Sukses

Jessica Iskandar Didiagnosis Takikardia, Kenali Penyebab Gangguan Irama Jantung Ini

Liputan6.com, Jakarta Artis Jessica Iskandar mengalami kondisi takikardia. Setelah menjalani sejumlah pemeriksaan, wanita kelahiran Januari 1988 ini tak kuasa menahan sedih dan tangisnya.

Kondisi tersebut diketahui publik setelah Jessica mengunggah video dalam vlog di akun berbagi video miliknya. "Waktu aku istirahat aja detak jantung aku 124 (kali per menit)," tutur Jessica sambil mengelap air mata.

Menilik kabar Jessica Iskandar, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Vito A Damay menjelaskan seputar takikardia. Takikardia termasuk jenis gangguan irama jantung (aritmia).

"Jadi, takikardia itu keadaan saat detak jantung melebihi 100 kali per menit. Dalam keadaan normal, jantung berdetak sebanyak 60 hingga 100 kali per menit," jelas Vito kepada Health Liputan6.com melalui pesan singkat, ditulis Kamis (25/6/2020).

"Sebenarnya, kondisi percepatan detak jantung tersebut normal terjadi saat seseorang sedang berolahraga atau respons tubuh terhadap stres, trauma serta penyakit. Keadaan ini disebut sinus takikardia."

Namun, apa yang dialami Jessica Iskandar bisa dibilang takikardia yang abnormal. Takikardia yang abnormal seringkali juga tidak menimbulkan gejala atau komplikasi.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, takikardia dapat mengganggu fungsi jantung, sehingga memicu komplikasi serius, seperti gagal jantung.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Gejala dan Penyebab Takikardia

Vito melanjutkan, secara umum gejala takikardia antara lain, jantung berdebar, nyeri dada (angina), kelelahan, sesak napas, pusing, dan pingsan.

"Pada beberapa kasus, takikardia tidak menyebabkan munculnya gejala," lanjut dokter yang sehari-hari berpraktik di Siloam Hospital Lippo Village, Karawaci, Tangerang.

Adapun penyebab takikardia terlihat pada kondisi medis pasien. Pasien bisa mengalami anemia, hipertiroidisme (penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh), hipertensi, hipotensi (ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah) atau demam.

"Penyebab lain bisa karena olahraga berat, gangguan elektrolit. Lalu ada efek samping obat, misal salbutamol (obat mengatasi sesak napas) atau azithromycin (antibiotik). Kebiasaan merokok, onsumsi kafein, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan," tambah Vito.

"Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol, stres atau ketakutan dapat jadi penyebabnya."

3 dari 4 halaman

Mencegah Takikardia

Untuk mencegah takikardia, Vito menyarankan, seseorang berhenti merokok, mengontrol konsumsi minuman beralkohol atau mengandung kafein. Kemudian menjaga berat badan ideal, tekanan darah, dan kadar kolesterol normal.

"Jangan lupa juga olahraga rutin dan mengonsumsi makanan yang sehat. Hindari penggunaan narkotika dan obat-obatan," pesannya.

"Hati-hati juga mengonsumsi obat-obatan bebas. Pastikan untuk selalu mematuhi petunjuk pemakaian."

Agar terhindar takikardia, upayakan pikiran tidak stres dan memeriksakan kesehatan ke dokter secara rutin.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.