Sukses

Jejaring Sosial Hapus Video Konspirasi dan Klaim Palsu Film Plandemic

Liputan6.com, Jakarta Jejaring sosial tengah berjuang menyingkirkan video konspirasi viral yang menyebarkan klaim palsu tentang virus Corona.

Sebuah film berjudul "Plandemic" yang berdurasi sekitar 26 menit telah dilihat dan dibagikan secara luas di YouTube, Twitter, Facebook, Vimeo dan klip-klipnya juga beredar di Twitter minggu ini, menurut laporan CNBC melansir New York Post.

Klip tersebut, tampaknya merupakan kutipan dari film dokumenter yang akan dirilis pada musim panas ini. Film tersebut membuat sejumlah klaim palsu, tidak terbukti atau menyesatkan, seperti pandemi Coronavirus yang dibuat untuk mengambil keuntungan dari vaksin.

Beberapa klaim juga bertentangan dengan nasihat para ahli medis. Seperti menunjukkan bahwa masker dapat membuat orang lebih sakit dan membahayakan sistem kekebalan tubuh.

Satu video dibagikan di Facebook oleh seseorang yang mengaku sebagai salah satu pembuat film, telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali dan dibagikan lebih dari 140.000 kali pada Kamis (7/5/2020).

Facebook mengatakan kepada CNBC bahwa video itu melanggar kebijakannya dan akan dihapus.

"Menyarankan bahwa memakai masker bisa membuatmu sakit bisa mengakibatkan bahaya, jadi kami akan menghapus videonya," kata juru bicara Facebook dikutip New York Post.

 

2 dari 3 halaman

Youtube Hingga Twitter

Satu klip lainnya yang beredar di YouTube mendapat lebih dari 1 juta tayangan sebelum dihapus, menurut MIT Technology Review.

Perusahaan itu mengatakan video tersebut dihilangkan karena membuat klaim tentang obat untuk virus yang tidak didukung oleh organisasi kesehatan.

Vimeo juga mengatakan video itu dihapus karena melanggar standar mengenai konten yang menyebarkan informasi kesehatan yang berbahaya dan menyesatkan.

Sementara itu, Twitter mengatakan telah memblokir tagar #PlagueofCorruption dan #PlandemicMovie dari trending topic dan pencarian.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: