahui berkembang paling baik di lingkungan yang sejuk. Pemimpin penelitian Paul Turek menyampaikan, berendam air panas termasuk hal yang harus dihindari pria ketika berusaha agar istrinya hamil.

Ada penelitian lain mengenai berendam mandi air panas dan kesuburan yang dilakukan pada tahun 1965. Para peneliti menemukan penurunan sementara dalam produksi sperma.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini: